Apa Itu Sinergisme Akal, Fisik, dan Sosial? Apa Itu Sinergisme Akal, Fisik, dan Sosial?

Apa Itu Sinergisme Akal, Fisik, dan Sosial?

oleh: DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) 08/11/2018
Proses tumbuh kembang si Kecil berlangsung secara sistematis dan bertahap seiring dengan tahapan usianya, mulai sejak ia lahir hingga nanti berusia 18 tahun. Pada setiap tahapan usia, anak menunjukkan perubahan kemampuan yang berbeda untuk setiap aspek perkembangan. Pada bulan-bulan awal kehidupannya, kemampuan anak terbentuk dari sinergi berbagai pengalaman belajar yang ia ditangkap melalui beberapa indera utama, yaitu indera penglihatan, pendengaran, perabaan, dan penciuman. Seiring dengan pertumbuhan yang menjadikan tubuh anak anak semakin besar selama sekitar enam tahun pertama kehidupannya, maka kemampuan anak juga berkembang sebagai hasil sinergi antara aktivitas fisik dan interaksi de
Read More
ngan lingkungan sekitar, yang akan membentuk empat aspek perkembangan dasar, yaitu: gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian.


Empat Aspek Perkembangan Dasar


Aspek Gerak Kasar 
Aspek gerak kasar adalah kemampuan anak untuk mengembangkan aktivitas yang menggunakan kekuatan otot-otot besar penyangga tubuhnya. Misalnya, tengkurap, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, naik-turun tangga, dan sebagainya.

Aspek Gerak Halus
Aspek gerak halus adalah kemampuan anak dalam hal mengembangkan keterampilan yang membutuhkan koordinasi antar otot-otot kecil, yang juga melibatkan berbagai fungsi indera. Misalnya, meraih mainan di depannya, memegang pensil, menulis, dan sebagainya.

Aspek Bicara-Bahasa
Aspek bicara-bahasa merupakan keterpaduan antara kemampuan anak untuk memahami berbagai informasi yang didapatkan dari lingkungannya dengan kemampuannya untuk mengekspresikan ide dan keinginannya secara verbal atau melalui kata-kata. 

Aspek Sosialisasi-Kemandirian
Aspek sosialisasi-kemandirian adalah kemampuan anak untuk mengembangkan berbagai aktivitas kemandirian sebagai hasil dari pengalaman berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Misalnya, makan sendiri menggunakan sendok/garpu, cuci tangan, melepas/memakai baju sendiri, dan sebagainya.

Empat aspek dasar kemampuan anak tersebut tidak dapat berdiri sendiri, karena satu sama-lain akan saling terkait dan saling membutuhkan. Sinergisme antara keempat aspek dasar perkembangan si Kecil ini secara nyata dalam kehidupan sehari-hari akan nampak sebagai kepintaran anak dalam hal Akal, Fisik dan Sosial. Setiap anak mempunyai cara yang berbeda-beda untuk mensinergikan keempat aspek dasar kemampuannya, sehingga setiap anak juga dapat menampakkan kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial yang berbeda-beda.


Mengapa diperlukan sinergi Akal, Fisik, dan Sosial?


Akal, merupakan cerminan dari kemampuan si Kecil dalam hal mensinergikan berbagai aspek perkembangan dasar menjadi sebuah cara untuk merespons rangsangan dari lingkungan sekitarnya, dan mengembangkan pemahaman yang akan dipergunakan sebagai cara untuk menyatakan ide dan keinginannya, serta mengembangkan berbagai alternatif strategi untuk mengatasi atau memecahkan masalah yang dihadapi.

Fisik, adalah kemampuan si Kecil untuk memadukan berbagai aspek perkembangan dasar yang membuatnya mampu untuk melakukan pergerakan tubuh atau aktifitas fisik yang sesuai dengan yang diinginkannya dengan menggunakan kekuatan dan keseimbangan tubuhnya, dan terkadang diperlukan keberanian. 

Sosial, merupakan hasil perpaduan berbagai aspek perkembangan dasar sehingga anak mampu mengembangkan kemampuannya dalam hal berinteraksi sosial dengan berbagai benda, mahluk hidup, atau individu di lingkungan sekitarnya. Kemampuan interaksi ini dapat berupa aktivitas meniru berbagai informasi yang dilihat atau didengar, atau dapat berupa komunikasi verbal dua arah.

Pembentukan dan pengembangan kepintaran  Akal, Fisik, dan Sosial melalui sebuah proses panjang yang satu sama lain tidak bisa dipisahkan dan berdiri sendiri. Suatu jenis kepintaran tertentu, sangat membutuhkan dua kepintaran yang lainnya. Sehingga, seorang anak diharapkan tidak hanya menguasai salah satu jenis kepintaran tertentu, tetapi didukung untuk menguasai ketiga jenis kepintaran tersebut dengan seimbang dan sama baiknya. Hal tersebut dapat tercapai bila terjadi sinergi antara kepintaran  Akal, Fisik, dan Sosial. Sinergi antara ketiga jenis kepintaran ini akan membentuk dua kemampuan anak yang paling diinginkan orangtua secara jangka panjang, yakni: Kecerdasan yang cemerlang dan Perilaku yang baik. Penguasaan kepintaran  Akal, Fisik, dan Sosial yang tidak berjalan sinergi atau tidak seimbang akan menyebabkan perkembangan kepintaran tidak dapat seimbang dengan pembentukan perilaku.
 

Artikel Lainnya

Cek Informasi Lainnya

Hubungi Kami
Hubungi Kami di Parenting Club ID Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top