Kesehatan

5 Cara Menjalin Kedekatan dengan si Kecil Sejak Dalam Kandungan

By: Alia An Dhiva 2017-04-12 21:29:45 (UTC)
Membangun bonding atau kedekatan secara psikologis dengan si Kecil sudah bisa Mam dan Pap lakukan sejak ia berada dalam kandungan, lho. Sejak usia kehamilan 23 minggu, janin sudah mulai bisa mendengar. Karena itu, Mam dan Pap dapat mulai mengajak janin berbicara setelah kandungan memasuki usia trimester kedua. Bila janin telah terbiasa mendengar suara Mam dan Pap sejak dalam kandungan, begitu ia lahir, si Kecil akan lebih mudah menjalin kedekatan dengan Mam dan Pap. Menurut berbagai literatur, bonding yang erat antara orang tua dengan bayi akan memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
 
Selain mengajak janin berbicara, sejumlah tips ini juga bisa dilakukan untuk menjalin kedekatan dengan si Kecil sejak dalam kandungan:
  1. Melakukan pijat hamil

    Pijat hamil merupakan salah satu cara yang sangat menyenangkan untuk menumbuhkan kedekatan dengan janin dalam kandungan Mam. Mam dapat melakukannya setelah usia kehamilan melewati trimester pertama. Gunakan pelembap atau krim kehamilan yang aman untuk Mam saat memijat perut dengan lembut. Sambil memijat, ajak si Kecil berbicara. Minta juga Pap untuk ikut memijat Mam dan mengajak si Kecil berbicara. Hal ini akan membuat Pap lebih terhubung dengan si Kecil.

  2. Ikut kelas yoga kehamilan

    Latihan yoga dalam kelas yoga kehamilan akan membuat tubuh dan pikiran Mam relaks. Dengan demikian, pikiran Mam pun akan lebih terfokus pada janin yang berada di dalam kandungan. Para ahli menyarankan ibu hamil untuk melakukan yoga kehamilan setelah usia kehamilan trimester kedua. Meskipun Mam belum pernah ikut kelas yoga sebelumnya, tidak perlu ragu mengambil kelas yoga kehamilan karena pose-pose yoga untuk pemula cukup mudah dilakukan.

  3. Berendam air hangat

    Mandi berendam air hangat adalah salah satu cara sederhana bagi Mam untuk menikmati “me time”. Segala kesibukan Mam sepanjang hari membuat Mam tidak dapat fokus memikirkan si Kecil dalam kandungan. Ketika mandi berendam air hangat, Mam menjadi lebih relaks dan bisa lebih terhubung dengan si Kecil. Namun, jaga suhu air untuk berendam agar tidak terlalu panas karena dapat membahayakan kandungan.

  4. Merespon tendangan janin

    Mam akan mulai merasakan tendangan dan gerakan si Kecil saat usia kehamilan mencapai 18-20 minggu. Saat si Kecil menendang, cobalah untuk merespon dengan mengelus atau mengetuk lembut perut Mam. Ketika Si Kecil “merespon” kembali, tentu rasanya luar biasa.

  5. Memutar musik untuk janin

    Menurut Carista Luminare-Rosen, PhD, penulis buku Parenting Begins Before Conception: A Guide to Preparing Body, Mind, and Spirit for You and Your Future Child, musik memberikan lingkungan yang tenang bagi janin untuk tumbuh dalam kandungan. Namun, sebaiknya Mam tidak memperdengarkan sembarang musik bagi si Kecil, ya. Musik klasik atau lagu-lagu pengantar tidur anak-anak adalah pilihan yang terbaik. Bernyanyi lembut pada si Kecil juga akan menumbuhkan kedekatan Mam dengannya sejak dalam kandungan.

 

Setiap kali Mam mencoba menjalin ikatan emosional dengan si Kecil, bayangkan saat ia hadir ke dunia nanti. Bayangkan kali pertama Mam menggendong dan menciumnya. Ikatan Mam dengan si Kecil pun akan semakin kuat dari hari ke hari. Selamat mencoba!

Sumber:
  • babycentre.co.uk/a1049630/10-ways-to-bond-with-your-baby-bump
  • webmd.com/baby/features/bonding-with-baby-before-birth#1
  • myvmc.com/pregnancy/bonding-with-your-baby-during-pregnancy/
Diakses pada 20 Desember 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top