Tumbuh Kembang

9 Cara Kembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak

By: Wyeth Nutrition 2018-01-19 00:43:50 (UTC)
Setiap anak memiliki cara yang unik dalam menyerap informasi. Mam mungkin merasa bingung dengan si Kecil yang lebih cenderung bergerak aktif dan berkesan kurang berkonsentrasi dalam hal pelajaran sekolah. Padahal belum tentu si Kecil tidak memperhatikan materi pelajaran, Mam. Bisa jadi si Kecil termasuk anak yang perkembangannya mengacu pada kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik ditandai dengan kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola obyek. Si Kecil suka berekspresi dalam mimik atau gaya, atletik, menari, kuat, dan terampil dalam motorik halus, koordinasi tangan dan mata, motorik kasar dan daya tahan.

Anak dengan kecerdasan kinestetik lebih cepat bosan dengan gaya belajar yang hanya duduk diam dan mendengarkan pelajaran. Anak dengan kecerdasan kinestetik menyukai gaya belajar dengan menggunakan obyek, melakukan eksperimen dan tugas fisik yang dilakukan secara berulang. Mam bisa mengembangkan kecerdasan kinestetiknya di rumah sehingga bisa memaksimalkan proses belajar si Kecil dengan 9 gaya belajar berikut ini:
  1. Bermain peran dan terlibat bermain dengan si Kecil. Mam bisa bermain sebagai penjual pembeli, atau dokter dan pasien bersama si Kecil. Minta si Kecil menceritakan perasaannya setelah melakukan kegiatan tersebut. 
  2. Latih keseimbangan. Kegiatan menari mampu melatih keseimbangan gerak si Kecil, melatih keselarasan gerak, kekuatan dan kelenturan ototnya. 
  3. Terlibat dengan alam. Dari pada melihat gambar, ajak si Kecil ke kebun rumah dan biarkan ia menyentuh dan melihat langsung jenis tumbuhan yang Mam ingin perkenalkan pada si Kecil. 
  4. Yuk, bikin kelas drama bersama si Kecil! Si Kecil kurang tertarik jika harus duduk dan mendengarkan dongeng, namun akan berbeda ketika Anda memerankannya dengan gerak bersama si Kecil. 
  5. Dukung hobi si Kecil. Libatkan ia dalam kompetisi maupun seni pertunjukan yang juga akan mengasah kepercayaan dirinya. 
  6. Ajak si Kecil dalam kegiatan yang memperbaiki atau membuat sesuatu. Ia akan belajar memecahkan masalah dengan cara belajar yang disukainya. 
  7. Libatkan si Kecil dalam kegiatan ekstrakurikuler. Salurkan kecerdasan kinestetik anak dengan memilih kegiatan yang banyak mengandalkan fisik seperti karate, menari, futsal, basket, dan sebagainya. Kegiatan ini dapat membantu anak bersosialisasi dengan teman sebaya.
  8. Kenalkan konsep bentuk dengan gerak. Si Kecil akan lebih mudah mengenali huruf dengan menggunakan gerakan, begitu juga dengan konsep panjang pendek yang dipraktekan dengan lengan. 
  9. Berikan ruang belajar yang variatif. Bebaskan si Kecil memilih tempat dan gaya belajarnya seperti duduk di karpet, duduk di meja belajar, atau belajar di halaman rumah. 
Perkaya wawasan tentang pengasuhan anak agar Mam dan Pap makin termotivasi dalam mengasuh si Kecil yang makin aktif, dengan berkunjung ke sini

Sumber:

https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/permainan-kinestetik 
http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/gaya+belajar+anak+tipe+kinestetik
http://pauddikmaskalsel.kemdikbud.go.id/index.php/produk-bp-paudni/jurnal-bp-paudni/312-mengoptimalkan-kecerdasan-kinestetik-anak-usia-dini-dengan-brain-gym
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Tumbuh Kembang

Tips Memilih Sekolah untuk Si Kecil

By: Myra Anastasia 2018-01-03 02:49:09 (UTC)

Bagi beberapa Mam dan Pap, mencari sekolah bagi si Kecil bukan perkara mudah. Biaya serta lokasi sekolah bukan hanya dua hal harus menjadi pertimbangan. Bahkan sekolah yang paling ternama pun belum menjamin si Kecil akan cocok.

Evaluasi Kepintaran Si Kecil

Setiap anak memiliki kepribadian yang unik. Oleh karena itu, ada baiknya bagi Mam dan Pap untuk secara rutin mengevaluasi kepintaran si Kecil sebelum memutuskan sekolah mana yang akan menjadi rumah kedua baginya. Evaluasi ini bisa dilakukan setiap tahun untuk mengetahui tumbuh kembang si kecil. Selain lebih memahami kelebihan Si Kecil, Mam dan Pap juga dapat terus menstimulasi kepintarannya.

Secara garis besar, ada tiga aspek  kepintaran si Kecil yang perlu diketahui oleh Mam dan Pap, yaitu:



Kepintaran akal atau disebut juga kepintaran mental. Apakah Si Kecil mampu berkomunikasi dengan baik, memecahkan masalah, kritis, serta berpikir jernih? Untuk ini, Mam dan Pap bisa menstimulasi kemampuan bahasa, alam, visual, dan logika matematika si Kecil.

Kepintaran Fisik bisa distimulasi secara efektif dengan melakukan berbagai permainan. Umumnya si Kecil suka dengan permainan. Rasa percaya diri dan kreatif akan muncul bila kepintaran fisik distimulasi. Jangan lupakan juga pola makan serta istirahat yang cukup.

Kepintaran Sosial akan memperlihatkan seberapa besar si Kecil mampu mengelola emosinya dan berinteraksi yang baik dengan sekitarnya. Bagaimana si Kecil belajar berbagi, mengatasi konflik dengan temannya, mengungkapkan perasaannya, dan lain sebagainya.

Buat Daftar Sekolah Pilihan

Bila Mam dan Pap sudah mengevaluasi tiga hal kepintaran si Kecil, mulailah membuat daftar sekolah yang dipilih. Pilihlah sekolah yang dibutuhkan si Kecil berdasarkan kepintarannya. Contohnya, si Kecil yang menyukai seni mungkin akan kurang cocok bila bersekolah di sekolah yang banyak kegiatan olahraga.
Bisa jadi, sulit untuk mendapatkan sekolah yang benar-benar memenuhi kriteria bagi si Kecil. Bila hal itu terjadi, pilihlah sekolah yang paling mendekati prioritas dari tiga kepintaran si Kecil. Bila si Kecil lebih dominan ke Kepintaran Sosial, carilah sekolah yang memiliki banyak aktivitas salah satunya adalah dengan bermusik.



Kunjungi Beberapa Sekolah yang Dipilih

Menjelang tahun ajaran baru, beberapa sekolah biasanya mengadakan open house. Kalaupun tidak ada open house, Mam dan Pap sebaiknya tetap mengunjungi sekolah yang akan dipilih. Hanya mendengar rekomendasi dari berbagai orang serta mencari tahu melalui website sekolah yang bersangkutan belumlah cukup. Mengunjungi sekolah yang dipilih adalah hal yang penting.
Dengan mengunjungi sekolah yang akan menjadi pilihan, Mam dan Pap bisa mengamati secara langsung lingkungan sekolah tersebut. Amati kegiatan belajar dan mengajar di sana. Seperti apa interaksi antara guru dan para siswa di kelas? Apakah dinding kelas penuh dengan karya kreatif para siswa atau hanya berisi nilai akademis saja? Bertanya dan berbicaralah dengan beberapa staff sekolah.

Jangan lupa untuk mengajak si Kecil. Amati ekspresi si Kecil sejak dalam perjalanan dari rumah menuju sekolah hingga saat di sekolah. Apakah lokasinya cukup membuat si Kecil nyaman (tidak membuatnya lelah karena kejauhan)? Apakah si Kecil langsung menyukai calon sekolahnya atau malah sama sekali tidak tertarik?
Beberapa sekolah juga ada yang menawarkan trial selama satu hingga beberapa hari bagi (calon) siswanya. Sebaiknya jangan dilewatkan penawaran ini. Dengan mengikuti trial, Mam dan Pap bisa mengetahui dan mengamati bagaimana si Kecil di sekolah. Apakah si Kecil langsung betah atau tidak? Bagaimana para pengajar di sana menangani anak-anak yang belum langsung akrab dengan suasana sekolah?

Apa pun pendapat si Kecil jangan diabaikan, ya. Pertimbangkan sebaik mungkin. Bagaimana pun, si Kecil yang nanti akan bersekolah dan ia tentu harus merasa nyaman dengan sekolahnya.

Ikut Tes

Beberapa sekolah dasar, terutama swasta, biasanya mensyaratkan (calon) siswa untuk mengikuti tes masuk akademis dan psikotest. Persiapkan si Kecil sebelum mengikuti tes tersebut. Hasil tes juga bisa menjadi bahan evaluasi apakah si Kecil memang cocok dengan sekolah tersebut atau tidak.

Realistis

Terkadang, Mam dan Pap tergoda untuk memilih sekolah berdasarkan pendapat banyak orang. Merasa sudah memilih sekolah terbaik bagi si Kecil hanya karena banyak yang berpendapat sekolah tersebut bagus. Padahal, apa yang menurut orang lain bagus, belum tentu baik bagi si Kecil. Cobalah untuk tetap realistis. Pertimbangkan banyak hal terutama kemampuan dan kebutuhan si Kecil. Jangan sampai si Kecil menjadi tidak nyaman saat di sekolah.
 
Source:
thoughtco.com/tips-for-choosing-the-right-school-2774630
greatschools.org/gk/articles/considering-your-childs-needs/

Penulis
Myra Anastasia

Seorang mom blogger dengan dua anak (Keke dan Nai) yang gemar jalan-jalan bersama keluarga dan memasak. Ia membagikan pengalaman bersama keluarga dalam blognya. Selain didominasi pengalaman perjalanan keluarga dan keseharian kedua anaknya yang menggemaskan, ia juga berbagi tentang tips parenting seputar kegiatan kreativitas bersama anak serta metode belajar dan sekolah kedua anaknya.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top