Kesehatan

Bolehkah Memakai High Heels Saat Hamil?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2017-04-19 21:53:04 (UTC)
Ketika sedang hamil pun seorang perempuan tetap ingin tampil cantik, lengkap dengan busana dan sepatu atau berhak tinggi sebagai pelengkapnya. Jika Mam sudah terbiasa memakai high heels sebelum hamil, mungkin memang agak sulit untuk meninggalkannya ketika hamil. Yang perlu Mam sadari, memakai high heels selama kehamilan itu dapat berisiko bagi Mam danjanin dalam kandungan. 

Dokter tidak menyarankan
Dokter, umumnya, tidak menyarankan para Mam untuk menggunakan high heels selama kehamilannya. Mengapa? Karena penggunaan high heels berisiko mencederai ibu dan janin, dari cedera ringan bahkan sampai yang serius.

Selama kehamilan, tubuh Mam mengeluarkan hormon relaxin yang menyebabkan jaringan dan sendi menjadi lebih longgar. Hal ini membuat panggul Mam menjadi lebih fleksibel, siap untuk menjalani proses kelahiran. Namun hal ini juga berarti akan menyebabkan penambahan tekanan pada sendi-sendi sehingga ibu hamil sering merasa nyeri pada punggung bawah. Selain itu tidak dapat dipungkiri hal ini pun mempengaruhi keseimbangan tubuh.


Berbagai risiko lainnya
Ketika Mam memakai sepatu berhak tinggi, postur tubuh Mam akan sedikit berubah; tekanan akan semakin bertambah pada punggung, lutut, dan sendi pergelangan kaki. Rasa nyeri pada punggung bawah pun dapat bertambah berat.
Selain itu penggunaan sepatu hak tinggi juga dapat mengakibatkan masalah lain, seperti:
  • Kram pada betis. Ketika Mam memakai high heels dalam waktu lama, otot-otot betis akan menegang. Ini bisa menyebabkan terjadinya kram pada otot, yang kondisinya semakin berat pada masa kehamilan.
  • Berisiko jatuh. Ketika hamil, Mam akan menjadi lebih clumsy, koordinasi mata dengan tangan dan kaki menjadi kurang baik. Mam juga rentan merasa pusing. Selain itu, kekuatan sendi pergelangan kaki ibu hamil juga cenderung berkurang karena bertambahnya berat tubuh dan terjadinya perubahan hormon di dalam tubuh. 
  • Pembengkakan di kaki. Pembengkakan di kaki, sendi pergelangan kaki, dan telapak kaki sangat umum terjadi pada ibu hamil. Memakai sepatu yang sempit dan berhak tinggi akan memperparah masalah ini dan menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan rasa sakit pada Mam.

Kalau pun Mam benar-benar tidak bisa meninggalkan high heels, sebaiknya pakai hanya pada kesempatan-kesempatan khusus saja dan gunakan hak sepatu yang tebal. Bawalah sandal atau sepatu cadangan yang berhak rendah sehingga kaki dan persendian bisa beristirahat sejenak.
Dapatkan informasi menarik lainnya seputar cara mengasuh dan info kesehatan di sini


Sumber:
  • Is it true that I shouldn't wear high heels while I'm pregnant?http://www.babycentre.co.uk/x563001/is-it-true-that-i-shouldnt-wear-high-heels-while-im-pregnant
  • 6 Risks Of Wearing Heels During Pregnancyhttp://www.momjunction.com/articles/risks-wearing-heels-pregnancy_0075253/
  • High heels while pregnant could harm your babyhttp://www.mindfood.com/au/article/health-high-heels-pregnant-could-harm-baby/
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top