Kesehatan

Apa Hubungan Usia dan Masa Kesuburan Mam

By: Myra Anastasia 2018-01-16 21:53:03 (UTC)

Secara internasional, masa reproduksi wanita adalah pada rentang usia 15-44 tahun. Puncak kesuburannya berada pada usia awal 20-30 tahun. Pada awal usia 20-an biasanya wanita masih berfokus pada hal lain misalnya pendidikan atau karier. Umumnya di pertengahan usia 20-an wanita yang sudah menikah baru terpikir untuk merencanakan program hamil

Pada masa puncak kesuburan ini, peluang untuk hamil tinggi. Jika Mam dan Pap sama-sama berusia di bawah 30 tahun, sehat, serta rutin melakukan hubungan intim, peluang untuk hamil setiap bulannya 25-30%.

Hidup saat ini membuat beberapa pasangan memilih menunda program hamil. Beberapa alasan di antaranya adalah karier atau merasa belum siap secara finansial. Jika menunda kehamilan sudah menjadi keputusan sebaiknya tidak lebih dari usia 35 tahun.

“Semakin tua, jumlah sel telur seorang wanita akan semakin sedikit. Itulah kenapa wanita yang berusia di atas 35 tahun biasanya sudah mulai menurun tingkat kesuburannya,” ujar dokter spesialis kebidanan Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Gita Pratama.

Wanita memiliki sekitar 400.000 sel telur dalam ovarium terhitung sejak menstruasi pertama. Memasuki usia 35 tahun, jumlahnya menurun secara signifikan. Pada usia 45-55 tahun Mam akan mengalami menopause karena ovarium berhenti memproduksi sel telur.

Saat sel telur mulai menurun produksinya, berbagai penyakit pun mulai bermunculan. Hal ini semakin meningkatkan risiko kehamilan di usia 35 tahun ke atas. Risiko tersebut antara lain: 

Risiko si Kecil mengalami kelainan kromosom  

Risiko kelainan kromosom seperti Down Syndrome dan Edward Syndrome pada si Kecil semakin meningkat bila Mam hamil di usia 35 tahun ke atas. Kemungkinan dokter kandungan akan melakukan serangkaian tes genetik terhadap si Kecil.



Risiko keguguran
Kehamilan di atas usia 40 tahun meningkatkan risiko keguguran, saat usia kehamilan di bawah 4 bulan, sebanyak 10% dibandingkan hamil pada usia subur.

Risiko kelahiran prematur
Kehamilan di atas usia 35 tahun juga meningkatkan risiko lahir prematur. Si Kecil bisa lahir dengan berat badan di bawah normal dan berbagai penyakit lain yang mengikutinya.

Risiko melahirkan dengan operasi Caesar
Mam yang merencanakan program hamil saat usia di atas 30 tahun berisiko terkena berbagai penyakit atau gangguan kehamilan lainnya, seperti pre-eklamsia atau plasenta previa. Kemungkinan untuk dioperasi Caesar pun meningkat. Padahal operasi Caesar di atas usia 30 tahun lebih berisiko terkena infeksi organ bagian dalam, seperti infeksi usus dan kandungan kemih, dibandingkan Mam yang hamil di usia 20-an.

Pada masa subur, Mam dan Pap belum juga dikaruniai si Kecil setelah setahun berhubungan intim secara rutin, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan. Namun, bila sudah memasuki usia 35 tahun dan belum dikaruniai si Kecil, sebaiknya menghubungi dokter kandungan setelah 6 bulan berhubungan intim secara rutin.

Sources:
lifestyle.kompas.com/read/2014/01/26/2138575/Makin.Tua.Kenapa.Wanita.Makin.Tak.Subur.
https://www.starthealthystayhealthy.in/your-age-and-fertility

Penulis
Myra Anastasia

Seorang mom blogger dengan dua anak (Keke dan Nai) yang gemar jalan-jalan bersama keluarga dan memasak. Ia membagikan pengalaman bersama keluarga dalam blognya. Selain didominasi pengalaman perjalanan keluarga dan keseharian kedua anaknya yang menggemaskan, ia juga berbagi tentang tips parenting seputar kegiatan kreativitas bersama anak serta metode belajar dan sekolah kedua anaknya.

Kesehatan

Ini Tanda-tanda Mam Sedang Hamil Anak Kembar

By: Wyeth Nutrition 2018-07-09 00:54:44 (UTC)
Tahukah Mam? Kehamilan kembar terbagi ke dalam dua golongan, kembar identik dan kembar tidak identik (fraternal). Merencanakan bayi kembar dapat dilakukan secara natural atau melalui program bayi tabung (in vitro fertilization atau IVF).
Bayi kembar  identik berasal dari satu buah sel telur yang dibuahi satu sel sperma. Telur yang sudah dibuahi ini kemudian membelah menjadi dua atau lebih, menghasilkan dua atau lebih janin dengan DNA, golongan darah, dan karakteristik fisik serupa. Bayi kembar identik juga berbagi satu plasenta, tapi tumbuh dalam ketuban berbeda. Meski begitu, kembar identik tidak diturunkan dalam keluarga ataupun dipengaruhi usia, etnis, serta umur.
Kembar fraternal berkembang dari dua sel telur dan dua sel sperma yang berbeda. Kedua bayi tidak berbagi plasenta dan biasanya tidak memiliki kemiripan layaknya kembar identik. Angka kejadian kembar fraternal jauh lebih banyak dibandingkan kembar identik.
Nah, bagi Mam yang kini sedang berbadan dua, apakah Mam dapat merasakan berapa jumlah bayi yang berada dalam rahim Mam? Biasanya sih, tidak. Kehamilan kembar umumnya baru dapat diketahui dan dikonfirmasi setelah ibu hamil melakukan pemeriksaan USG pada trimester pertama.
Beberapa tanda penting yang menunjukkan Mam mengandung lebih dari satu bayi:
  • Berat badan naik pesat pada trimester pertama kehamilan
    Biasanya, kenaikan berat badan pada ibu hamil anak kembar lebih tinggi dari rata-rata ibu dengan kehamilan tunggal.
  • Ukuran kandungan tergolong besar bila dicocokkan dengan usia kehamilan
    Hal ini dapat diketahui sejak pemeriksaan pertama. Misalnya, melalui pemeriksaan, dokter mengatakan usia kehamilan Mam memasuki 8 minggu. Namun, secara kasat mata, kehamilan Mam seperti sudah berusia 10-12 minggu. Ketinggian kandungan ibu dengan bayi kembar juga melebihi umumnya, bisa mencapai 48 cm.
  • Kadar HCG naik dengan cepat
    HCG atau Human Chorionic Gonadotrophin menghasilkan telur yang dibuahi. Hormon ini diperlukan untuk menjaga kehamilan sampai plasenta berkembang. Pada kehamilan dengan satu bayi, HCG naik dengan cepat pada minggu pertama kehamilan, dan akan berlipat ganda setiap 2 atau 3 hari. Kadar HCG menjadi lebih tinggi pada kehamilan kembar.
  • Terdengar dua denyut jantung
    Pada akhir trimester pertama, dokter dapat mendeteksi adanya dua denyut jantung yang berbeda menggunakan alat Doppler. Hal ini sekaligus mengonfirmasi terdapat dua janin dalam kandungan Mam.
Perlu Mam ketahui, kehamilan kembar lebih berisiko dibandingkan kehamilan tunggal. Selain itu, kebanyakan kehamilan kembar berujung pada persalinan sesar. Lakukan langkah-langkah aman untuk menjaga kehamilan Mam agar terbebas dari komplikasi seperti preeklampsia, plasenta previa, dan diabetes gestasional. Penuhi juga kebutuhan nutrisi Mam dan janin selama hamil dengan mengonsumsi makanan bergizi.
 
Source:
babycenter.com/0_when-and-how-to-find-out-if-youre-carrying-twins-or-more_3579.bc
nakita.grid.id/read/025024/ini-dia-8-tanda-kehamilan-kembar-yang-bikin-ibu-penasaran
americanpregnancy.org/multiples/symptoms-of-multiple-pregnancy/
hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/faktor-yang-mempengaruhi-kehamilan-kembar/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top