Psikolog

gampang menangis, tantrum dan ketergantungan dengan permen

By: Jamilah Muammar

Detail: Hallo dok..saya mempunyai anak umur 2 tahun saya sering kewalahan dengan sikap manja anak saya, yang selalu merengek minta permen, kalo dengan saya dan suami tidak pernah memanjakannya dengan permen atau jajanan yang lain, tapi kalo sudah dengan kakek neneknya dia selalu merengek minta belikan jajanan yang terkadang membuat selera makan berkurang. Anak saya juga gampang menangis dan takut apabila bertemu dengan orang lain yang menyapanya, mohon bantuannya dok untuk mengatasi anak saya agar tidak menjadi kebiasaan yang sulit untuk dirubah ke depannya

Pelangi Midi Prathami
Expert

Halo Mam Jamilah, terima kasih atas pertanyaannya. Saya memahami apa yang Mam rasakan saat ini.
Pola yang Mam & Pap terapkan sudah tepat, dengan tidak memanjakannya dengan permen atau jajanan. Jika pola asuh Kakek dan Nenek tidak terelakkan, tampaknya Mam perlu berkomunikasi dengan Kakek dan Nenek melalui pendekatan yang bijak. Mam bisa memulainya dengan menyampaikan program nutrisi si Kecil yang sedang bertumbuh, sehingga perlu menghindari permen atau jajanan sejenis, yang dapat mengganggu pola makan sehatnya.
Kalaupun Kakek & Nenek tetap ingin memberikannya sesuatu, perbolehkan saja makanan sehat favorit si Kecil. Kalau tujuannya ingin memberikan reward, perbolehkan reward tertentu (bukan permen), dengan syarat jika si Kecil sudah menampilkan perilaku baik, yang diharapkan, seperti membereskan mainan, menghabiskan makan buah atau makan siangnya. Hal ini akan membuat si Kecil belajar menunda keinginannya yang sesaat dan mengendalikan keinginannya. Reaksi tantrumnya merupakan bentuk frustrasi karena tidak mendapat apa yang ia inginkan, tetapi hal itupun akan si Kecil gunakan untuk memanipulasi orang dewasa dalam memenuhi keinginannya. Hal ini bisa menjadi pola yang menetap jika tidak diputus atau dihentikan. Tentunya sikap tegas dan konsisten Kakek Nenek sangat diperlukan. Komunikasikan kepada Kakek Nenek, bahwa tidak apa membiarkan si Kecil menangis setiap kali tidak mendapat yang ia inginkan (permen) beberapa saat. Di usianya, Si Kecil pun harus belajar bahwa tidak semua keinginannya harus kita penuhi. Meskipun masih terlihat kecil, tetapi si Kecil akan belajar yang namanya "kontrol" baik untuk emosi maupun dorongan/keinginannya itu.

Di usianya yang menginjak 2 tahun, adalah masa di mana si Kecil belajar mengembangkan perilaku sosial dan emosinya dengan lebih luas, tidak hanya sekedar di dalam lingkungan keluarga inti saja.
Mam bisa mengajak si Kecil lebih sering bermain di luar rumah, terlibat dalam permainan dan menjadi model baginya. Misalnya, mengkondisikannya dengan memberinya contoh bagaimana bertegur sapa dengan orang lain, bagaimana cara bertutur, mengajaknya bermain dan mengikuti aturan permainan bersama teman- teman sebayanya. Sehingga, ia akan melihat bagaimana Mam berperilaku, dan bagaimana merasa nyaman bersama orang lain.
Berikan juga penguatan, jika si Kecil sudah bisa melakukan salah satu perilaku yang diharapkan. Juga berikan nama terhadap emosi yang ia rasakan, misal dengan mengatakan "Senang sekali ya mainnya"ạtau “Seru yaa”. Dengan demikian, ia akan belajar membiasakan dirinya dengan kehadiran orang lain melalui cara yang berproses. Perlahan-lahan, rasa takut dan cemasnya akan semakin berkurang.
Terima kasih telah menggunakan fitur smart consultation Parenting Club. Semoga jawaban yang saya berikan dapat membantu. Jika ada keluhan atau kendala lainnya, silahkan menggunakan smart consultation Parenting Club lagi ya Mam.

Pelangi Midi Prathami

Pelangi Midi Prathami, S.Psi., Psikolog.  adalah psikolog lulusan Universitas Islam Bandung. Saat ini aktif sebagai Team Redaksi Klikdokter.com, dan narasumber Parenting Konselor.

ask Pelangi Midi Prathami lihat detail
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top