Stimulasi

80% Otak Terbentuk di 2 Tahun Pertama si Kecil

By: Alia An Dhiva 2017-03-10 18:50:54
Tahukah Mam, proses pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung sangat pesat di tahun-tahun awal kehidupannya. Sebenarnya, perkembangan otak si Kecil bermula sejak ia masih berada di dalam kandungan. Dokter Hardiono menjelaskan, sel saraf otak janin sudah berkembang saat kandungan Mam berusia 2-3 bulan, dan pembentukannya terus berlanjut hingga setelah ia dilahirkan. Begini tahapannya:



Proses pematangan yang terjadi pada otak, jalur saraf penting, hubungan antarsel (sinaps), dan pembungkus saraf (mielin) si Kecil berlangsung secara pesat pada periode kritis, yakni sepanjang fase usia dini (0-6 tahun). Menurut dokter Hardiono, sinaps dan mielin merupakan satu kesatuan yang saling mendukung guna menentukan fungsi otak secara optimal. Jika otak tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal pada periode kritis ini, akan sulit untuk “menyambungkan” kembali jalur-jalurnya di kemudian hari.

Baca Juga : Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini

Kesehatan dan nutrisi yang baik diperlukan untuk mengoptimalkan potensi pendidikan seseorang karena nutrisi sangat mempengaruhi perkembangan intelektual dan kemampuan belajar. Nah, salah satu nutrisi yang sangat penting untuk mendukung perkembangan otak si Kecil adalah kolin (choline).
 
Kolin adalah senyawa yang termasuk ke dalam kelompok vitamin B. Zat ini berperan sangat penting bagi proses pembentukan otak si Kecil sejak ia masih berada di dalam kandungan Mam. Setelah ia lahir pun, kolin dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan kemampuan daya ingatnya. Selain penting bagi fungsi otak, kolin juga berfungsi mendukung pembentukan membran sel, mensintesis fosfatidilkolin (komponen penting dari membran sel), neurotransmisi, metabolisme metil (methyl), serta transportasi lemak, kolesterol, dan metabolisme.


Maka dari itu, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil, pastikan ia mengonsumsi makanan sehat yang mengandung kolin ya, Mam. National Academy of Science merekomendasikan asupan harian kolin sebanyak 200 mg untuk anak usia 1-3 tahun, dan 250 mg untuk anak usia 4-9 tahun. Makanan dengan kandungan kolin yang tinggi cukup bervariasi, di antaranya adalah susu, kuning telur, daging tanpa lemak, daging unggas, ikan, kacang tanah, buncis, kacang polong, gandum, dan rumput laut.

Kini Mam sudah tahu, kan, bahwa masa terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung pada usia 0-6 tahun. Jadi, jangan lupa, ya, selalu penuhi kebutuhan gizi si Kecil untuk mendukung perkembangan otaknya secara optimal. Informasi lain tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini bisa Mam temukan di sini. Mam juga dapat mengetahui potensi kepintaran si Kecil dengan memanfaatkan Smart Strength Finder Tool yang ada di laman Parenting Club Wyeth. Selamat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan si Kecil ya, Mam.


Sumber:
  • Ministry of Health. 2006. Food and Nutrition Guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women: A background paper. Wellington: Ministry of Health.
  • Rosales, F. J., Reznick, J. S., & Zeisel, S. H. 2009. Understanding the Role of Nutrition in the Brain & Behavioral Development of Toddlers and Preschool Children: Identifying and Overcoming Methodological Barriers. Maryland: National Institute of Health.
  • faculty.washington.edu/chudler/dev.html
  • kidsmatter.edu.au/sites/default/files/public/KidsMatter-Early-Childhood-neurodevelopment-web.pdf
  • mitrakeluarga.com/depok/amazing-pregnancy/
  • klikdokter.com/rubrikspesialis/tumbuh-kembang-anak/serbaserbi-anak/nutrisi-terbaik-untuk-otak-si-kecil
  • doktersehat.com/tahapan-perkembangan-otak-anak/
  • anakku.net/perhatikan-masa-emas-pertumbuhan-otak-anak.html
  • cyf.govt.nz/documents/info-for-caregivers/fds-cd-stages-of-brain-dec11-hu.pdf
  • urbanchildinstitute.org/why-0-3/baby-and-brain
  • Dobbing J, et al, Arch Dis Child, 1973; 46; 757 - 767
Diakses pada 20 Januari 2017
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top