Info Nutrisi

3 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengandung Bayi Kembar

By: Alia An Dhiva 2016-11-10 23:46:13 (UTC)
Apakah di  keluarga Mam atau Pap ada yang memiliki anak kembar? Jika ada, maka Mam pun berpeluang untuk mengandung anak kembar, lho. Peluang untuk mengalami kehamilan bayi kembar juga lebih besar pada ibu hamil yang menjalani program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.

Mengandung bayi kembar dapat dianggap sebagai “tantangan” tersendiri bagi ibu hamil. Pada kehamilan bayi kembar, gejala-gejala yang dialami oleh ibu hamil umumnya terasa lebih berat dibandingkan kehamilan tunggal. Misalnya, Mam jadi lebih cepat lelah, berat badan melonjak lebih tinggi, morning sickness terjadi sepanjang hari, dan lain sebagainya. Hal itu terjadi karena gejolak hormon kehamilan yang memang lebih “dahsyat” dibandingkan pada kehamilan tunggal.  

Maka dari itu, dokter biasanya akan mengingatkan Mam untuk memberi perhatian ekstra dalam menjaga kehamilan. Alasan lainnya, kehamilan bayi kembar lebih rentan terhadap sejumlah komplikasi, seperti keguguran, preeklampsia, diabetes gestasional, dan kelahiran prematur. Berikut 3 hal penting yang perlu Mam perhatikan untuk menjaga kehamilan bayi kembar senantiasa sehat. 


1.    Rajin kontrol kehamilan
Pada kehamilan biasa, ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan setidaknya tiga kali. Jika Mam mengandung bayi kembar, biasanya jadwal pemeriksaan kehamilan akan menjadi lebih sering. Hal ini penting untuk memantau kondisi pertumbuhan janin, kesehatan Mam, serta apakah ada risiko terjadinya kelahiran prematur. Maka, jangan pernah melewatkan jadwal kontrol kehamilan ya, Mam.

2.    Menjaga asupan nutrisi
Karena Mam sedang mengandung dua bayi, maka kebutuhan nutrisinya pun lebih tinggi dibandingkan pada kehamilan tunggal. Agar pertumbuhan janin berlangsung baik dan sehat, Mam perlu mengonsumsi lebih banyak asam folat, zat besi, kalsium, protein, dan nutrisi esensial lainnya. Pastikan menu makan harian Mam mengandung berbagai zat gizi tersebut, ya. Selain itu, jangan sampai terlupa untuk meminum suplemen kehamilan yang telah direkomendasikan oleh dokter. Mam dapat mengetahui daftar suplemen kehamilan penting bagi ibu hamil di laman ini .

3.    Menjaga berat badan
Peningkatan berat badan yang normal pada kehamilan bayi kembar adalah 17-25 kilogram. Jika berat badan Mam mengalami kenaikan lebih tinggi dari itu, maka Mam berisiko mengalami hipertensi, diabetes gestasional, dan kemungkinan juga harus melahirkan secara Caesar. Maka dari itu, meski nafsu makan Mam sangat tinggi sepanjang kehamilan, perhatikan asupan makanan yang dikonsumsi ya, agar pertambahan berat badan tidak melebihi batas aman. Mam bisa mengintip panduan makan sehat untuk ibu hamil di laman ini

Karena risiko terjadinya komplikasi lebih tinggi pada kehamilan bayi kembar, Mam harus lebih berhati-hati dalam menjaga kehamilan. Hari perkiraan lahir bayi kembar pun biasanya lebih cepat dibandingkan kehamilan biasa. Demi keselamatan bayi, dokter juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan persalinan pada saat usia kehamilan Mam mencapai 38 atau 39 minggu. Selamat menjalani kehamilan kembar ya, Mam.


Sumber:
mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/twin-pregnancy/art-20048161?pg=2
babycentre.co.uk/a3584/pregnant-with-twins-potential-complications
ayahbunda.co.id/prakonsepsi-gizi-kesehatan/kemungkinan-hamil-kembar
tabloid-nakita.com/Kehamilan/8-Tanda-Mengandung-Anak-Kembar
parenting.co.id/hamil/hamil+anak+kembar%2c+ini+tantangannya%21
Diakses pada 18 September 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Info Nutrisi

Sukses Lewati Trimester Pertama Kehamilan

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 21:01:03 (UTC)
Kehamilan mengharuskan calon Mam untuk memerhatikan asupan nutrisinya demi kebutuhan perkembangan janin. Namun kehamilan pada trimester pertama seringkali mendatangkan keluhan yang disebut morning sickness, yang dapat dideskripsikan sebagai rasa mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Meski hal ini pada umumnya biasa terjadi, morning sickness yang terus menerus dan berlebihan dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi pada Mam yang tengah hamil.

Ketika Mam hamil, tubuh akan memproduksi HCG (Human Chorionic Gonadotropin), yang menjadi penyebab timbulnya rasa mual. Selain itu, tubuh mereka juga mengalami peningkatan hormon estrogen dan progesteron hingga 40 kali lipat. Hal inilah yang memperparah kondisi mual. Meski demikian, munculnya rasa mual pada masa kehamilan oleh wanita di atas usia 30 tahun diyakini mengurangi risiko keguguran.

Trimester satu kehamilan merupakan masa pertumbuhan organ penting pada janin. Nutrisi seperti karbohidrat, protein, omega 3, zat besi, kalsium dan asam folat adalah beberapa nutrisi yang membantu memaksimalkan pertumbuhan janin di dalam rahim. Asam folat mampu mencegah terjadinya cacat pada janin, sementara karbohidrat menjadi sumber energi dalam proses pembentukan jaringan tubuh janin.


Agar janin tetap mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan, atasi morning sickness dengan langkah berikut:
  • Hindari makanan yang beraroma kuat. Perhatikan dan hindari makanan yang dapat menyebabkan Mam merasa mual.
  • Konsumsi makanan dalam jumlah sedikit tapi sering.
  • Coba konsumsi air lemon untuk mengurangi rasa mual yang bermanfaat sebagai antioksidan dan dapat membantu tubuh dalam menyerap zat besi.
  • Hindari makanan olahan atau kemasan.
Sumber:
https://www.livestrong.com/article/526558-why-do-you-throw-up-when-youre-pregnant/
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/morning-sickness/symptoms-causes/syc-20375254
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top