Cara Mengasuh

Atasi 5 Masalah yang Sering Terjadi pada Bayi Baru Lahir

By: Wyeth Nutrition 2018-06-28 05:41:08 (UTC)
Menjadi seorang Ibu pasti luar biasa ya, Mam? Sembilan bulan hamil dan perjuangan dalam proses melahirkan seperti masih terbayang-bayang. Akhirnya Mam dan Pap bisa bertemu si Kecil dalam keadaan sehat.
Jangan ditanya bagaimana perasaan kita saat pertama kali melihat dan memegang si Kecil. Sampai berurai air mata karena tidak bisa berkata apa-apa karena saking senangnya. Rasanya bahagia dan haru campur menjadi satu dalam momen setelah melahirkan itu. Bayi yang tadinya ada dalam perut kita, sekarang sudah dalam dekapan.
Menjadi Ibu memang sebuah proses. Perjuangan masih berlanjut loh, Mam. Ternyata, ada beberapa kondisi bayi baru lahir yang kadang bikin Mam dan Pap bingung. Padahal, Mam sudah antisipasi harus bagaimana karena belajar banyak saat kehamilan. Namun, kadang kenyataannya Mam masih bingung harus bagaimana.
Tenang Mam, hampir semua Ibu di seluruh dunia mengalaminya, termasuk saya juga. Kalau boleh sharing, ada lima masalah yang terjadi pada bayi baru lahir dan sering membuat panik bukan main. Apalagi kalau anak pertama, biasanya bingung harus bagaimana. Tanya sana sini malah terlalu banyak input dan bikin Mam tambah panik biasanya.
Kuncinya sebenarnya cuma satu, agar Mam tidak bingung menghadapi masalah pada bayi baru lahir; tetap tenang, tarik napas. Ingat, Mam baru saja melewati proses melahirkan yang luar biasa. Jadi, jangan stres saat menghadapi masalah bayi baru lahir. Jangan lupakan support system yang solid (termasuk Pap), agar Mam bisa melewati masalah-masalah yang kerap terjadi pada bayi baru lahir ini.
Ini 5 kondisi yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan cara mengatasinya.

1. Bayi Sering Menangis
Selama 9 bulan, bayi merasa nyaman dalam kandungan Mam. Setelah proses melahirkan, bayi harus beradaptasi dengan lingkungan berbeda dari kandungan Mam. Bayi juga merasa bingung kenapa sekarang bisa ada di tempat ini.
Menangis adalah salah satu cara berkomunikasi si Kecil dengan Mam dan Pap. Saling adaptasi dan belajar bersama si Kecil dan coba semua yang kira-kira bisa meredakan tangisnya. Menangis bisa karena lapar, gerah, perut kembung, ingin digendong, buang air, atau merasa tidak nyaman.
Cara mengatasinya: Coba cek satu-satu badan si Kecil dan coba semua cara agar ia tenang kembali. Apakah dia buang air? Kalau iya, Mam dan Pap tinggal mengganti popoknya. Atau misalnya coba langsung disusui, apakah tangisnya berhenti? Jika iya, berarti si Kecil lapar dan haus.

2. Menyusui Bayi
ASI eksklusif adalah yang terbaik untuk diberikan pada bayi. Karena itu, Mam wajib memberikannya pada si Kecil yang baru lahir. Jangan lupa Mam, ASI yang keluar setelah melahirkan namanya Kolostrum. Manfaatnya sangat besar untuk tumbuh kembang bayi.
Usahakan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) pada si Kecil sesaat setelah melahirkan. Bantu si Kecil mendapatkan perlekatan yang baik saat menyusui. Mungkin saat awal-awal memang terlihat malas-malasan. Tenang Mam, namanya juga belajar adaptasi.
“Breastfeeding isn’t just about milk. It’s also about LOVE”
Mam juga bisa mulai memompa payudara dengan breast-pump untuk melancarkan pemberian ASI. Ini karena pencernaan bayi masih belum sempurna dan kadang gumoh. Satu-satunya cara adalah jangan lupa menyendawakan bayi setelah menyusui ya, Mam.

3. Masalah pencernaan bayi
Rata-rata masalah pencernaan bayi baru lahir itu adalah bayi kolik, feses hitam, dan berat badan terus turun. Jika si Kecil menangis tidak berhenti bisa jadi bayi kolik. Tidak apa-apa Mam, karena pencernaan belum sempurna Mam-lah yang harus membantu si Kecil. Pijat perut si Kecil agar tidak terjadi kolik. Biasanya bayi baru lahir akan sering mengalami kolik, apalagi kalau tidak menyendawakannya, perut si Kecil bisa kembung.
Selain itu, pencernaan bayi yang belum sempurna biasanya akan membuat feses menjadi hitam (mekonium). Mam harus lebih sering menyusui si Kecil. Perlahan fesesnya akan berubah Mam. Oh iya Mam, jangan khawatir kalau si Kecil sering pup. Hal ini wajar selama masih ada ampasnya dan bukan diare.
Untuk bayi baru lahir, berat badan pasti akan berkurang. Setelah beberapa waktu, berat badan si Kecil akan melesat tajam. Asal jangan lupa manajemen ASI yang tepat untuk si Kecil ya, Mam!

4. Bayi Kuning
Biasanya ini yang bikin panik, bayi jadi kuning sampai mata juga jadi agak berwarna kuning. Tenang Mam, jangan panik. Mam harus lebih sering menyusui si Kecil. Kedua, jangan lupa menjemur si Kecil setiap hari agar terkena sinar matahari pukul 8-10 pagi.
Bila masih berlanjut, Mam bisa mengubungi dokter anak untuk dicek kadar Bilirubinnya, perlu terapi sinar apa tidak. Sekadar sharing, saat baru lahir anak saya mengalami bayi kuning pada hari ke-4 sampai ke-8 tapi tidak perlu sampai disinar. Cukup sering disusui dan dijemur. Hari ke-9 kembali normal.

5. Membersihkan Bayi
Ini yang membuat deg-degan Mam dan Pap, ya. Edisi memandikan bayi, apalagi saat tali pusar masih ada, memang perlu hati-hati. Namun, jangan sampai tidak memandikan bayi ya, Mam. Pakai bak mandi dengan air hangat. Jangan lupa bersihkan kelopak mata dengan air hangat. Tidak perlu mandi lama-lama. Setelah seluruh tubuh si Kecil sudah disabuni, langsung bilas dan keringkan badan bayi.
Bersihkan tali pusar perlahan dengan bola kapas steril dan keringkan lalu bungkus dengan kain kasa. Potong kuku bayi secara berkala karena tumbuhnya sangat cepat. Kalau masih takut memotong kuku bayi, lakukan saat si Kecil tidur. Ini agar si Kecil tidak menggaruk muka dan bagian tubuh lainnya.
Setelah buang air, bersihkan area dari depan ke belakang dengan tisu atau kapas basah. Jaga bagian tersebut selalu kering agar tidak muncul ruam.
Bayi baru lahir membutuhkan proses adaptasi dengan lingkungan barunya bersama Mam dan Pap. Tugas orang tua untuk membantu si Kecil merasa nyaman di dunia barunya. Saling belajar ya, Mam dan Pap. Tetap semangat memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Selamat atas kehadiran bayi baru lahirnya, Mam dan Pap! Selamat menikmati menjadi orang tua.
 
Source:
babycenter.com/0_top-newborn-problems-and-how-to-solve-them_10357996.bc
ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/11-kondisi-bayi-baru-lahir-yang-membuat-ibu-panik
parents.com/baby/care/newborn/10-things-to-know-about-newborns/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Cara Mengasuh

Penyebab Bayi Susah Tidur nyenyak yang Perlu Mam Ketahui

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 02:27:03 (UTC)

Penyebab Bayi Susah Tidur Nyenyak

Bayi baru lahir biasanya susah tidur dengan nyenyak dan terus menerus terbangun. Hal ini dapat membuat Mam juga jadi sulit tidur. Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab kenapa bayi susah tidur pada malam hari. Karena itu, penanganan yang tepat untuk mengatasinya pun bisa berbeda-beda.

Meski lebih sering terjadi pada bayi baru lahir, banyak pula yang “keterusan” susah tidur semalaman sampai lewat usia 6 bulan. Segala cara sudah dilakukan seperti diberi makan atau dibuat agar suhu ruangan tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Namun tetap saja si Kecil terbangun berkali-kali. Kenapa ya?

Faktor yang Membuat Bayi Susah Tidur

Sebelum mengetahui beberapa hal yang bisa menyebabkan bayi susah tidur, Mam juga perlu tahu dulu ciri-ciri gangguan tidur pada si Kecil. Kriteria gangguan tidur pada anak adalah bila si Kecil tidur terlalu malam (lebih dari jam 20.00), terbangun pada malam hari lebih dari tiga kali, dan ketika terbangun si Kecil bisa bangun hingga 30 menit.

Gangguan tidur bisa terjadi hanya sesekali. Jika demikian, Mam dan Pap bisa memeriksa dulu apakah si Kecil lapar atau popoknya terlalu basah, atau apakah ia kepanasan atau kedinginan.

Jika tidak, mungkin si Kecil sedang merasa tidak enak badan atau sedang tumbuh gigi. Bisa juga karena si Kecil terlalu lelah atau terlewat jadwal tidur siang, terlalu terstimulasi, tidak punya rutinitas, atau sedang dalam lompatan pertumbuhan (growth spurt).

Bila gangguan tidur itu sudah lama terjadi, penanganannya harus melalui dokter anak karena dikhawatirkan si Kecil menderita penyakit kronis. Penyakit yang mungkin diderita adalah alergi atau intoleransi pada makanan tertentu sehingga menimbulkan kolik, keseleo, atau gangguan berat seperti ADHD.

Bila si Kecil masih dalam masa ASI eksklusif, sebaiknya evaluasi asupan makanan Mam pada siang hari. Mam bisa mencatat makanan hari itu dan memperhatikan hari-hari saat si Kecil susah tidur.

Banyak bayi yang alergi pada makanan tertentu seperti produk dairy sehingga rewel dan susah tidur semalaman jika siang harinya Mam makan telur atau minum susu. Alergi sangat membuat tidak nyaman karena bisa berefek pada kolik, perut yang terasa tidak nyaman, gatal, perasaan ingin muntah, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut bisa menyebabkan bayi susah tidur.

Keseleo karena kesalahan menggendong juga sangat mungkin membuat bayi tidak nyaman sehingga sulit tidur. Cobalah memanggil pemijat bayi untuk melenturkan otot-otot sehingga si Kecil merasa lebih rileks.

Menangani Bayi yang Susah Tidur

Hingga 6 bulan, bayi biasanya tidur 1 jam sekali. Lewat usia 6 bulan, si Kecil baru bisa terjaga lebih dari 2 jam. Saat balita, si Kecil bisa akan bertahan tidak tidur hingga 4-5 jam. Jika sudah lewat 5 jam, si Kecil biasanya akan langsung rewel karena kelelahan.

Saat menangani bayi susah tidur, penting bagi Mam dan Pap untuk mencatat siklus tidur si Kecil. Ini untuk mengetahui seberapa sering si Kecil susah tidur dan seberapa lama ia terbangun.

Buatlah rutinitas sebelum tidur seperti mandi, pijat bayi, ganti baju dengan piyama, dan mematikan lampu. Perhatikan juga lingkungan tempat tidur si Kecil, misalnya suhu ruangan yang terlalu dingin atau terlalu panas, kelembaban, bising, dan pakaian.

Bayi di atas usia 6 bulan sudah bisa diberi barang yang bisa memberinya rasa nyaman, seperti selimut atau boneka favorit. Mam juga bisa membiasakan dengan memeluknya saat tidur karena detak jantung Mam adalah suara yang sangat akrab dengan si Kecil sejak dalam kandungan dan bisa membuatnya lebih tenang.

Jika masih juga tidak berhasil, jangan ragu untuk mengunjungi dokter anak ya, Mam. Jangan biarkan masalah bayi susah tidur ini berlarut-larut karena dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang si Kecil.
 
Original article:
parentingclub.co.id/smart-consultation/psikolog/bayi-susah-tidur-nyenyak
 
Source:
babycentre.co.uk/a123/how-can-i-get-my-baby-to-sleep-through-the-night
sleepbabylove.com/medical-reasons-baby-wont-sleep/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top