Info Nutrisi

5 Jenis Ikan yang Aman Untuk MPASI

By: Wyeth Nutrition 2017-12-06 08:50:36 (UTC)
Masuk usia 6 bulan, bayi harus memulai tahapan barunya dalam hal makan. Makanan yang lebih padat dari pada susu ini akan membantu bayi mencukupi kebutuhan gizinya yang kian bertambah banyak. ASI memang masih dapat memberikan energi pada bayi, namun, saat ini bayi juga membutuhkan zat gizi lain yang jumlahnya kian meningkat. Sama seperti makanan orang dewasa, MPASI atau makanan pendamping ASI juga sebaiknya disajikan dengan makanan yang bervariasi. Hanya saja teksturnya dibuat lebih halus.

MPASI yang bervariasi harus mencakup semua zat gizi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Salah satu sumber protein yang dapat dikenalkan pada bayi adalah ikan. Meskipun menjadi salah satu bahan makanan yang tergolong sebagai makanan alergen (makanan penyebab alergi), namun ikan tetap dapat dikenalkan pada bayi. Untuk melihat reaksi alergi, Anda dapat menerapkan aturan tunggu dan lihat (wait and see). Namun, jika Anda masih ragu, Anda dapat mengunjungi dokter terlebih dahulu untuk berkonsultasi tentang hal ini. 

BIla lampu hijau sudah didapat, Mam dapat mencoba ikan sebagai salah satu bahan MPASI. Beri jeda satu hingga dua hari untuk mencoba jenis ikan tertentu sebelum berganti ke jenis yang lain. Karena, pemicu alergi membutuhkan waktu untuk memperlihatkan gejalanya. Jika terburu-buru diganti, Mam akan kesulitan menerka jenis ikan yang mana yang menyebabkan alergi.

Tak perlu bingung memilih jenis ikan apa saja yang bisa dikenalkan pada bayi. Berikut beberapa jenis ikan yang bisa Anda kenalkan menurut saran dari Bebby Astrika SGz

1. Salmon
Kandungan omega 3 pada ikan salmon memang tak diragukan lagi. Zat gizi ini sangat  berguna untuk tumbuh kembang bayi. Memberikan satu porsi salmon pada bayi sudah memenuhi hampir 80% kebutuhan proteinnya. 

2. Gindara
Tekstur ikan gindara yang cukup lembut membuatnya cocok untuk dijadikan bahan MPASI.  Mam bisa membeli ikan ini  dalam bentuk fillet untuk memudahkan memasak. Kandungan asam lemak omega 3 ikan ini tak jauh berbeda dengan salmon. Ditambah lagi, ikan gindara juga mengandung asam lemak omega 6 yang penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

3. Kakap
Salah satu jenis ikan kakap yang favorit adalah ikan kakap merah. Pengolahannya dapat  dikukus atau dicampurkan ke dalam bubur beras merah saring. Keunggulannya, selain tidak berduri halus, daging kakap juga cukup tebal. Tiap kali memasak, gunakan 50 gram kakap untuk bisa memenuhi kebutuhan protein bayi sebanyak 10 gram.

4. Gurame
Ikan air tawar juga mengandung banyak zat gizi. Sekali pembuatan MPASI (50 gram), bayi akan mendapatkan protein dari ikan ini sebanyak 9 gram. Gurame memiliki tekstur yang kenyal dan tak terlalu banyak duri, sehingga mudah diolah sebagai bahan MPASI.

5. Kembung
Salah satu ikan yang banyak direkomendasikan oleh ahli gizi dan dokter anak untuk MPASI adalah ikan kembung. Pasalnya, tidak berbeda jauh dari ikan salmon, ikan kembung juga kaya akan kandungan DHA, asam lemak omega-3 yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak si kecil. Bahkan kandungan Omega-3 ikan kembung jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ikan salmon, yaitu mencapai 2,6 gram per 1 ons, sementara salmon hanya 1,6 gram.

Variasikan pemberian ikan dengan bahan makanan lain seperti beras, tempe, atau sayuran agar bayi mendapatkan zat gizi yang cukup. Cek juga kesegaran ikan sebelum membeli untuk memastikan ikan tersebut masih layak dimakan.


Sumber: 
http://mommiesdaily.com/2017/04/14/bahan-makanan-yang-perlu-dihindari-untuk-mpasi/ - ( Tanggal akses: 24 September 2017, 15:30)
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Info Nutrisi

3 Manfaat ASI Eksklusif yang Terbaik untuk Ibu dan Bayi

By: Suria Riza 2017-11-14 01:27:48 (UTC)
Mam pasti sering mendengar anjuran dan manfaat ASI eksklusif yang dimulai sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan, kan? Banyak Mam yang keras kepala untuk menyusui si Kecil demi bisa memberikan ASI eksklusif. Bahkan, para Mam pekerja sudah banyak yang melakukan manajemen ASI dengan tepat. Sebenarnya apa manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan dalam menjaga kesehatan si Kecil?
 
Berikan ASI Eksklusif, Hanya ASI sampai 6 Bulan.

ASI eksklusif maksudnya adalah hanya memberikan ASI, tanpa tambahan makanan pendamping lainnya, hingga usai si Kecil berusia 6 bulan. Saat bayi lahir, Mam harus tahu kalau proses penyerapan lambung si Kecil belum sempurna. Asupan nutrisi bagi si Kecil harus yang mudah dicerna. ASI adalah satu-satunya makanan alamiah terbaik untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Jangan lupa ya Mam, langsung lakukan IMD sesaat setelah melahirkan bila memungkinkan. Ini akan membuat bayi mulai belajar menyusui dan mendapatkan ASI eksklusif dari Mam. Usahakan Mam juga memberikan kolostrum yang relatif rendah lemak dan karbohidrat dan kaya protein diawal-awal kelahiran si Kecil. Ini akan menambah daya tahan tubuh dan manfaat penting lainnya yang bayi butuhkan.

Manfaat ASI Eksklusif bagi Ibu dan Si Kecil 
Banyak sekali manfaat ASI eksklusif bagi Mam dan si Kecil. Selain menciptakan bonding erat, juga akan membuat proses adaptasi si Kecil setelah keluar dari kandungan lebih nyaman.
  • ASI mengandung nutrisi lengkap untuk bayi, termasuk antibodi alami yang akan membantu mencegah terjadinya infeksi atau gangguan kesehatan lainnya.
  • ASI mudah dicerna lambung sehingga tidak menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare yang sering dialami bayi. ASI juga mengandung probiotik yang penting untuk pembentukan mikroflora dalam saluran pencernaan, serta hipoalergenik sehingga bayi terhindar dari reaksi alergi.
  • Bayi yang diberi ASI memiliki daya tahan tubuh kuat sehingga tidak gampang sakit. ASI juga mengurangi risiko si Kecil terhadap gangguan pencernan, alergi, asma, hingga diabetes di kemudian hari.
Lakukan Proses Menyusui dengan Benar dan Penuh Cinta

Proses menyusui pasti ada tantangannya. Selain manajemen ASI yang tepat, cara menyusui yang benar akan menentukan lancar tidaknya ASI yang keluar. Ingat Mam, ASI itu tergantung permintaan. Semakin sering Mam menyusui si Kecil, semakin banyak ASI yang diproduksi. 
Yuk Mam, lakukan hal ini agar proses menyusui lancar dan menyenangkan:
  • Rileks dan ambil posisi senyaman mungkin.
  • Jika sambil duduk, sangga kepala bayi dengan lengan dan posisikan kepala bayi lebih tinggi dibandingkan tubuhnya untuk memudahkan bayi menelan. Tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting untuk mendorong bayi membuka mulutnya. 
  • Tunggu mulutnya terbuka lebar dengan posisi lidah ke arah bawah, lalu lakukan posisi perlekatan yang benar, seluruh area aerola masuk ke mulut bayi. Jika hanya menempel pada puting saja, ASI tidak lancar keluar dan puting bisa lecet.
  • Bayi menyusu sekitar 5-40 menit, tergantung kebutuhannya. Namun, biarkan bayi menyusu sepuasnya. Jika bayi belum puas, susui dengan payudara satunya.
  • Selalu lakukan menyusui dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian untuk menghindari pembengkakan payudara (breast engorgement) yang berisiko mastitis (infeksi kelenjar payudara).
Sekarang Mam sudah mengetahui manfaat ASI eksklusif dan cara tepat proses menyusui yang benar untuk si Kecil. Menyusuilah dengan keras kepala sebagai perwujudan cinta Mam untuk si Kecil. Hanya ASI yang terbaik untuk kesehatan anak si Kecil. Untuk cari tahu bagaimana membuat ASI Mam lebih berkualitas, klik di sini.

Source: 
  • parenting.co.id/bayi/manfaat+asi+bagi+bayi+dan+mama
  • ayahbunda.co.id/kelahiran-tips/teknik-menyusui-bayi-
  • parents.com/baby/breastfeeding/basics/the-best-breastfeeding-positions-for-mom-and-baby-/
  • nhs.uk/Conditions/pregnancy-and-baby/Pages/benefits-breastfeeding.aspx
Penulis
Suria Riza

Seorang ibu rumah tangga dengan dua anak yang juga cancer survivor Echa juga seorang pencinta kucing. Ia menuangkan cerita kesehariannya seputar tumbuh kembang sang buah hati perjuangannya melawan kanker hobinya akan make up sampai kecintaannya terhadap si kucing. Blognya bahkan pernah mendapat penghargaan sebagai blog terbaik kategori family and parenting pada Hari Blogger Nasional 2015.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top