Psikolog

perilaku anak

By: Fitri rahmadani Hamka

Detail: bissmillah, perkenalkan nama saya fitri, anak saya berusia 14 bulan. yang ingin saya pertanyakan soal perilaku anak saya. bagaimana saya harus mengatasinya. anak saya ketika dia marah, atau ada hal yg dia inginkan yang tidak saya penuhi. anak saya langsung duduk dan menangis sambil membenturkan kepalanya ke lantai. pernah juga klo lagi marah karena mainannya diambil atat ada hal yang tidak disukainya itu langsung memukul saja. bagaimana sya mengatasi anak sya, biasa klo bpak saya yang jaga dan dia menangis karena jatuh bpk saya biasanya memukul benda yang membuatnya terjatuh. sementara ibu saya klo menjaganya kadang klo lagi gemmes dia mencubit anak saya. dan saya merasa efek sikap dan perilakunya jadi kasar ke orang. kadang memukul atau mencubit. bagaimana sya menghadapi atau mengajarkan ke anak saya. krn saya dan suami berjauhan karena kerjaan. dan kami sama2 bekerja. tapi penempatan saya dan suami itu berbeda. kadang kami cuman bertemu 2 kali dalam sebulan? saya mohon bantuannya tuk bisa menyelesaikan msalah psikologi anak saya ini dok. makasih banyak sebelumnya

Astrid WEN, M.Psi
Expert

Halo Mam Fitri Rahmadani Hamka, terima kasih atas pertanyaannya. Saya memahami apa yang Mam rasakan saat ini. Pertanyaan Mam termasuk dalam kesehatan Anak. Mam bisa menanyakan pertanyaan tersebut kepada Psikolog dari Parenting Club, yaitu Astrid WEN M.Psi.

Ada di posisi Mam, rasanya akan lebih baik jika support system Mam lebih paham dalam membantu pengasuhan anak Mam. Semoga respon ini dapat membantu Mam dan keluarga dalam memberikan pengasuhan yang terbaik untuk si Kecil. Berikut adalah beberapa tips praktikal dalam menghadapi ledakan emosi anak.
• Saat si Kecil menangis dan membenturkan kepalanya, ia dalam kondisi frustrasi. Jika hal ini terjadi, angkat dan peluklah dia. Bantu menenangkan dirinya. Jaga agar ia tidak sampai menyakiti dirinya. Jika ia melentingkan dirinya, usahakan Mam dapat memeluknya dengan posisi yang membuat ia lebih tenang. Bayangkan Mam adalah pohon yang teduh dan kuat baginya. Hindari mengguncang atau membiarkannya menyakiti diri sendiri. Jika Mam tidak kuat, Mam dapat meletakkannya di atas tempat tidur atau sofa, yang membuat ia aman saat ia mengekspresikan rasa keputusasaannya. Tetap di sampingnya dan Mam dapat memberikan sentuhan yang membuat ia merasa aman, seperti memegang atau mengusap punggung atau lengannya agar ia lebih tenang. Mam dapat katakan, “Kamu marah sekali ya. Mam mendengarkan kamu. Mam ada disini untuk kamu.”
• Jika ia kelepasan memukul, pastikan ia dalam kondisi yang aman dan cek kondisi situasi yang sedang terjadi. Pastikan anak lain yang dipukul dalam kondisi aman atau barang-barang yang dipukulnya cukup jauh dari jangkauan anak. Kembali, kita bantu dia mengidentifikasikan emosinya, kita dapat mengatakan, “Kamu marah ya nak karena mainannya diambil.” Lalu kita dapat memeluk dan menenangkan dirinya.
• Saat dia tenang kita dapat memberitahu kepadanya mengenai cara menyayangi teman atau bahwa kita tidak menyakiti orang lain dengan cara memukul. Hal ini juga dapat disampaikan melalui buku cerita.
• Di lain waktu sebelum ia dan teman-temannya bermain bersama, kita dapat memberikan aturan bermain yang sederhana agar mereka dapat bermain bersama, misalnya menyebutkan macam-macam alat bermainnya dan menanyakan kepada setiap anak ia mau bermain yang mana dahulu, lalu katakan bermainnya bergantian.
• Dampingi si Kecil dalam bermain. Pada usia ini, pendampingan kita berperan penting sekali untuk mengantisipasi konflik.
• Jika Mam dapat mengkomunikasikan kepada orangtua untuk tidak mencubit cucunya, maka hal ini akan baik bagi keduanya, karena mgkn orangtua juga belum tahu cara menangani perilaku tertentu anak, misalnya dalam hal mencubit, Mam dapat menanyakan perihal kejadian apa yg membuat Ibu mencubitnya, lalu kita mendengarkannya dan dapat mengatakan solusi lain yang dapat dilakukan oleh Ibu, misalnya, “kasihan Ibu harus cubit dia. Pasti Ibu merasa kesal jadi Ibu cubit. Lain kali kalau Ibu kesal, Ibu langsung panggil saya, nanti saya yang akan atasi masalahnya. atau Ibu boleh langsung telepon saya, saya akan dengarkan Ibu. Lalu habis saya kerja, saya akan beritahu anak”.
• Pada waktu-waktu yang tenang, dimana Mam dapat berbincang-bincang dengan Kakek atau Nenek, secara santai Mam dapat mengkomunikasikan dengan cara seperti apa yang Mam harapkan dalam hal-hal pengasuhan anak. Meski perbedaan cara pengasuhan Kakek dan Nenek mungkin di luar kontrol kita, komunikasi yang tetap dilakukan oleh Mam akan membuat Kakek dan Nenek merasa di hargai.

Pada keluarga Mam, yang dikhawatirkan adalah terjadi kurangnya pemenuhan kebutuhan emosional, bukan hanya pada anak, tetapi juga pada anggota keluarga lain, misalnya pada Nenek. Jika Mam hanya sendiri dan bertemu dengan suami hanya 2 kali dalam sebulan, tetapi orangtua juga sepertinya membutuhkan pengawasan dan perhatian dari Mam, Mam memerlukan bantuan support system yang lebih kuat secara emosional karena Mam akan mungkin sering kelelahan emosi. Saran yang dapat diberikan:
- Alokasikan waktu Mam misalnya 1 kali per 2 minggu untuk menghabiskan waktu dengan 1 atau 2 orang sahabat yang lebih kuat/stabil secara emosional sehingga pada waktu Mam bertemu dengan mereka, Mam dapat sharing beban emosi ke mereka dan mereka dapat memberikan pemenuhan kebutuhan emosional, seperti: mereka dapat mendengarkan keluh kesah Mam, memberikan pelukan, tawa, semangat, dan mungkin memberikan beberapa saran penyelesaian masalah, agar saat Mam kembali ke keluarga, Mam merasa lebih segar dan mampu memberikan kebutuhan emosional bagi anak dan orangtua.
- Saat suami datang, Mam dapat berbagi beban pengasuhan anak bersama melalui cara seperti percayakan kepada suami dalam hal pengambilan keputusan selama dia hadir bersama dengan kita. Dukung cara-caranya dalam pengambilan keputusan, meski mungkin dinilai berbeda dari cara-cara kita terbiasa mengasuh anak. Dengan berbagi beban seperti ini, Mam dapat menghimpun energi lebih banyak untuk saatnya digunakan pada saat-saat ledakan emosi anak terjadi.

Terima kasih telah menggunakan fitur Smart Consultation Parenting Club. Semoga jawaban yang saya berikan dapat membantu. Jika ada keluhan atau kendala lainnya, silahkan menggunakan Smart Consultation Parenting Club lagi ya Mam.

Astrid WEN, M.Psi

Astrid WEN,M.Psi, Psikolog & Praktisi Theraplay adalah Psikolog lulusan Universitas Indonesia dengan pengalaman praktek 10 tahun dan mengambil spesialisasi Theraplay dari The Theraplay Institute, Chicago. Saat ini aktif sebagai praktisi Theraplay pertama di I

ask Astrid WEN, M.Psi lihat detail
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top