5 Asupan Nutrisi Penting bagi Si Kecil untuk Dukung Proses Belajarnya 5 Asupan Nutrisi Penting bagi Si Kecil untuk Dukung Proses Belajarnya

5 Asupan Nutrisi Penting bagi Si Kecil untuk Dukung Proses Belajarnya

oleh: Alia An Dhiva 08/06/2017
Selain memberikan asupan nutrisi yang tepat, Mam juga perlu menyinergikan kepintaran  si kecil. Anak yang memiliki gabungan kepintaran akal, fisik, dan sosial akan menjadi anak yang pintarnya beda. Ada dua faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, stimulasi dan nutrisi.
 
Menurut dr Ahmad Suryawan SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak & Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Soetomo-FK Unair, Surabaya, saat lahir berat otak anak mencapai 25 persen dari otak orang dewasa. Saat si kecil berusia enam tahun, berat otaknya telah mencapai 95 persen dari otak orang dewasa.
 
Kombinasi nutrisi dan stimulasi usia dini akan membentuk struktur otak anak. Tanpa dukungan nutrisi yang tepat, si kecil tidak akan dapat menyerap stimulasi secara optimal. Setelah lahir, pertumbuhan otak si kecil tergantung pada kualitas dan kuantitas makanan yang Mam berikan padanya. Ini lima jenis asupan nutrisi penting untuk mendukung sinergi kepintaran si kecil.


Asam Lemak Esensial (Omega 3 & 6)


DHA (Docosehaxaenoic Acid) dan AA (Arachidonic Acid) adalah bagian dari rantai panjang asam lemak esensial Omega 3 dan Omega 6, berturut-turut. Asam lemak Omega 3 (Asam alfa-linolenat) dan Omega 6 (Asam Linoleat) yang penting untuk proses mengamati dan berpikir si kecil ini, tidak dapat dihasilkan tubuh. Mam bisa mendapatkannya dari salmon, tuna, udang, kerang, biji rami (flaxseed), kacang kenari, dan minyak zaitun.


Kolin

Kolin adalah nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan fungsi daya ingat. Selain itu, kolin membantu proses komunikasi otak dengan organ-organ lain di tubuh. Sumber makanan yang mengandung kolin di antaranya telur, brokoli, kubis, kembang kol, tahu, yoghurt, soba, dan daging sapi tanpa lemak.


Zat besi


Zat besi juga adalah unsur paling penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktivitas saraf. Selain itu, zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Makanan sumber zat besi antara lain sayuran hijau, kacang-kacangan, dan daging sapi tanpa lemak.


Vitamin A


Vitamin A dibutuhkan untuk mendukung fungsi penglihatan, pertumbuhan tulang, dan membantu melindungi tubuh dari infeksi. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan asupan vitamin A 400 mikrogram per hari (AKG, 2013). Pastikan si kecil mengonsumsi wortel, bayam, ubi, dan paprika merah untuk mendapat asupan vitamin A yang cukup.


Protein


Setiap sel di tubuh memerlukan protein. Bagi anak usia dini, sebanyak 10 persen tenaganya bersumber dari protein. Karena itu, protein merupakan komponen esensial yang akan membantu si kecil tumbuh aktif. Sumber protein terbaik untuk si kecil yaitu kacang-kacangan, daging sapi, daging unggas, kuning telur, dan susu.


Sebelum melatih kehebatan anak, cari tahu terlebih dahulu potensi kepintaran si Kecil menggunakan Smart Strength Finder Tool di Parenting Club. Setelah itu, temukan inspirasi untuk melatih kehebatan anak di laman ini. Ayo dukung kehebatan si Kecil, Mam.

 

Artikel Lainnya

Cek Informasi Lainnya

Hubungi Kami
Hubungi Kami di Parenting Club ID Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top