Kesehatan

6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli

By: Alia An Dhiva 2016-12-20 02:51:47 (UTC)
Saat si Kecil memasuki usia pra sekolah, Mam mungkin mulai berpikir untuk mendaftarkannya ke playgroup atau kelompok bermain. Tetapi, apakah Mam sudah memahami tujuan utama memberikan si Kecil pendidikan anak usia dini?
 
Sebelumnya, Mam perlu mengetahui bahwa sejak tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mewajibkan setiap anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) setidaknya selama setahun, sebelum masuk jenjang sekolah dasar (SD). PAUD dianggap sebagai tahapan penting bagi perkembangan setiap anak. Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), yang biasa disapa Prof. Reni mengatakan, kegiatan di PAUD dapat memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak usia pra sekolah.

Pendidikan yang diberikan untuk anak usia 3-6 tahun tidak hanya bertujuan mengenalkan anak pada bidang-bidang pelajaran ataupun melatihnya berinteraksi dengan anak sebaya. Lebih jauh dari itu, PAUD memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Agar lebih jelas, simak berbagai manfaat yang akan dirasakan oleh si Kecil setelah mendapatkan pendidikan di playgroup atau TK berikut.

Memperkenalkan anak pada dunia sekolah

Pengalaman belajar di PAUD akan membantu anak untuk lebih siap dalam menerima pelajaran formal di bangku pendidikan selanjutnya (SD). Hal ini yang menjadi salah satu alasan UNESCO merekomendasikan setiap anak mendapatkan pendidikan anak usia dini pada usia pra sekolah.

Lingkungan belajar di sekolah tentu berbeda dengan lingkungan di rumah. PAUD dapat menjembatani perbedaan suasana di kedua tempat tersebut. Si Kecil akan belajar berinteraksi dengan anak sebayanya, mengikuti aturan yang ditetapkan di playgroup atau TK, belajar beradaptasi dengan rutinitas, dan sebagainya. Anak yang sebelumnya mendapatkan pendidikan di PAUD sering kali memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berkomunikasi saat sekolah. Hal ini dikarenakan ia sudah terbiasa untuk bermain, belajar, hingga makan bersama dengan teman yang memiliki usia sebaya.

Membiasakan anak terhadap kegiatan terstruktur

Meski bukan lembaga pendidikan formal, namun, kegiatan yang diadakan di playgroup atau TK dirancang khusus agar sesuai dengan fungsi pendidikan anak usia dini. Salah satu tujuannya adalah melatih anak agar terbiasa terhadap rutinitas dan kegiatan-kegiatan terstruktur. Misalnya, anak akan belajar berolahraga, berbaris, menyusun puzzle, dan sebagainya.

Mengajari anak untuk disiplin dan mengikuti peraturan

Di rumah, si Kecil tentu terbiasa bermain sesuka hati. Ia juga mungkin sudah terbiasa mengikuti “aturan” yang Mam tetapkan, yang biasanya tergolong lentur dibandingkan “aturan” yang terdapat di luar rumah. Nah, usia pra sekolah adalah saat yang tepat baginya untuk belajar mengikuti pola kegiatan maupun aturan lain di luar rumah. Mengikuti kegiatan pendidikan anak usia dini akan melatihnya beradaptasi dengan lingkungan baru dan peraturan baru. Ia juga akan belajar berbagi, mengantre, menunggu, dan memahami bahwa ternyata tidak semua hal yang ia inginkan bisa ia dapatkan. Dengan begitu, ia tidak akan kaget atau stres saat masuk SD dan harus belajar dalam situasi yang sangat terstruktur dan menuntut kedisiplinan.

Menumbuhkan imajinasi dan kreativitas

Anak usia dini belajar dengan cara bermain. Lembaga-lembaga penyedia pendidikan anak usia dini merupakan tempat yang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan si Kecil tersebut. Bila si Kecil  belajar dalam  suasana yang menyenangkan, akan lebih mudah baginya untuk menyerap berbagai bimbingan yang diberikan. Selain mempelajari berbagai keterampilan dasar untuk membaca dan menulis, si Kecil juga akan mendapatkan banyak rangsangan yang akan memancing imajinasi dan kreativitasnya.

Menanamkan nilai-nilai positif

Program kegiatan yang diadakan di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, toleransi, berbagi, dan sebagainya. Pada usia pra sekolah, anak belajar dengan cara bermain. Maka dari itu, kegiatan yang dilakukan di playgroup dan TK dirancang layaknya permainan, meski sebenarnya menyimpan maksud pembelajaran tertentu. Melalui berbagai permainan tersebut, si Kecil akan belajar tentang sopan santun, menghormati orang lain, berbagi dengan orang lain, pentingnya bersikap jujur, dan lain-lain.

Membentuk dasar kepribadian anak

Pada fase golden years, otak anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pengalaman yang didapat si Kecil di periode ini turut membentuk kepribadiannya dan akan memengaruhi sosoknya hingga kelak ia dewasa. Maka dari itu, Prof. Reni mengingatkan, pendidikan karakter memang sebaiknya dimulai sejak dini. Melalui pendidikan anak usia dini, si Kecil akan mendapatkan berbagai contoh dan kegiatan positif yang akan ia ingat dan praktikkan dalam kehidupannya.

Nah, kini Mam paham bahwa mendaftarkan si Kecil ke PAUD memberikan banyak manfaat. Pastikan pembelajaran yang ia dapat di PAUD selaras dengan yang Mam ajarkan di rumah, ya. Sebab, meski pendidikan anak usia dini berpengaruh penting bagi perkembangan si Kecil, namun, peran Mam dan Pap sebagai pendidik utama bagi anak tetap tak dapat tergantikan.


Sumber:
paud-dikmas.kemdikbud.go.id/segment/19.html
id.theasianparent.com/10-manfaat-anak-sekolah-paud/2/
health.detik.com/read/2013/05/21/182853/2252243/1301/ini-alasan-mengapa-paud-penting-bagi-perkembangan-anak
paud-anakbermainbelajar.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-dan-konsep-dasar-paud.html
Diakses pada 21 November 2016
 
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Bijak Sikapi Stereotip Gender

By: Wyeth Nutrition 2017-11-01 03:31:49 (UTC)
Suka atau tidak, stereotik gender masih berlaku di masyarakat kita. Tugas Mam dan Pap sebagai orangtua adalah memberi pengertian dengan cara yang bijak pada anak. Jangan sampai anak menerima mentah-mentah stereotip gender sehingga ia kurang percaya diri dan enggan mengembangkan bakatnya.
 
Saat anak sudah bisa memahami apa yang terjadi dengan lingkungannya, tak ada salahnya membicarakan stereotip gender (penggambaran sederhana satu dimensi dari orang-orang, berdasarkan gender, ras, usia, dll). Misalnya, ketika mengajak anak outbound di akhir pekan, tiba-tiba anak menolak memakai celana panjang dan bilang,” Mam, aku kan cewek, pakai rok, dong, bukan celana”. Berikan pemahaman kalau tak masalah seorang perempuan mengenakan celana panjang asalkan sesuai dengan kondisinya. 
Kiat hindarkan anak dari stereotip gender
  • Lewat buku, tv, atau film kartun

    Bantu ia memahami peran stereotip gender dalam buku cerita dan kartun yang mereka nikmati. Bantu anak-anak menjadi sadar akan jumlah karakter wanita dan pria di media yang mereka tonton. Karakter wanita sering kali merupakan minoritas dalam program anak-anak, dan hanya ada satu karakter. Bahkan serial kartun Paw Patrol lalu menambahkan satu tokoh perempuan lagi karena isu stereotip gender ini. Dorong anak untuk menciptakan karakter tambahan yang dapat mereka gabungkan ke dalam permainan imajinatif mereka.

  • Buat pengasuhan dengan tidak berdasarkan jenis kelamin

    Biarkan anak mengembangkan bakat seluas-luasnya. Sudah hal yang jamak kalau perempuan bisa menjadi pilot, dan laki-laki menjadi koki. Bahkan anak perempuan pun bisa menjadi pemimpin bangsa, lho. Jangan pernah membatasi bakatnya hanya karena satu profesi tersebut tidak cocok dilakukan anak perempuan. 

  • Dorong keterampilan motoriknya

    Berikan kesempatan untuk mendorong pengembangan keterampilan motorik 

    kasar pada anak perempuan dan keterampilan motorik halus pada anak laki-laki. Jangan hanya anak laki-laki yang boleh memanjat, melompat, dan bermain bola. Latih semua motoriknya dan biarkan ia berkembang. 

  • Tumbuhkan rasa percaya dirinya

    Hilangkan stereotip kalau anak perempuan cantik itu harus bertubuh tinggi, langsing, dan kulit cerah. Katakan kalau yang penting itu bukan penampilan fisik, melainkan kecantikan dari dalam dan otak yang pintar.  

  • Dukung sifat-sifat positifnya

    Selalu beri semangat dan dukung sifat-sifat positifnya untuk mengasah kemampuannya. Selalu dampingi anak dan beri pengertian tentang konsekuensinya. Misalkan, boleh saja anak perempuan bercita-cita jadi Pilot, tapi diperlukan kerja keras untuk meraihnya. Yakinkan kalau Mam dan Pap akan selalu ada untuk mendukungnya.

Masih banyak tips menarik lainnya seputar pengasuhan si Kecil yang bisa menjadi referensi Mam dan Pap; kunjungi halaman ini
 
Sumber:
  • http://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/behavioral/avoiding-gender-stereotypes/
  • http://www.huffingtonpost.co.uk/chrissy-chittenden/10-ways-to-avoid-gender-stereotyping-in-children_b_5123203.html
  • http://mediasmarts.ca/tipsheet/talking-kids-about-gender-stereotypes-tip-sheet
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top