Info Nutrisi

6 Panduan Penting Dalam Menjaga Kesehatan Anak

By: Alia An Dhiva 2016-12-20 02:47:09 (UTC)
Upaya menjaga kesehatan anak dapat dilakukan melalui perilaku sehari-hari. Membiasakan si Kecil makan makanan bergizi atau mencuci tangan sebelum dan sesudah makan merupakan kebiasaan-kebiasaan sehat yang berperan penting dalam melindungi si Kecil dari intaian berbagai bibit penyakit. Kebiasaan yang ditanamkan sejak dini akan menjadi dasar pola hidup anak hingga kelak ia dewasa. Yuk, simak tips dalam menjaga kesehatan si Kecil yang penting untuk Mam ketahui.

Baca Juga : Kebutuhan Nutrisi pada Anak: Faktor yang Harus Dipenuhi
 
  • Mengonsumsi asupan bergizi

Salah satu cara menjaga kesehatan anak adalah dengan memastikan ia selalu mengonsumsi asupan bergizi. Hidangkan selalu makanan yang bernutrisi yang memang baik untuk kesehatan, baik dalam menu utama maupun camilan. Batasi frekuensi si Kecil jajan di luar rumah ya, Mam. Lebih baik bila Mam membuat sendiri camilan untuk si Kecil, sehingga asupan gizi maupun kebersihannya lebih terjamin. Berikan pengertian yang tepat mengenai alasan ia tak boleh jajan sembarangan, misalnya, makanan yang tidak dimasak oleh Mam tidak terjamin kebersihannya, sehingga ia berisiko sakit perut, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan lain-lain.
 
  • Mengurangi asupan bergula tinggi

Anak-anak memang senang menyantap makanan manis, seperti kue, permen, cokelat, roti, dan lain sebagainya. Hal ini wajar kok, Mam, sebab kandungan gula pada makanan dapat merangsang pengeluaran endorfin yang membuat si Kecil merasa rileks dan senang. Akibat efek itu, ia jadi ingin makan makanan serta minuman manis.
 
Namun, Mam perlu tahu bahwa terlalu banyak makan makanan manis dapat berakibat buruk pada kesehatan si Kecil. Ia berisiko menderita kegemukan dan kekurangan zat gizi lain akibat terlalu sering mengonsumsi gula. Konsumsi gula secara berlebih juga dapat merusak kesehatan giginya, lho. Jadi, batasi asupan makanan maupun minuman bergula tinggi untuk menjaga kesehatan anak ya, Mam. Bila si Kecil memang menyenangi makanan dan minuman manis, Mam dapat memberikan buah yang rasanya manis sebagai penggantinya. Atau, membuatkan camilan manis dengan kadar gula yang tidak berlebihan, ketimbang membeli makanan olahan bergula tinggi.
 
  • Melakukan imunisasi sesuai jadwal

Jaga kesehatan anak dengan melakukan imunisasi, terutama yang wajib, sesuai jadwal ya, Mam. Imunisasi terbukti dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap sejumlah penyakit, seperti tifoid, polio, influenza, hepatitis A, dan lain-lain. Maka itu, pastikan Mam membawa si Kecil ke posyandu atau rumah sakit untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, termasuk untuk pengulangannya.
 
  • Tidur teratur

Anak membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Memenuhi kebutuhan tidur si Kecil merupakan salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan anak. Kebutuhan tidur anak usia 1-3 tahun misalnya, adalah 12-14 jam per hari. Sementara, anak usia 4-6 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 11-13 jam per hari. Penuhi kebutuhan tidur si Kecil dan ciptakan pola tidur yang teratur ya, Mam, sebagai bagian dari pembentukan pola hidup sehatnya.
 
  • Rajin mencuci tangan

Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap orang untuk mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Mam dapat mengajarkan kebiasaan ini pada si Kecil sejak dini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan anak. Ajak ia untuk mencuci tangan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, saat baru pulang dari bepergian, dan saat hendak tidur. Idealnya, aktivitas mencuci tangan dilakukan di bawah air mengalir selama 20 detik menggunakan sabun, serta dengan teknik yang benar. Kebiasaan ini dapat mencegah kuman masuk ke dalam tubuh, sehingga melindunginya dari penyakit.
 
  • Aktif bermain

Membatasi kegiatan menonton televisi, tablet, dan bermain video game dapat bermanfaat bagi kesehatan anak lho, Mam. American Heart Association merekomendasikan waktu menonton televisi bagi anak maksimal 2 jam per hari. Sehari-hari, orang tua diharapkan memotivasi anak agar mau lebih banyak bermain dan bergerak, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Tak perlu khawatir si Kecil akan kepanasan dan berkeringat ya, Mam, karena itu adalah hal yang normal dan menandakan bahwa dirinya sehat.
 
Contoh permainan aktif yang dapat dilakukan di dalam ruangan yaitu, menari, naik-turun tangga, dan bermain peran (role-playing). Sementara, kegiatan di luar ruangan yang menuntut si Kecil untuk banyak bergerak contohnya adalah berlarian, bersepeda, memanjat pohon, berkebun, bermain bola, dan masih banyak lagi lainnya. Aktif bergerak dapat membantu melindungi si Kecil dari risiko obesitas dan penyakit lain yang terkait dengan kondisi kegemukan.
 
Selain menasehati dan membiasakan si Kecil melakukan berbagai kebiasaan sehat, Mam juga sebaiknya memberikan contoh yang baik secara langsung. Bila Mam konsisten menerapkan pola hidup sehat, maka upaya menjaga kesehatan anak pun akan terasa lebih ringan. Si Kecil jadi lebih mudah meniru kebiasaan-kebiasaan Mam dan menjadikannya sebagai pola hidupnya juga.



Sumber:
alodokter.com/bunda-yuk-intip-kiat-menjaga-kesehatan-anak-di-usia-1-2-tahun
parenting.co.id/usia-sekolah/waktu+tidur+ideal+anak
heart.org/HEARTORG/HealthyLiving/HealthyKids/HowtoMakeaHealthyHome/Top-10-Tips-to-Help-Children-Develop-Healthy-Habits_UCM_303805_Article.jsp#.WDJq0rJ97IV
sahabatnestle.co.id/content/view/pengaruh-buruk-makanan-manis-bagi-si-kecil.html
sahabatnestle.co.id/content/view/manfaat-cuci-tangan.html
health.liputan6.com/read/2480347/enam-cara-mencuci-tangan-yang-benar-menurut-who
Diakses pada 21 November 2016
 
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Info Nutrisi

Siapkan Nutrisi yang Dukung Pintarnya si Kecil

By: DR Dr Rini Sekartini SpA K 2017-10-24 21:07:51 (UTC)
Mam dan Pap tentu ingin mempersiapkan yang terbaik untuk si Kecil; dari kebutuhan sandang, perencanaan pendidikan, juga kelengkapan asupan bernutrisinya setiap hari. Apa saja sih, ragam nutrisi yang membantu mendukung pintarnya si Kecil? Berikut penjelasannya.
 
Di usia pertumbuhannya, si Kecil membutuhkan berbagai jenis nutrisi yang tidak saja bermanfaat untuk tubuhnya, tetapi juga perkembangan otaknya. Layaknya spons yang memiliki kemampuan menyerap dengan cepat, otak anak-anak pun menyerap berbagai informasi yang ada di sekitarnya dengan cepat, dan itu membutuhkan energi yang mencukupi dan dukungan nutrisi yang tepat. Di antara berbagai nutrisi yang ada, yang terpenting untuk mendukung fungsi dan perkembangan otak adalah sebagai berikut:
  1. Telur

    Anak-anak biasanya tak sulit menyantap telur; dibuat omelet atau orak-arik yang gurih, telur rebus, atau dicampur ke dengan masakan seperti sup, si Kecil tentu menyukainya. Telur baik untuk pertumbuhan otak karena kaya protein, juga kaya kolin, yaitu zat yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan fungsi otak.  Per minggu, rata-rata 5 butir telur cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

  2. Sayuran hijau

    Sayuran berdaun dan berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kangkung, sawi, dan kale kaya akan folat dan vitamin, yang dibutuhkan oleh otak. Bila si Kecil tak menyukainya, siasati saja dengan menyelipkannya di dalam omelet atau sandwich gulung, atau olah dalam bentuk smoothie yang segar.

  3. Produk olahan susu, terutama yogurt

    Yogurt adalah sumber protein dan vitamin B yang baik, yang dapat membantu menjaga kondisi dan mendukung pertumbuhan jaringan otak. Yogurt juga baik untuk fungsi pencernaan karena mengandung probiotik. Bekukan yogurt di dalam lemari es, si Kecil pasti senang menyantapnya seperti es krim. 

  4. Ikan

    Ikan sejak lama dianggap sebagai “makanan super” untuk otak, karena merupakan sumber vitamin D dan asam lemak omega 3. Pilih ikan yang berkualitas baik, seperti salmon, sarden, atau tuna. Sebaiknya berikan ikan segar, bukan dalam bentuk olahan ya, Mam. Untuk memaksimalkan manfaatnya, sajikan 2-3 kali menu berbahan ikan setiap minggu untuk anak-anak. 

  5. Buah berry

    Antioksidan dapat menjaga tubuh dan otak dari pengaruh radikal bebas yang dapat merusak sel-sel. Nutrisi ini banyak terkandung di dalam buah beri-berian, seperti strawberry, blueberry, juga arbei (raspberry). Selain itu, buah jenis ini juga kaya vitamin C yang baik untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Tambahkan buah-buahan ini dalam smoothie, milkshake, atau sereal sarapan anak-anak dalam porsi wajar, yaitu sekitar 1 sendok makan. 

Berbeda dengan orang dewasa, mungkin anak-anak perlu beradaptasi dalam menyantap makanan-makanan ini, terutama sayuran hijau. Perkenalkan secara bertahap, sedikit demi sedikit, sampai si Kecil bisa benar-benar bisa menikmati aneka “brain food” yang dibutuhkannya. Pastikan juga rasa sajiannya enak ya, Mam, agar si Kecil makin mudah menikmatinya. 
 
Sumber:
http://www.momjunction.com/articles/foods-boost-kids-brain-power_0075739/#gref
http://www.whattoexpect.com/toddler-nutrition/brain-food-for-kids.aspx
http://www.parenting.com/blogs/mom-congress/melissa-taylor/brain-foods-kids-and-adults
Penulis
DR Dr Rini Sekartini SpA K

Dokter Spesialis Anak Konsultan alumni Fakultas Kedokteran UI Jakarta dan saat ini praktek sebagai Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top