Kesehatan

Bolehkah Mam Kenakan Pakaian Ketat Saat Hamil?

By: Ayunda Pininta Kasih 2016-12-20 02:10:26 (UTC)
Ada banyak ibu hamil yang kerap mengenakan pakaian ketat selama hamil. Alasannya beragam, mulai dari ingin terlihat modis, tak suka mengenakan pakaian yang terlihat “kebesaran”, hingga kurangnya stok busana hamil sehingga mereka masih menggunakan pakaian sebelum hamil. Walau masih ada beberapa pakaian seperti celana dengan bahan lentur yang masih bisa dikenakan, namun bila sudah terasa cukup ketat, ada baiknya Mam menghindarinya demi menjaga kehamilan yang sehat.
 
Berikut pengaruh pakaian ketat bagi kesehatan Mam maupun si Kecil:
 
1.  Sirkulasi darah melambat
Memasuki trimester kedua dan ketiga, akan terjadi peningkatan volume darah dari plasenta menuju janin. Melalui aliran darah, pasokan oksigen dan nutrisi disalurkan Mam untuk si Kecil. Sayangnya, pakaian yang ketat pada bagian perut serta kaki bisa menghambat sirkulasi darah. Akibatnya, janin bisa kekurangan oksigen, lalu denyut jantungnya tak stabil, dan mengalami kondisi gawat janin.
 
2. Rasa sesak dan mual lebih mudah datang
Selain menimbulkan rasa sesak, tekanan yang disebabkan oleh pakaian ketat dapat membuat asam lambung lebih mudah naik. Sehingga, saat Mam makan terlalu banyak, atau mengonsumsi makanan yang bisa memicu naiknya asam lambung, sensasi sesak, kembung, dan mual akan lebih mudah dirasakan. Hal ini tentu saja akan membuat Mam merasa tidak nyaman.
 
3. Memicu perubahan flora pada vagina
Penggunaan celana ketat di negara beriklim tropis dapat membuat jamur lebih mudah berkembang di daerah kulit maupun daerah kewanitaan. Infeksi jamur pada vagina umumnya ditandai dengan keputihan dan akan menjadi berbahaya bila cairan yang keluar berwarna kehijauan, berbau, serta menimbulkan gatal. Selain mengganggu kenyamanan, infeksi jamur yang tak ditangani dengan baik bisa naik ke rahim dan berisiko menyebabkan penipisan selaput ketuban yang mengarah pada pecahnya ketuban. Hal ini tentu saja tidak diinginkan, terutama bila usia kandungan Mam belum cukup bulan.


Demi menjaga kehamilan yang sehat, mengenakan pakaian ketat nyatanya bukan pilihan tepat, ya, Mam. Kabar baiknya, kini sudah banyak pilihan baju hamil dengan bermacam gaya, sehingga Mam dapat tetap tampil modis tanpa mengorbankan kesehatan diri dan si Kecil. Berikut tips berpakaian nyaman demi menjaga kehamilan senantiasa sehat:
  1. Kenakan pakaian berbahan katun yang mudah menyerap keringat, sehingga dapat mengurangi risiko lembap yang menyebabkan pertumbuhan jamur.
  2. Walau ukurannya pas, pastikan pakaian tidak memberi tekanan pada bagian tubuh manapun, terutama dada, perut, dan kaki.
  3. Pilihlah celana yang berjenis maternity briefs (menutupi perut sampai di atas pusar) atau bikini line (celana yang dikenakan di bawah pusar atau pada garis perut bawah).
  4. Kenakan bra dengan ukuran 1 nomor lebih besar agar sirkulasi darah di sekitar dada menjadi lancar dan tak memicu sesak.

Agar tetap tampil stylish selama menjalani kehamilan, tips berbusana di laman ini  dapat membantu Mam, lho. Jangan abaikan penggunaan busana yang tepat ya, agar kesehatan kehamilan Mam tetap terjaga.


Sumber:
livestrong.com/article/147228-negative-effects-of-tight-clothes-on-pregnant-women/
tabloid-nakita.com/Kehamilan/Bolehkah-Memakai-Celana-Jin-Saat-Hamil
alodokter.com/komunitas/topic/kehamilan-280
Diakses pada 10 Oktober 2016
 
Penulis
Ayunda Pininta Kasih

Pengalaman menjalani profesi sebagai jurnalis di media nasional, majalah CHIC, tabloid Nakita, dan Kompas.com, membuat Ayunda dekat dengan dunia penulis, perempuan, kesehatan, maupun kehamilan. Memilih untuk menjadi penulis lepas setelah kelahiran putri pertamanya, lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD and Best Employee of Kompas Gramedia 2013 ini sedang menikmati kehidupan barunya sebagai work at home Mam.

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top