Psikolog

Anak jadi rewel karena hamil anak ke dua

By: Windi Andy

Detail: Hi dok, saya sedang hamil 6 minggu dan si sulung berumur 17 bulan. Saya merasa perubahan sikap dari anak pertama saya sebelum saya tahu kalau saya positif hamil. Jadi 2 minggu sebelum saya testpack si kakak ini benar-benar maunya nempel terus sama saya padahal sebelumnya dia lebih dekat dengan neneknya, sampai saya mau ke kamar mandi itu susah. Ditambah dia suka nangis kejer kalau kita ga bisa mengerti apa yang dia mau. Sampai dia jatuh sakit selama seminggu. Akhirnya saya mikir “ini anak kenapa yah? Ko aneh banget tingkahnya ga seperti biasanya, malah lebih rewel dan selalu caper. Pertanyaan saya adalah apakah karena saya hamil anak kedua, mengakibatkan si sulung jadi lebih rewel dan manja dok? lalu tindakan apa yang perlu saya lakukan jika anak seperti inikarena tidak biasanya dia seperti ini. tolong dijawab ya dok. terima kasih

Astrid WEN, M.Psi
Expert

Halo Mam Windi Andy, terima kasih atas pertanyaannya. Saya memahami apa yang Mam rasakan saat ini. Pertanyaan Mam termasuk dalam kesehatan Anak. Mam bisa menanyakan pertanyaan tersebut kepada Psikolog dari Parenting Club, yaitu Astrid WEN M.Psi.

Meski belum didukung oleh penelitian, ada sebagian kecil para Mam yang memiliki cerita yang sama dengan yang Mam Windi alami, bahwa sang kakak merasakan akan datangnya si adik kecil. Ia menjadi lebih lekat dengan Mam, tidak mau berpisah, juga mungkin menanyakan jika akan datang adik bayi. Hingga saat ini, penjelasan dari keilmuan adalah bahwa anak mungkin tidak mengetahui akan datang adik bayi, tetapi lebih sensitif pada perubahan emosi atau perubahan tingkah laku Mam; yang mungkin tidak kita sadari tetapi dirasakan oleh si Kecil. Si Kecil lebih sensitif terhadap komunikasi non-verbal (gesture, ekspresi emosi, intonasi, tingkah laku/kebiasaan) sebelum komunikasi verbalnya berkembang jauh lebih baik. Mungkin saja ia menangkap perubahan kondisi ini pada Mam, mungkin juga ia pada saat ini secara intuisi dapat merasakan akan datangnya si adik bayi.

Saat Mam merasakan sulung menjadi lebih rewel dan manja, pahami bahwa ia sedang mengkomunikasikan kebutuhannya, bahwa benar kata Mam, ia ingin perhatian Mam sepenuhnya untuk si Kecil. Jika demikian, Mam dapat:
• Luangkan waktu khusus baginya. Mulai adakan rutinitas / kegiatan reguler yang kira-kira dapat dipertahankan setelah adik bayi lahir, antara Mam dan si sulung, misalnya waktu satu jam quality time setelah playgroup, atau setengah jam setelah mandi. Buatlah pada waktu khusus itu, ia merasa spesial dan istimewa. Waktu ini bukan waktu memanjakan anak, bukan berarti kita mengiyakan semua maunya dia atau memberikan semua keinginan dia, tetapi waktu yang dipakai untuk kita benar-benar mengenali siapa dirinya, apa yang ia suka lakukan, dan berikan apresiasi itu. Biarkan ia tahu bahwa Mam memujinya dan mengaguminya, untuk setiap usaha dan proses perkembangan yang ia jalani. Mam bisa berikan notifikasi-notifikasi, yang sepertinya hal kecil, tapi mampu mengisi kebutuhan emosi dan kebutuhan akan perhatian; seperti: “Wah lihat, kamu punya dua mata yang indah, rambut yang hitam, tangan yang kuat”, “Wah, kamu kuat seperti Mam.”, “Mam sayang sama kamu.”
• Persiapkan dirinya untuk siap menerima adik bayi, seperti Mam dapat memberitahu kepadanya bahwa ia akan kedatangan adik bayi dari sekarang. Mam juga dapat menjadikan ia tim dalam turut memberikan perhatian kepada adik bayi. Berikan apresiasi atas usahanya menerima adik bayi, contohnya melalui pujian saat ia memberikan ide-ide apa yang akan dilakukan jika adik bayi datang. Ia perlu tahu bahwa opininya penting dan didengarkan oleh Mam. Mam dqpat melakukan persiapan ini dengan santai dan ringan kepada si sulung.
• Ia juga akan memasuki usia yang umum saat tantrum (ledakan emosi) terjadi. Ia perlu belajar mengenai pengenalan emosi. Saat ia menangis keras, Mam dapat mengecek perasaan apa yang sesungguhnya sedang terjadi dalam dirinya. Misalnya ia sebenarnya sedih karena orang-orang di sekelilingnya tidak mengerti maunya, Nyatakan emosi yang terjadi dalam dirinya dan juga sebabnya jika Mam tahu, Mam dapat memeluknya dan mengatakan, “kamu sedih ya, sayang, karena kamu mau sesuatu tapi kita ga mengerti. Maaf ya..” lalu Mam bisa mengusap-usap dia hingga lebih tenang atau membantu mengalihkan perhatiannya pada hal lain. Saat ia rewel atau menampilkan ekspresi emosi yang tidak menyenangkan, ia perlu tahu bahwa emosi buruknya diterima dan dipahami oleh Mam. Bedakan antara emosi dan ekspresi emosi; emosinya kita terima, tetapi ekspresi emosinya dalam tingkah laku yang perlu kita bantu perbaiki. Jika Mam mau menegurnya, hindari label negatif seperti kamu anak yang tidak baik. Tetapi Mam dapat mengatakan tingkah laku apa yang tidak diterima seperti, “kamu marah ya, jadi kamu nangis keras sekali.. kamu jadi capai, tapi memang sekarang waktunya tidur, jadi kita tidur ya”. Sebisa mungkin tetap berikan ritme / aturan / disiplin yang mudah dimengerti oleh anak, tidak berubah-ubah, sehingga regulasi anak, termasuk regulasi emosinya, menjadi lebih terkelola karena ia mudah memahami ritme/aturannya.
• Tetap bangun kemandiriannya sesuai usia perkembangannya. Jika ia sudah bisa makan sendiri, baiklah ia makan sendiri. Jika ia mau pilih bajunya sendiri, biarkan ia pilih bajunya sendiri. Jika ia punya tas, tidak apa-apa jika ia mau bawa tas kecilnya. Dengan kita membangun kemandiriannya dan memberikan apresiasi / rasa bangga pada kemandiriannya, hal ini juga akan membantu membangun kepercayaan dirinya dan dapat meminimalisir potensi kecemburuan pada adik bayi.

Terima kasih telah menggunakan fitur Smart Consultation Parenting Club. Semoga jawaban yang saya berikan dapat membantu. Jika ada keluhan atau kendala lainnya, silahkan menggunakan Smart Consultation Parenting Club lagi ya Mam.

Astrid WEN, M.Psi

Astrid WEN,M.Psi, Psikolog & Praktisi Theraplay adalah Psikolog lulusan Universitas Indonesia dengan pengalaman praktek 10 tahun dan mengambil spesialisasi Theraplay dari The Theraplay Institute, Chicago. Saat ini aktif sebagai praktisi Theraplay pertama di I

ask Astrid WEN, M.Psi lihat detail
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top