Kesehatan

Ayo Mam, Abadikan Momen Indah Kehamilan Lewat “Maternity Shoot”

By: Ayunda Pininta Kasih 2016-12-20 01:59:10 (UTC)

Maternity shoot atau sesi foto yang memperlihatkan perut yang kian membesar selama kehamilan kini seolah menjadi tren baru untuk mengabadikan masa-masa indah kehamilan. Untuk mendapatkan foto yang indah dan tak terlupa, banyak ibu hamil yang menggunakan jasa fotografer, menyewa studio dan peralatan foto, hingga menyewa gaun khusus, agar perut yang membesar terlihat semakin cantik. Mam cukup mengutarakan konsep foto yang diinginkan, lalu fotografer akan merealisasikan konsep tersebut dalam bingkai kamera.

Namun, sebenarnya Mam dapat melakukannya berdua saja bersama Pap, kok, atau meminta bantuan sahabat dan saudara. Berikut tips membuat maternity shoot sendiri layaknya profesional:

 

1. Lakukan saat usia kehamilan 30 minggu

Di usia kehamilan sekitar 30 minggu, perut Mam akan terlihat bulat sempurna, sudah tampak besar, namun belum begitu besar. Di usia kehamilan ini pula, Mam umumnya masih lebih leluasa bergerak karena si Kecil belum terlalu berat.

2. Cari latar belakang yang menonjolkan momen indah kehamilan

Mam bisa melakukannya di tepi pantai yang sepi, taman luas dengan properti tenda mini seakan sedang berpiknik, atau bahkan menggunakan latar belakang putih layaknya sebuah foto studio. Mam juga dapat memilih lokasi favorit, namun pastikan latar belakang tidak ramai atau berwarna-warni, sehingga hanya Mam yang menjadi pusat perhatian.

3. Hindari menggunakan flash kamera

Penggunaan lampu flash yang kurang tepat akan membuat foto tampak tidak indah. Untuk menghindari hal ini, gunakan pencahayaan natural, seperti berfoto dekat jendela. Bila Mam melakukan sesi foto di ruang terbuka, cahaya matahari akan terlihat cantik bila sesi foto dilakukan pada pagi atau sore hari. Hindari mengambil foto saat tengah hari karena cahaya matahari akan membuat mata silau sehingga wajah Mam tak terlihat cantik di foto.

4. Kenakan pakaian yang menonjolkan perut

Tinggalkan sejenak baju hamil  yang menutupi tubuh dan perut. Kenakan gaun yang pas di tubuh, tapi tidak terlalu ketat, sehingga perut akan terlihat menonjol. Hindari motif ramai seperti bunga karena akan mengalihkan fokus. Sebaliknya, gunakan warna yang akan tetap terlihat bagus dan tak ketinggalan zaman walau dilihat 10 atau 20 tahun kemudian, seperti warna-warna netral atau gelap.

5. Pose yang menonjolkan perut

Beberapa pose yang bisa dicoba ialah pose yoga duduk bersila, pose berbaring miring di sofa dengan tangan menopang kepala, pose Pap sedang mencium perut Mam dengan pengambilan foto dari arah samping, atau Mam dapat mencari inspirasi foto maternity shoot lewat media sosial.

Selain untuk merayakan momen kehamilan, maternity shoot diharapkan dapat menjadi kenangan indah untuk dinikmati bersama Pap dan juga si Kecil di kemudian hari. Dengan tips di atas, Mam tak perlu menggunakan jasa fotografer dan mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan foto yang bagus. Tertarik untuk mencobanya, Mam?

 

 

Sumber:

parents.com/pregnancy/my-life/beauty/beautiful-pregnant-belly-photos/

family.fimela.com/seputar-kehamilan/hamil-sehat/4-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-foto-kehamilan-140530z.html

ayahbunda.co.id/kehamilan-tips/10-ide-kreatif-bersenang-senang-di-masa-kehamilan

Diakses pada 10 Oktober 2016

 
Penulis
Ayunda Pininta Kasih

Pengalaman menjalani profesi sebagai jurnalis di media nasional, majalah CHIC, tabloid Nakita, dan Kompas.com, membuat Ayunda dekat dengan dunia penulis, perempuan, kesehatan, maupun kehamilan. Memilih untuk menjadi penulis lepas setelah kelahiran putri pertamanya, lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD and Best Employee of Kompas Gramedia 2013 ini sedang menikmati kehidupan barunya sebagai work at home Mam.

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top