Kesehatan

4 Langkah Optimalkan Pertumbuhan Otak Si Kecil di Periode Emas

By: Alia An Dhiva 2017-04-09 21:42:28 (UTC)
Pertumbuhan otak si Kecil dimulai sejak awal kehamilan dan berlangsung terus hingga setelah ia lahir. Puncak dari proses pertumbuhan itu adalah saat ia berusia 2 tahun, ketika berat otaknya mencapai 80% dari berat otak orang dewasa. Masa ini disebut periode emas, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan anak ketika pertumbuhan otaknya berlangsung paling cepat. Pada periode emas yang hanya terjadi sekali dalam seumur hidup ini, kepintaran anak berkembang sangat pesat. 

Otak terdiri dari kumpulan neuron (sel otak) dan sinaps (sambungan antar-neuron). Neuron berfungsi  mengirimkan sinyal/pesan dan memproses informasi. Sementara, sinaps adalah persimpangan/pertemuan antar-neuron, sehingga sinyal/pesan bisa diteruskan ke neuron lain. Semakin banyak sinaps yang terbentuk, kemampuan otak si Kecil semakin meningkat.

Menurut dr. Ahmad Suryawan, SpA (K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak & Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo – FK Unair, Surabaya, proses pembentukan sinaps dapat terjadi karena adanya pengalaman dan stimulasi yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Sinaps secara alami akan berkurang jika pengalaman atau stimulasi tidak dilakukan. 

​Pada waktu kelahirannya, si Kecil telah memiliki 100 miliar neuron di otaknya. Namun, mayoritas neuron tersebut masih belum matang, sedangkan sinaps masih lemah atau bahkan belum terbentuk. Nah, ini 4 langkah penting yang dapat Mam lakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan otak si Kecil di periode emas:

1. Cari tahu  kepintaran si Kecil
Sebagaimana disampaikan oleh Howard Gardner, pakar pendidikan dari Harvard University, setiap anak sebenarnya memiliki 8 jenis kepintaran, meski dengan potensi yang berbeda-beda. Untuk mengetahui kepintaran si Kecil, Mam cukup manfaatkan fitur Smart Strength Finder yang terdapat di situs Parenting Club Powered by Wyeth Nutrition

2. Berikan stimulasi yang tepat
Mam, anak perlu mendapatkan stimulasi rutin secara dini dan terus-menerus pada setiap kesempatan. Maka, berikan stimulasi yang tepat sesuai dengan tahapan usia si Kecil, serta kepintaran yang ia miliki, ya. Panduan dalam memberikan stimulasi untuk melatih kepintaran anak dapat Mam lihat di laman ini .

3. Sinergikan kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial
Setelah mengetahui jenis kepintaran yang dimiliki si Kecil, Mam akan memiliki gambaran lebih jelas untuk mengembangkan kepintarannya agar pintarnya beda. Caranya dengan mensinergikan kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial si Kecil. Misalnya, si Kecil menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap musik dan gambar. Maka, Mam dapat memanfaatkan potensi itu untuk mengembangkan kepintaran lainnya, seperti menggoyang-goyangkan badan (body smart) dan menyanyi bersama-sama saat playdate (people smart).

4. Dukung dengan nutrisi tepat
Pemberian nutrisi, bersama dengan stimulasi, sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil. Nutrisi berperan dalam proses pembentukan sel saraf otak dan mielinisasi (pematangan selubung saraf).

​Kini Mam semakin tahu bahwa periode emas adalah masa paling penting bagi perkembangan otak si Kecil. Manfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk melatih kepintaran anak ya, Mam. 

Source:
  • cyf.govt.nz/documents/info-for-caregivers/fds-cd-stages-of-brain-dec11-hu.pdf
  • Soetjiningsih dkk. (2013). Tumbuh Kembang Anak, Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. hal. 17-19
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Berbagi Tugas, Harus Itu!

By: Wyeth Nutrition 2017-11-01 03:20:48 (UTC)
Keluarga itu ibarat tim. Kalau timnya kompak, pasti anak tumbuh sehat, mandiri,  dan bahagia. Nah, biar kompak, Mam dan Pap harus berbagi tugas baik dalam mengatur rumah tangga maupun mengasuh anak. Jangan pasrahkan semua urusan anak pada Mam saja, karena peran Pap juga tak kalah pentingnya. 
Berikut ini beberapa ide berbagi tugas yang bisa Mam & Pap terapkan:
  • Bikin aturan main terlebih dulu

    Sebelum menerapkan pada anak, sebaiknya Mam dan Pap membuat kesepakatan terlebih dulu mengenai aturan umum pengasuhan anak, seperti kapan jam tidur, waktu makan, bermain, dan belajar. Dengan begitu Mam dan Pap terlihat kompak di mata anak. 

  • Pembagian tugas yang jelas

    Mam dan Pap harus mendiskusikan pembagian tugas yang jelas, terutama yang menyangkut urusan rumah tangga. Bagi tugas dengan persetujuan bersama agar tidak ada yang merasa terbebani. Misalnya saja, setiap akhir pekan atau libur, Pap mendapat tambahan tugas mencuci piring. Atau setiap kali Mam lagi sibuk di dapur, Pap harus menemani si Kecil. Selain membantu Mam, Pap pun makin akrab dengan si Kecil.

  • Jaga sikap

    Anak adalah produk lingkungannya. Balita suka sekali meniru apa saja yang dilihatnya. Untuk itu Mam dan Pap harus kompak menjaga sikap, tutur kata, dan kalau perlu hilangkan kebiasaan buruk agar tak ditiru anak. 

  • Jadilah teman bermain yang asyik

    Dunia anak adalah bermain, maka jadilah teman bermain yang asyik. Mam dan pap bisa berbagi tugas menemani anak bermain. Misalnya, untuk urusan mainan cowok, seperti main PS atau mobil-mobilan, Mam bisa menyerahkannya pada Pap. Mam bisa nimbrung dengan membuatkan camilan yang lezat. Saat menonton tv, dampingi anak dan beri pengertian tentang acara yang ditontonnya. 

  • Mengajari anak mandiri

    Sikap mandiri penting sekali diajarkan sejak dini agar kelak anak tangguh menghadapi setiap masalah dalam kehidupannya. Mam dan Pap bisa berbagi tugas mengajari anak dengan melibatkan kegiatan di rumah. Bisa dimulai dengan membiasakan anak untuk merapikan kamar, mematikan lampu, dan  membereskan mainannya setelah selesai bermain.

 
 Agar tim di rumah tetap kompak, tambah wawasan Mam dan Pap dengan berkunjung ke sini
 
Sumber:
https://www.coparents.co.uk/blog/how-to-share-parenting-responsibilities/
http://www.parenting.com/news-break/working-parents-sharing-responsibilities-more-balancing-life-less
https://www.ourfamilywizard.com/blog/sharing-kids-and-parenting-responsibilities
http://raisingchildren.net.au/articles/parent_teamwork_skills_-_overview.html
https://www.empoweringparents.com/article/when-parents-disagree-10-ways-to-parent-as-a-team/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top