Kesehatan

7 Cara Mudah Mengetahui Kehamilan

By: Alia An Dhiva 2016-10-18 20:36:22 (UTC)
Umumnya, gejala kehamilan mulai muncul pada minggu ke-6. Namun, pengalaman setiap ibu hamil tentu tidak selalu sama. Ada yang cepat menyadari dirinya tengah hamil, namun ada juga yang baru merasakan gejalanya pada saat kehamilan sudah memasuki bulan ke-2 atau bahkan ke-3.

Tanda utama terjadinya kehamilan adalah Mam terlambat datang bulan. Namun, itu bukanlah satu-satunya cara mengetahui kehamilan karena tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang teratur. Untuk mendukung kepastian Mam sedang berbadan dua atau tidak, coba cek apakah Mam juga mengalami salah satu atau beberapa gejala di bawah ini:
 
●       Mual dan muntah
Gejala ini sering disebut morning sickness, meski pada kenyataannya mual dan muntah bisa terjadi kapan saja, mulai dari pagi hingga malam hari. Mual dan muntah merupakan gejala paling umum yang muncul di awal kehamilan, yakni sekitar 6 minggu setelah menstruasi terakhir. Morning sickness biasanya berakhir pada saat usia kehamilan mencapai 16-20 minggu.

●       Perubahan pada payudara
Cara mengetahui kehamilan lainnya adalah dengan mengamati kondisi payudara Mam. Perubahan hormon di awal kehamilan akan menyebabkan payudara terasa lebih padat, besar, dan kencang. Puting lebih menonjol dari biasanya dan warnanya pun terlihat lebih gelap. Selain itu, tidak seperti biasanya, pembuluh darah di sekitar payudara juga akan terlihat. Gejala ini akan mulai terasa pada 1-2 minggu setelah konsepsi.
 
●       Merasa sangat lelah
Sering merasa sangat lelah hingga badan lunglai, Mam? Kelelahan memang merupakan salah satu gejala awal kehamilan. Perubahan hormon yang terjadi pada tubuh ibu hamil di trimester pertama akan  menimbulkan rasa mual, sensitif, dan kelelahan di siang maupun malam hari. Gejala kelelahan ini dapat terjadi sejak kira-kira seminggu pascakonsepsi. Satu-satunya cara mengatasi gejala ini adalah dengan banyak beristirahat.
 
●       Timbul bercak
Sekitar 6-12 hari setelah konsepsi, embrio akan menempel pada dinding uterus. Pada saat inilah biasanya timbul bercak. Walaupun tidak semua ibu hamil menyadarinya, sebagian ibu hamil bisa menemukan bercak yang disertai kram. Jika Mam tidak mengalaminya, bukan berarti Mam tidak hamil, lho.
 
●       Sensitif terhadap aroma
Salah satu perubahan paling nyata di awal kehamilan adalah sensitivitas terhadap aroma menjadi meningkat. Bisa jadi, Mam kini tidak sanggup mencium aroma parfum favorit dan mudah mual saat mencium bau seperti asap rokok maupun aroma makanan.
 
●       Perubahan nafsu makan
Perubahan hormon di awal kehamilan akan memengaruhi selera makan ibu hamil. Hal ini pula yang menyebabkan ibu hamil kadang kala ngidam. Jadi, tak perlu heran bila selera makan Mam berubah total dibandingkan saat sebelum hamil.
 
●       Lebih sering buang air kecil
Pada awal kehamilan, frekuensi buang air kecil Mam akan meningkat, terutama di malam hari. Selanjutnya, dorongan untuk buang air kecil tetap tinggi, namun pada trimester kedua dan ketiga, hal ini disebabkan oleh pembesaran rahim.
 
Jika Mam mengalami lebih dari satu gejala di atas, kemungkinan besar Mam memang sedang berbadan dua. Cara mengetahui kehamilan yang lebih pasti adalah dengan menggunakan alat tes kehamilan (test pack). Bila hasilnya positif, segera buat janji dengan dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan ya, Mam. Agar Mam dan si Kecil selalu sehat, jangan lupa untuk rutin mengonsumsi suplemen penting untuk ibu hamil yang direkomendasikan oleh dokter. Selamat menjalani kehamilan ya, Mam.

Sumber:
Buku What to Expect When You’re Expecting oleh Heidi Murkoff, hal. 122-123
nhs.uk/Conditions/pregnancy-and-baby/pages/signs-and-symptoms-pregnancy.aspx
pregnancybirthbaby.org.au/early-signs-of-pregnancy
americanpregnancy.org/getting-pregnant/early-pregnancy-symptoms/
Diakses pada 8 September 2016
 
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Keluar Flek Cokelat saat Hamil Muda? Begini Cara Tepat Penanganannya

By: Wyeth Nutrition 2019-05-13 23:55:43 (UTC)
Masa kehamilan tentu menjadi salah satu masa membahagiakan bagi Mam dan Pap. Meski dipenuhi suka dan duka, bayang-bayang akan segera hadirnya si Kecil tentunya membuat bahagia.

Apa yang terjadi jika Mam mengalami flek saat trimester pertama? Tentu ada timbul rasa cemas dalam benak Mam dan Pap. Khawatir flek cokelat yang keluar saat hamil muda adalah tanda-tanda keguguran.
 

Flek Cokelat saat Hamil Muda

Cemas saat mendapati flek cokelat saat hamil muda adalah hal wajar, Mam. Kendati demikian, sebaiknya Mam tetap berusaha tenang. Usahakan jangan panik demi kebaikan si Kecil. Langsung menghubungi dokter kandungan adalah langkah yang baik. Namun, ternyata tidak semua flek merupakan tanda bahaya pada kehamilan loh, Mam. ada baiknya Mam dan Pap juga mengetahui apa saja penyebab terjadinya flek cokelat saat hamil muda.
 

Penyebab Flek Cokelat Saat Hamil

Ada berbagai penyebab keluarnya flek cokelat saat hamil yang sebaiknya Mam dan Pap ketahui. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Berhubungan Intim
Saat hamil, volume darah dalam tubuh Mam meningkat. Ketika Mam dan Pap melakukan hubungan intim, terjadi penekanan pada serviks. Risiko adalah akan terjadi iritasi dan akhirnya timbul flek cokelat.

Sebetulnya iritasi tidak hanya terjadi saat berhubungan intim saja. Saat dilakukan pemeriksaan rutin atau terjadi infeksi juga bisa menyebabkan timbulnya flek cokelat. Itu karena kondisi serviks saat hamil lebih lembut dan sensitif sehingga ketika terjadi iritasi akan mudah mengeluarkan darah.

2. Proses Implantasi
Flek yang dialami Mam juga bisa menandakan sedang terjadi proses implantasi. Itu artinya embrio yang sudah dibuahi sedang menempel di leher rahim Mam. Proses implantasi menjadi sangat penting untuk tahap berikutnya. Bila proses ini tidak terjadi dengan baik akan berisiko terhadap perkembangan janin.

Saat terjadi proses implantasi, Mam mungkin akan mengalami flek atau merasa sedikit kram. Ini sebetulnya hal yang normal pada proses ini. Flek yang keluar pun bisa memiliki tiga warna yang berbeda, bisa berupa bercak berwarna merah, cokelat, bahkan hitam.

Flek warna hitam memang lebih jarang ditemui. Namun, ini bisa saja terjadi karena pengaruh alat KB atau kondisi rahim. Semuanya ini normal Mam, selama tidak terjadi pendarahan dalam jumlah banyak. Ketika bercak berwarna hitam, pastikan juga darah yang keluar bukan berupa gumpalan.

3. Hamil Ektopik
Bila proses Implantasi tidak terjadi sempurna, hamil ektopik bisa saja terjadi. Embrio yang sudah dibuahi seharusnya menempel pada dinding rahim. Namun, karena ada masalah tertentu, embrio malah tetap menetap di tuba falopi atau organ lain. Karena itu, hamil ektopik juga sering disebut dengan istilah hamil di luar kandungan.

Sebaiknya Mam segera memeriksakan kondisi ini ke dokter kandungan untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Kehamilan ektopik memang membutuhkan penanganan darurat. Bila tidak segera ditangani, bisa mengakibatkan terjadinya komplikasi lain yang lebih berat.

4. Hamil Anggur
Hamil anggur atau hamil molar adalah proses kehamilan yang gagal. Mam akan merasakan ciri-ciri seperti hamil, tetapi sebenarnya tidak ada janin yang terbentuk. Itu karena tumbuhnya jaringan abnormal saat pembuahan. Mam yang mengalami hamil anggur juga harus segera ditangani. Bila tidak, kondisi ini dapat berisiko berkembangnya menjadi sel kanker.

5. Polip Serviks
Meningkatnya kadar estrogen saat hamil juga bisa menimbulkan polip serviks. Umumnya Mam tidak perlu khawatir bila mengalami polip serviks. Bila tidak ada indikasi lain yang mengkhawatirkan, polip bisa hilang dengan sendirinya saat melahirkan.

Jika Mam memiliki gejala polip serviks, sebaiknya memang mulai mengurangi beberapa aktivitas yang mengakibatkan gesekan terhadap polip. Salah satu aktivitas yang sebaiknya dikurangi adalah berhubungan intim. Ini karena tekanan pada serviks serta kondisinya yang sensitif akan memicu keluarnya pendarahan.

6. Kelainan Plasenta
Plasenta memiliki peran penting selama masa kehamilan. Plasenta menjadi penghubung antara Mam dan si Kecil yang berada dalam kandungan. Nutrisi yang dikonsumsi Mam akan disalurkan melalui plasenta kepada si Kecil. Begitu juga dengan oksigen.

Plasenta yang normal seharusnya menempel di bagian atas dinding rahim. Namun, dalam beberapa kasus ada kelainan plasenta yang menutupi jalan lahir (plasenta previa). Kelainan ini bisa diketahui melalui pemeriksaan fisik dan USG oleh bidan atau dokter kandungan.

Bila Mam mengalami plasenta previa, dokter akan memberikan beberapa larangan seperti tidak melakukan aktivitas berat atau berhubungan intim untuk menghindari pendarahan. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga bisa mengharuskan bed rest. Biasanya ibu hamil yang mengalami plasenta previa disarankan untuk melahirkan dengan cara operasi Caesar.

7. Keguguran
Pada kehamilan muda, biasanya keguguran terjadi karena janin tidak bertumbuh kembang dengan semestinya. Ini mungkin karena fungsi plasenta yang tidak berjalan baik atau terjadi masalah pada kromosom si Kecil.
 

Langkah Penanganan saat Keluar Flek Cokelat


1. Berusaha Tetap Tenang
Keluar flek memang bisa membuat cemas. Apalagi, bagi Mam yang baru pertama kali hamil atau memiliki riwayat kehamilan berisiko. Ketika flek muncul, tetaplah berusaha tenang. Pap bisa ikut andil agar Mam tidak menjadi panik. Ini karena keluarnya flek cokelat saat hamil muda tidak selalu menjadi pertanda adanya sesuatu yang berbahaya.

Flek cokelat di awal kehamilan banyak dialami ibu hamil. Membedakan apakah flek tersebut normal atau abnormal bisa dilihat dari warna darah yang keluar. Flek yang abnormal biasanya berwarna merah segar. Volume flek normal juga biasanya hanya sedikit.

Kebalikannya, flek abnormal akan keluar dalam volume yang banyak. Meski keluar sedikit, tetapi terus-menerus juga harus mulai diwaspadai. Flek yang abnormal juga akan diikuti gejala lain misalnya kram pada bagian perut. Bila hal ini terjadi, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

2. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Ketika Mam mulai merasakan gejala kehamilan, bisa juga dari hasil tes kehamilan, saatnya melakukan pemeriksaan rutin. Bidan atau dokter akan memantau kesehatan Mam selama masa kehamilan.

Melakukan pemeriksaan rutin bisa membantu Mam dan Pap mengetahui tahapan perkembangan janin serta kesehatan kehamilan Mam.

3. Banyak Istirahat dan Hindari Aktivitas Berat
Saat sedang hamil, Mam akan lebih mudah lelah. Dalam keadaan hamil yang sehat pun sebaiknya Mam mengurangi aktivitas berat. Bila sampai harus bed rest, Mam harus mematuhinya demi kebaikan Mam dan si Kecil dalam kandungan.

4. Hindari Stres
Sebetulnya stres tidak berisiko menyebabkan keguguran. Namun, jika Mam mengalami stres artinya ada gangguan psikologis. Gangguan ini akan dikhawatirkan membuat kondisi Mam terganggu, misalnya jadi kurang beristirahat atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Ini juga bisa berakibat mengganggu tumbuh kembang si Kecil dan kemudian keluar flek.

Setelah mengetahui penyebab dan penanganan keluarnya flek cokelat, Mam dan Pap kini lebih tenang menjalani kehamilan, kan? Perhatikan juga konsumsi makanan ya, Mam. Hamil bukan berarti porsi makan menjadi dobel. Namun, tetap mengacu pada pola makan gizi seimbang agar selama kehamilan Mam tetap sehat dan si Kecil bisa tumbuh dengan baik.
 
Source:
webmd.com/baby/guide/bleeding-during-pregnancy#1
babycentre.co.uk/a3081/vaginal-spotting-or-bleeding-in-early-pregnancy
medicinenet.com/pregnancy_bleeding_during_the_first_trimester/article.htm#what_are_other_common_causes_of_bleeding_during_the_first_trimester_of_pregnancy
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top