Info Nutrisi

Bahan Makanan Wajib Ibu Hamil

By: Wyeth Nutrition 2017-12-06 08:52:35 (UTC)
Sejak awal kehamilan, Mam perlu menyiapkan diri untuk kehadiran janin, persalinan hingga menyusui. Agar semua proses tersebut berjalan lancar, Mam harus memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Saat kehamilan, janin akan mendapatkan nutrisi dari ibunya. Jika kebutuhan tersebut tidak dipenuhi, maka cadangan zat gizi di dalam tubuh ibu yang akan digunakan. Padahal, cadangan ini nantinya akan digunakan untuk proses persalinan dan menyusui. Itulah sebabnya, ibu hamil perlu mencukupi kebutuhan gizinya melalui makanan.

Menurut Bebby Astrika SGz, pada trimester pertama, kualitas makanan lebih utama ketimbang jumlahnya. Sebab, pada trimester ini banyak terjadi proses pembelahan sel yang membutuhkan zat gizi mikro seperti zinc dan asam folat. Memasuki trimester 2-3, kualitas makanan masih tetap penting, namun jumlah energi yang harus dipenuhi ibu hamil juga bertambah, menjadi sekitar 300 kilo kalori per hari. Pada periode ini, lebih banyak terjadi proses pembesaran sel di tubuh janin. Kekurangan zat gizi akan berdampak pada berat badan bayi saat lahir dan gangguan lain seperti anemia.


Untuk itulah, Mam perlu mengonsumsi beberapa bahan makanan berikut ini:

1. Daging sapi
Daging merupakan sumber protein sekaligus sumber vitamin dan mineral. Beberapa vitamin dan mineral yang terkandung di dalam daging antara lain vitamin B1, vitamin B2, zat besi, kalsium dan fosfor. Semua kandungan zat gizi ini digunakan tubuh ibu dan janin. Protein merupakan bahan utama pembentukan organ dan sel darah merah. Sementara vitamin dan mineral digunakan untuk membantu metabolisme energi, menjaga kesehatan otak dan jantung serta membantu pembentukan tulang dan gigi janin.

2. Telur
Sama seperti daging, telur juga merupakan sumber protein. Kuning telur mengandung lebih banyak zat gizi dibandingkan putih telur. Kualitas zat gizi pada telur juga bisa dikatakan cukup sempurna karena kandungan komposisi asam aminonya dan kemudahannya untuk dicerna. kandungan vitamin dan minera telur membantu tubuh ibu dalam proses metabolisme.

3. Ikan
Susunan asam amino di dalam ikan tergolong cukup lengkap. Begitu juga dengan mineralnya, seperti zat besi, yodium, kalsium, fosfor, selenium dan zinc. Selain itu, ikan juga mengandung asam lemak yang penting bagi proses tumbuh kembang janin, yaitu DHA (asam dokosaheksanoat) dan EPA (asam eikosapetaenoat), yang merupakan turunan dari asam lemak omega 3. Kedua zat ini berperan dalam pembentukan dan perkembangan sel-sel otak dan saraf janin.

4. Susu
Salah satu satu jenis bahan makanan sumber protein hewani ini memiliki fungsi membuat hemoglobin, membentuk antibodi untuk melawan penyakit dan menghasilkan hormon dan enzim untuk mengatur berbagai proses tubuh. Dengan mengonsumsi susu secara rutin, ibu hamil dapat ‘menyimpan’ kalsium dari susu di dalam tubuhnya. Satu liter susu mengandung 1,2 gram kalsium yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian ibu hamil.

5. Kacang-kacangan
Salah satu contohnya adalah kedelai. Bahan makanan ini mengandung vitamin dan mineral yang cukup tinggi, seperti vitamin B1, B2, B3, B12, dan vitamin E, serta mineral berupa kalsium, zat besi dan fosfor. Semua kandungan ini berguna dalam proses metabolisme tubuh sekaligus membantu sistem saraf bekerja. Kandungan zat besi dalam kedelai juga dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah. 

6. Sayuran hijau
Sayuran hijau seperti bayam, buncis, brokoli dan kailan mengandung vitamin A, C dan K. Vitamin ini digunakan janin dalam proses tumbuh kembang di dalam rahim dan digunakan ibu hamil untuk menjaga kekebahan tubuh.

7. Daging ayam
Sebagai salah satu sumber protein sekaligus sumber lemak, ayam disarankan dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain menghasilkan energi, lemak dari ayam juga bermanfaat untuk melarutkan beberapa vitamin seperti vitamin A, D, E, dan K. Lemak juga dibutuhkan ibu hamil dalam membantu beberapa proses pembentukan jaringan otak, serabut saraf, hati, ginjal dan organ penting lainnya. Selama hamil, lemak akan disimpan di dalam tubuh sebagai cadangan energi saat proses persalinan dan pemulihan pascapersalinan.

Selain memerhatikan jenis bahan makanan yang harus dikonsumsi ibu hamil, Mam juga perlu memerhatikan pengolahannya. Masak makanan hingga benar-benar matang untuk menghindari risiko kontaminasi bakteri dari bahan makanan yang masih mentah.

Sumber :
-    Bebby Astrika SGz
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Info Nutrisi

9 Pantangan Makanan bagi Ibu Hamil

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 00:04:40 (UTC)
Selalu berusaha mengonsumsi menu dengan gizi seimbang menjadi salah satu langkah menjalankan pola hidup sehat. Apalagi saat Mam sedang hamil. Kesadaran untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi harus semakin diperhatikan.

Bagi Mam yang sedang hamil, apa pun yang dikonsumsi akan berpengaruh terhadap janin. Tidak hanya membantu masa kehamilan menjadi lebih lancar. Si Kecil dalam kandungan juga bisa tumbuh kembang lebih baik dan dalam kondisi sehat.

Ya, apa pun yang Mam konsumsi saat hamil akan memengaruhi kesehatan si Kecil selama di dalam kandungan dan tumbuh kembangnya seumur hidup.
 

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil

Sebenarnya, tidak ada pantangan tertentu dalam hal konsumsi makanan selama Mam dalam keadaan sehat. Ini tentu dengan pengecualian jika Mam memiliki kondisi kesehatan atau alergi tertentu sehingga harus mengikuti pola makan yang dianjurkan dokter.

Bila Mam dalam keadaan sehat, apa pun bisa dimakan asalkan sesuai asupan gizi seimbang. Pastikan juga pengolahan dan kebersihan makanan sudah benar. Jangan sampai bahan makanan berkualitas, tetapi diolah dengan cara kurang tepat.

Mengingat pengaruhnya yang bisa berdampak panjang, ada baiknya Mam memperhatikan apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi selama masa kehamilan.
 

9 Pantangan Makanan bagi Ibu Hamil

1.  Daging Merah
“Kalau sedang hamil jangan makan daging kambing. Perutnya nanti panas kemudian bisa keguguran.”

Pernahkah Mam dan Pap mendengar larangan seperti itu?

Sebetulnya, itu hanya mitos, Mam. Daging merah, baik kambing atau sapi, bagus dikonsumsi saat hamil.

Saat sedang hamil, Mam butuh asupan zinc yang cukup. Zinc berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh Mam dan si Kecil. Bila memiliki kekebalan yang baik, tubuh akan terhindar dari berbagai penyakit. Zinc juga berperan dalam tumbuh kembang janin. Bila Mam kurang asupan Zinc selama kehamilan, bisa menimbulkan berbagai risiko bayi lahir prematur dengan berat badan rendah, hingga risiko keguguran.

Selain Zinc, daging merah juga memiliki kandungan zat besi terbaik. Zat besi berfungsi membentuk sel darah merah dan membentuk hemoglobin. Mam dengan asupan zat besi yang cukup akan terhindar dari anemia serta mengurangi risiko saat persalinan.

DON’TS:

Bila Mam menyukai steak dengan tingkat kematangan medium atau rare, sebaiknya hentikan dulu. Steak tetap boleh disantap, tetapi harus matang (well done), minimal dimasak hingga suhu 63 derajat Celcius. Daging yang kurang matang dikhawatirkan masih mengandung parasit toxoplasmosis. Terinfeksi virus ini akan berbahaya bagi tumbuh kembang janin, bahkan bisa mengakibatkan keguguran.

2. Daging Ayam
Sama seperti daging merah, kandungan zat besi dan zinc pun cukup baik. Mengonsumsi daging ayam juga bisa mencegah Mam terkena anemia selama hamil.

Mam juga sebaiknya mengkonsumsi daging ayam kampung daripada yang potong. Ini karena jumlah lemak dalam ayam kampung lebih rendah daripada ayam potong.

Memasak daging ayam juga harus benar-benar matang. Infeksi bakteri bisa terjadi bila menyantap daging ayam yang belum matang. Apalagi, ibu hamil lebih rentan terkena bakteri. Jadi pastikan daging ayam dimasak minimal hingga suhu sekitar 73 derajat Celcius.

3. Ikan
Mengonsumsi ikan pada hamil sangat dianjurkan. Kandungan ikan sangat kaya gizi. Mam yang mengonsumsi ikan saat hamil berarti memberikan nutrisi baik bagi janin. Kandungan gizi dalam ikan antara lain protein, DHA, asam folat, Omega 3, kalori, lemak, zat besi, fosfor, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan kalsium.

Kandungan ikan yang sarat gizi tersebut memiliki banyak manfaat yaitu mengambangkan otak janin, meningkatkan kecerdasan. Konsumsi ikan juga dapat meningkatkan sistem imun, menjaga indera penglihatan janin, serta meminimalkan risiko lahir prematur.

DON’TS:
Mengingat kandungan ikan yang padat gizi, Mam dianjurkan untuk mengonsumsinya 3-4 kali dalam seminggu. Konsumsi sushi saat kehamilan sebaiknya dihindari. Ikan mentah dikhawatirkan masih mengandung parasit yang bisa membahayakan janin. Namun, Mam harus perhatikan kandungan merkuri dalam ikan.  Kandungan merkuri yang tinggi bisa membuat bayi lahir cacat, pembentukan otak si Kecil kurang sempurna, atau berisiko tinggi terkena ADHD pada usia 8 tahun.

Ada 7 jenis ikan yang menurut Food and Drugs Administration US (FDA) dan US Environmental Protection Agency (EPA) mengandung merkuri tinggi dan harus dihindari ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Ketujuh ikan tersebut adalah bigeye tuna, hiu, king makarel, tilefish, swordfish, orange roughy, dan marlin.

Selain menghindari ikan yang tinggi merkuri, sebaiknya Mam juga memilih ikan mentah yang segar. Ikan segar juga sebaiknya sudah melalui proses pendinginan selama 7 hari dengan suhu -20 derajat Celcius dan dimasak dengan suhu minimal 70 derajat Celcius. Dengan proses tersebut, parasit yang terkandung dalam ikan segar diharapkan sudah mati.
 
4. Keju
Mam yang sedang hami mungkin ingin juga menikmati makanan dengan keju, tetapi  ada rasa khawatir kurang baik bagi janin. Sebetulnya boleh kok, menikmati keju. Produk olahan susu ini mengandung bakteri baik, tinggi zat kalsium, fosfor, vitamin A, dan protein.

DON’TS:
Keju yang boleh dikonsumsi adalah yang sudah melalui proses pasteurisasi dan pembekuan, misalnya keju mozzarella, parmesan, dan cheddar. Hindari keju jenis raw cheese atau unpasteurised, seperti feta, brie, dan camembert. Keju yang belum melalui proses pasteurisasi sangat memungkinkan bakteri jahat, seperti listeria, untuk berkembang biak.

5. Buah Segar
Buah-buahan kaya akan vitamin. Mam yang mengalami morning sickness pada trimester pertama juga biasanya kesulitan minum air putih. Mengonsumsi buah segar lebih bisa diterima, misalnya dengan dibuat jus. Kandungan pada buah segar juga bisa membuat badan lebih bugar.

DON’T:
Ketika mengonsumsi buah segar, pastikan kebersihannya. Cuci lebih dulu di bawah air mengalir. Bila tidak, dikhawatirkan buah tersebut masih mengandung bakteri seperti listeria dan salmonella. Hindari buah segar yang sudah terbuka karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi bakteri. Jus buah segar juga sebaiknya langsung dikonsumsi agar bakteri tidak berkembang biak dalam jus tersebut.

6. Kecambah
Kecambah mengandung asam amino, vitamin E, dan kaya serat. Salah satu manfaat kecambah bila dikonsumsi saat hamil adalah memperkuat kandungan sehingga meminimalkan terjadinya keguguran.

DON’TS:
Kecambah mentah masih mengandung bakteri jahat e.colli terutama di bagian biji. Bakteri tidak akan hilang hanya dengan dicuci. Bersihkan dan olah kecambah terlebih dahulu dengan tepat sehingga kecambah tidak lagi berbahaya bila dikonsumsi.

7. Telur
Salah satu makanan yang paling mudah didapat dan dikonsumsi sehari-hari adalah telur. Selain rasanya yang enak, telur juga kaya akan Selenium, Seng, vitamin A, D serta B kompleks.

DON’TS:
Telur juga bisa jadi salah satu makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil bila dikonsumsi saat masih mentah atau setengah matang. Bakteri salmonella dalam telur mentah atau setengah matang bisa mengakibatkan bayi lahir prematur, mengalami kontraksi uterus, dehidrasi, diare, dan muntah.

Pastikan telur yang dikonsumsi juga masih dalam keadaan segar. Bila Mam membeli telur dalam kotak biasanya ada tanggal kedaluwarsanya.

Jika gemar mengonsumsi salad, sebaiknya Mam perhatikan dressing-nya. Ada beberapa dressing salad yang terbuat dari telur mentah seperti mayones atau thousand island. Bila tetap ingin makan salad, sebaiknya ganti dressing dengan madu.

8. Makanan Kaleng
Salah satu keunggulan makanan kaleng adalah praktis. Biasanya makanan kalengan sudah diberi berbagai macam bumbu sehingga Mam hanya tinggal mengolah sebentar. Kandungan nutrisi pada makanan kaleng pun sudah mencukupi kebutuhan.

DON’TS:
Jangan terlalu sering mengonsumsi makanan kalengan. Walaupun kandungan gizinya sudah mencukupi, umumnya makanan kalengan mengandung kadar garam tinggi. Mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi secara terus menerus akan berpotensi terjadinya hipertensi. Mengolah makanan dari bahan segar bila tepat tentunya akan lebih baik dari makanan kalengan.

9. Susu
Susu juga mengandung banyak gizi penting yang dibutuhkan ibu hamil dan janin. Bila Mam mengonsumsi susu tiga gelas per hari akan sangat baik dan berdampak panjang bagi si Kecil.

DON’TS:
Hindari konsumsi susu yang belum melalui proses pasteurisasi. Bakteri salmonella, listeria, e.colli, dan campylobacter masih berkembang biak bila susu belum dipasteurisasi. Akibatnya bisa membahayakan janin hingga mengakibatkan kematian.

Ada lagi makanan pantangan bagi ibu hamil yaitu kafein dan alkohol. Ada beberapa pendapat yang mengatakan konsumsi kafein masih boleh dalam takaran sedikit. Namun, kafein sangat cepat dicerna tubuh sedangkan plasenta tidak memiliki enzim yang dapat mencerna kafein. Penyerapan zat gizi berkurang, detak jantung janin meningkat, dan berbagai masalah lainnya bisa terjadi bila ibu hamil mengkonsumsi kafein.

Alkohol jelas dilarang. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit saja sudah bisa mempengaruhi perkembangan otak janin. Berbagai komplikasi bisa terjadi bila Mam terus mengkonsumsi alkohol saat hamil.

Jadi, semua makanan ini sebetulnya tidak semuanya benar-benar dipantang. Beberapa makanan masih aman bahkan baik dikonsumsi saat kehamilan, asalkan Mam mengolahnya dengan tepat. Sesuaikan juga porsinya dan tetap mengikuti pola makan gizi seimbang.
 
Source:
webmd.com/baby/features/foods-to-avoid-when-youre-pregnant#1
babycenter.com/0_foods-and-beverages-to-avoid-during-pregnancy_10348544.bc
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top