Kesehatan

Babymoon: Yuk, Mam, Nikmati Honeymoon Saat Hamil

By: Ayunda Pininta Kasih 2016-12-20 02:07:03 (UTC)
Banyak informasi kehamilan yang berisi tentang ragam kegiatan yang dapat mengusir stres selama kehamilan. Tapi, pernahkah Mam mendengar tentang babymoon? Walau bernama babymoon, tren bulan madu ini tidak dilakukan setelah bayi lahir, lho, melainkan pada saat si Kecil masih di dalam kandungan. Alasannya, liburan saat kehamilan bisa menjadi me time yang menyegarkan bagi Mam dan Pap, sebelum menghadapi hari-hari yang sibuk saat mengurus si Kecil.
 
Merencanakan “honeymoon kedua” saat sedang berbadan dua ternyata tak hanya memberi banyak kesenangan, lho. Babymoon juga dapat membuat Mam dan Pap lebih dekat sehingga lebih siap saat mengurus si Kecil nantinya. Menghabiskan waktu berdua dan jauh dari rutinitas sehari-hari selama babymoon juga diharapkan dapat mengurangi stres selama hamil. Hormon stress epinephrine dan norepinephrine dapat menghambat aliran darah yang berfungsi menyalurkan nutrisi dan oksigen untuk pertumbuhan si Kecil. Itu sebabnya, stres selama kehamilan harus dihindari, salah satunya dengan menikmati babymoon.
 
Ada banyak pilihan lokasi babymoon, bisa di dalam kota, luar kota, atau bahkan luar negeri. Bila Mam dan Pap memutuskan untuk melakukan liburan jarak jauh, The American Congress of Obstetricians Gynecologist (ACOG) merekomendasikan untuk melakukannya saat kehamilan mencapai usia 14-28 minggu atau trimester kedua. Bila Mam membaca informasi kehamilan, di trimester kedua, janin biasanya sudah lebih kuat ketimbang di trimester sebelumnya, namun belum dekat dengan hari perkiraan lahir. Kondisi Mam juga relatif lebih sehat karena morning sickness cenderung sudah berkurang. Perut pun belum terlalu besar sehingga Mam masih bisa menikmati perjalanan.


Berikut tips nyaman dan aman bila Mam memutuskan untuk melakukan babymoon bersama Pap:
 
  1. Pastikan tempat yang dituju bukan tempat yang ramai dan riuh, namun bisa memberikan kenyamanan bagi Mam, seperti resort. Sebab, babymoon bukan hanya sekadar berlibur, melainkan menghabiskan waktu dengan penuh kebahagiaan bersama Pap.
  2. Saat memutuskan liburan ke luar negeri, ada baiknya Mam berkonsultasi dahulu dengan dokter kandungan, baik rencana lokasi, moda transportasi, serta aktivitas yang akan dilakukan. Dengan begitu, dokter akan melihat apakah kondisi kesehatan Mam dan janin memungkinkan, apakah Mam memerlukan vaksin tertentu, atau apakah perlu mendapat vitamin agar kesehatan Mam dan janin terjaga.
  3. Temukan fasilitas kesehatan terdekat. Walau Mam dinyatakan sehat untuk bepergian, upaya ini akan sangat menolong andai Mam membutuhkan pertolongan medis selama babymoon.
  4. Cek persyaratan sebelum mengambil moda transportasi, khususnya pesawat terbang atau kapal pesiar. Ada baiknya juga untuk mengecek persyaratan bagi ibu hamil. Sebab, tiap maskapai kapal memiliki peraturan yang berbeda-beda. Jangan sampai Mam sudah membeli tiket namun persyaratan tak bisa dipenuhi, ya.
  5. Gunakan pakaian yang nyaman, tidak terlalu ketat, agar pergerakan Mam menjadi lebih leluasa.
  6. Pastikan tetap mendapatkan asupan makanan sehat  ya, Mam. Walau kuliner lokal begitu menggoda, Mam tetap perlu memastikan makanan yang disajikan bersih dan menggunakan bahan yang aman bagi ibu hamil.
  7. Tak lupa, sedia selalu air mineral. Selain Mam tidak selalu bisa menjamin kebersihan air setempat, kebutuhan cairan Mam selama hamil juga meningkat.

Mam juga dapat mencari informasi kehamilan tentang tips berlibur yang menyenangkan ala ibu hamil. Hal yang tak kalah penting, bicarakan informasi kehamilan ini kepada Pap ya, agar rencana liburan dapat disiapkan sebaik mungkin. Selamat menikmati babymoon, Mam.



Sumber:
webmd.com/baby/features/pre-baby-vacation#1
verywell.com/what-is-a-baby-moon-2760079
alodokter.com/ibu-hamil-jangan-stres-efeknya-bisa-buruk-untuk-janin
Diakses pada 10 Oktober 2016
Penulis
Ayunda Pininta Kasih

Pengalaman menjalani profesi sebagai jurnalis di media nasional, majalah CHIC, tabloid Nakita, dan Kompas.com, membuat Ayunda dekat dengan dunia penulis, perempuan, kesehatan, maupun kehamilan. Memilih untuk menjadi penulis lepas setelah kelahiran putri pertamanya, lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD and Best Employee of Kompas Gramedia 2013 ini sedang menikmati kehidupan barunya sebagai work at home Mam.

Kesehatan

Siap menjadi Mam dan Pap

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:15:53 (UTC)
Menjadi seorang Mam dan Pap merupakan fase kehidupan baru yang akan membawa banyak perubahan bagi keluarga. Tidak hanya Mam yang bersiap untuk menghadapi persalinan, tetapi Pap juga turut berperan untuk membantu agar persalinan berjalan lancar dan ia dapat membesarkan si Kecil dengan penuh cinta dan tanggung jawab. Yuk ikut kelas-kelas persiapan kelahiran bersama pasangan! Jangan lupa untuk selalu konsultasikan dengan dokter Mam sebelum mengikuti kelas senam hamil, hypnobirthing, ataupun kelas Lamaze. 
  • Kelas senam hamil

    Kelas senam hamil umumnya tersedia di rumah sakit, terutama rumah sakit bersalin. Senam ini membantu Mam untuk lebih fit saat persalinan. Di senam ini juga diajarkan gerakan-gerakan yang akan mempercepat proses persalinan, teknik pernapasan, teknik mengejan dan latihan untuk mengurangi keluhan hamil. 

  • Kelas hypnobirthing

    Mam biasanya disarankan untuk mengikuti kelas ini bersama dengan Pap. Kelas ini mengajak Mam untuk siap secara mental menghadapi persalinan. Hypnobirthing adalah metode relaksasi agar kehamilan berjalan dengan sehat, tenang, lancar dan minim rasa sakit. Hypnobirthing juga bermanfaat untuk membantu kelancaran ASI, menghindari baby blues dan membantu mengedukasi Mam dan Pap soal pengasuhan anak.

  • Kelas Lamaze

    Metode Lamaze membantu Mam untuk dapat melahirkan dengan cara normal, membantu menjalani persalinan lebih percaya diri dan nyaman. Lamaze juga dilakukan bersama pasangan sebagai dukungan selama persalinan. Metode ini mengajarkan mengenai posisi saat melahirkan, pijat, aromaterapi, teknik pernapasan, teknik mendorong dan mengejan. Metode ini menghindari intervensi medis dan obat-obatan saat melahirkan.

  • Kelas breastfeeding

    Setelah melahirkan Mam akan menemui tantangan baru, yaitu ketika memberikan ASI untuk si Kecil. Kelas ini membantu Mam untuk mendapatkan posisi terbaik saat menyusui sehingga tidak menimbulkan luka pada puting yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat menyusui. Mam juga akan mempelajari cara memijat payudara dan contoh makanan bernutrisi yang mampu membantu produksi ASI yang lebih banyak dan berkualitas.

  • Kelas Parenting

    Kelas ini banyak pilihannya, mulai dari belajar merawat bayi baru lahir yang umumnya disediakan oleh rumah sakit, sampai kelas parenting dengan materi cara membesarkan anak. Kelas ini penting untuk diikuti Mam dan Pap agar memiliki kesamaan visi saat membesarkan dan mendidik si Kecil. Dengan pola asuh yang sama, maka diharapkan tumbuh kembang si Kecil menjadi lebih optimal.

 
Sumber:
  • https://www.starthealthystayhealthy.in/lamaze-getting-ready-birth
  • https://www.starthealthystayhealthy.in/third-trimester
  • http://magazine.orami.co.id/mengenal-sekolah-parenting-untuk-orang-tua/
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top