Psikolog

Mengendalikan emosi anak

By: Yana putri putri

Detail: Trimakasih... Sayaemiliki 3 putra yang 1 5 thn. Yang ke 2-3tahun... Mereka tingkat emosinya tergolong tinggi.. Bagaimana saya bisa menenangkan putra2 saya agar tidak mudah emosi

Pelangi Midi Prathami
Expert

Halo Mam Yana, terima kasih atas pertanyaannya. Saya memahami apa yang Mam rasakan saat ini.
Suatu emosi yang dimiliki seseorang merupakan hasil interaksi antara orang tua dan si Kecil yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Bagi seorang balita, figur Mam adalah idola mereka. Sehingga, apa yg dilakukan oleh Mam ataupun bagaimana reaksi emosi Mam terhadap sesuatu akan mereka pelajari, mereka tiru dan mereka identifikasikan sebagai metode penyelesaian dari suatu masalah, termasuk juga bagaimana cara yang Mam pilih untuk keluar dari perasaan yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, si Kecil perlu belajar untuk mengelola emosinya dengan baik.
Ada beberapa cara agar si Kecil dapat mengelola emosinya sendiri dengan baik :
1. Si Kecil perlu mengenali emosinya
Semakin Si Kecil pandai mengidentifikasikan perasaannya, maka Mam pun akan semakin mudah mengajak si Kecil untuk menenangkan dirinya. Jelaskan pada si Kecil bahwa rasa senang, bahagia, takut, sedih ataupun marah bisa dirasakan oleh siapapun. Untuk si Kecil yang masih berusia balita, Mam dapat menunjukan emosi dengan bantuan gambar emoticon dari setiap emosi. Biarkan ia memilih.
2. Bertanya dan memberikan identifikasi dari setiap respons emosi yang keluar dari si Kecil
Ketika Mam mengamati si Kecil terlihat menangis, tanyakan apa perasaannya. Mam tidak perlu memberikan nama/label dari emosinya. Biarkan si Kecil yang memberikan label dari perasaannya. Misal, ia sebutkan kesal. Lalu, tanyakan kembali, “Apa yang membuat kamu kesal?”. Doronglah si Kecil untuk menceritakannya pada Mam dan tunjukan sikap kooperatif Mam untuk mau mendengarkan keluhannya. Biasanya pada usia balita si Kecil sudah bisa diajak bercerita, ajak Si Kecil menceritakan perasaannya.
3. Beri ruang pada si Kecil dan tentukan aturannya
Misalnya, Mam dapat mengatakan, “Kamu boleh marah, tapi kamu tidak boleh merusak atau menyakiti saudaramu.”
4. Posisikan diri Mam sejajar dengan si Kecil, baik bahasa tubuh maupun perasaan Mam terhadap si Kecil. Tunjukan keterbukaan perasaan.
5. Gunakan intonasi yang tegas ketika mengingatkannya pada aturan. Semakin Mam konsisten dengan aturan yang sudah disepakati, keberhasilan Si Kecil dalam mengendalikan dirinya akan semakin besar.
Terima kasih telah menggunakan fitur Smart Consultation Parenting Club. Semoga jawaban yang saya berikan dapat membantu. Jika ada keluhan atau kendala lainnya, silahkan menggunakan Smart Consultation Parenting Club lagi ya Mam.

Pelangi Midi Prathami

Pelangi Midi Prathami, S.Psi., Psikolog.  adalah psikolog lulusan Universitas Islam Bandung. Saat ini aktif sebagai Team Redaksi Klikdokter.com, dan narasumber Parenting Konselor.

ask Pelangi Midi Prathami lihat detail
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top