Psikolog

Cara mengatasi anak yg cengeng & tantrum

By: Erna Widjianti

Detail: Selamat malam dok, saya seorang ibu dari 1 orang anak perempuan berumur 5 tahun 1 bulan dan sudah bersekolah di TK. Dan yg ingin saya bagaimana cara mengatasi anak saya sedikit2 menangis kapan dan dimanapun bahkan di tmpt umum apabila keinginannya tdk terpenuhi bahkan tantrum kadang membuat saya merasa malu. Dan kalo anak saya sdh beraikap membuat 1 rumah ikut jengkel & marah. Padahal saya sdh terapkan sikap yg konsisten tuk disiplin wktu dan lain-lainnya. Dan saya jg sudah menasihatinya dgn baik2 tpi knp msh diulangi lagi perbuatannya kdg saya harus marah2 bru dia bisa berhenti menangis. Tapi jg kdg nenek & kakeknya tdk mendukung konsisten yg saya terapkan. Kalo sdh begitu bagaimana mengatasinya saya sampai bingung. Terimakasih

Pelangi Midi Prathami
Expert

Halo Mam Erna, terima kasih atas pertanyaannya. Saya memahami apa yang Mam rasakan saat ini.
Melihat usia si Kecil yang sudah menginjak 5 tahun, sebenarnya ia sudah dapat memahami konsep aturan dan nilai (baik vs tidak baik atau benar vs salah). Bukan tidak mengerti jika ia mengulangi suatu perilaku yang tidak diharapkan, namun, pada prakteknya sangatlah wajar jika masih harus diberikan pengulangan untuk masalah aturan hingga apa yang dipahaminya dapat ia tunjukan dan terapkan di dalam kesehariannya seperti halnya harapan lingkungan. Memang akan membutuhkan waktu, karena melalui suatu proses belajar, dari tidak bisa mengendalikan keinginan menjadi bisa mengendalikan keinginan. Oleh karena itu, Mam dan Pap maupun orang-orang dewasa lain di sekitarnya tetap harus bersikap konsisten untuk “tidak” memenuhi keinginan si Kecil yang sesaat, sekalipun ia adalah anak tunggal yang tentu telah terbiasa mendapat perhatian dan ingin diperhatikan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Sikap inkonsisten dapat terjadi misalnya jika orang dewasa di sekitarnya tidak tahan mendengar jeritan atau tangisannya, sehingga akan meredakannya dengan segera memberikan apapun yang si Kecil inginkan. Sikap ini tentu kurang mendidik si Kecil untuk aspek pengendalian dorongan diri, emosinya, bahkan motivasi berprestasinya, jika si Kecil terlalu mudah untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Maka, Mam perlu mengkomunikasikannya kepada semua orang di rumah yang terlibat di dalam pengasuhan si Kecil untuk dapat bersikap tegas, dan tidak menanggapinya secara berlebihan.
Selain itu, sebaiknya berhati-hatilah dengan pemberian label ‘cengeng’ pada si Kecil, karena hal ini dapat tertanam ke dalam benaknya, dan ia akan cenderung mengulangi perilaku tersebut sesuai sebutan atau label yang diberikan lingkungan kepada dirinya.
Terima kasih telah menggunakan fitur Smart Consultation Parenting Club. Semoga jawaban yang saya berikan dapat membantu. Jika ada keluhan atau kendala lainnya, silahkan menggunakan Smart Consultation Parenting Club lagi ya Mam.

Pelangi Midi Prathami

Pelangi Midi Prathami, S.Psi., Psikolog.  adalah psikolog lulusan Universitas Islam Bandung. Saat ini aktif sebagai Team Redaksi Klikdokter.com, dan narasumber Parenting Konselor.

ask Pelangi Midi Prathami lihat detail
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top