Psikolog

Pemalu

By: Reza eka Nosevi

Detail: Bagaimana cara mengatasi anak yang pemalu?

Astrid WEN, M.Psi
Expert

Halo Mam Reza Eka Nosevi, terima kasih atas pertanyaannya. Saya memahami apa yang Mam rasakan saat ini. Pertanyaan Mam termasuk dalam kesehatan Anak. Mam bisa menanyakan pertanyaan tersebut kepada Psikolog dari Parenting Club, yaitu Astrid WEN M.Psi.
Berikut tips untuk membantu si Kecil yang pemalu:
• Anak yang pemalu biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial yang baru. Berikanlah waktu yang lebih lama bagi anak untuk ia beradaptasi dan benar-benar nyaman di lingkungan tersebut. Pada sebagian anak, hal ini dapat berarti beberapa kunjungan pada tempat tersebut. Sepanjang anak tidak menolak datang ke tempat itu, meski ia masih memunculkan sifat malu, tidak apa-apa diajak kesana lagi.
• Saat ia bersama dengan kita, being connected emotionally dengan dia menjadi sangat penting. Saat ia merasa terkoneksi dengan kita, ia akan merasa nyaman berada dekat dengan kita. Yang dapat kita lakukan dalam mendekati dirinya, adalah:
1. Berada di sampingnya dan samakan tingkat aktivitas (energi) kita dengan dia. Jika pace/tingkat aktivitas dia pelan, kita juga pelan.
2. Turunkan ekspektasi bahwa dia harus segera menjadi tidak pemalu. Tujuan pertama yang ingin kita sasar adalah bagaimana ia bisa menyadari keberadaan kita dan tetap merasa aman, jadi ia tidak menganggap kehadiran kita sebagai suatu ketakutan/ancaman bagi dirinya.
3. Carilah sesuatu yang bisa menjadi penghubung di antara kita dan anak, misal saat ia melakukan sesuatu, kita menceletuk atau memuji apa yang sedang ia kerjakan. Atau saat dia mengerjakan origami, kita juga mengerjakan origami. Hal-hal penghubung ini akan menjadi penyatu kebersamaan antara dia dan kita.
4. Jika ia melihat kita, balaslah tatapannya dengan tatapan yang hangat dan senyuman. Hal ini akan menunjukkan penerimaan kepada dirinya.
5. Bermainlah bersama dirinya. Nikmati waktu kebersamaan dengannya dan tidak perlu harus mencapai suatu target. Hanya nikmati momen dengannya.
6. Saat ia mulai akrab dengan kita, perkenalkan dirinya dengan yang lain, lagi-lagi juga berikan waktu dan turunkan ekspektasi saat ia berkenalan dengan yang lain.
• Lakukan playdate dengan anak-anak / sepupu-sepupu yang ia merasa familiar. Kegiatan bermain bersama dengan anak-anak lain yang ia kenal akan membantu meningkatkan kemampuan bersosialisasinya.
• Di waktu lain, berikan kegiatan eksplorasi padanya dan cari tahu kira-kira dimana ia memiliki minat; apakah di kegiatan tari atau musik, atau di kegiatan alam, atau di kegiatan membaca. Kembangkan potensi melalui kegiatan eksplorasi minatnya tersebut. Dengan ia mendapatkan perasaan kompeten pada hal yang ia minati, hal ini juga akan menambahkan kepercayaan dirinya.

Terima kasih telah menggunakan fitur Smart Consultation Parenting Club. Semoga jawaban yang saya berikan dapat membantu. Jika ada keluhan atau kendala lainnya, silahkan menggunakan Smart Consultation Parenting Club lagi ya Mam.

Astrid WEN, M.Psi

Astrid WEN,M.Psi, Psikolog & Praktisi Theraplay adalah Psikolog lulusan Universitas Indonesia dengan pengalaman praktek 10 tahun dan mengambil spesialisasi Theraplay dari The Theraplay Institute, Chicago. Saat ini aktif sebagai praktisi Theraplay pertama di I

ask Astrid WEN, M.Psi lihat detail
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top