Kesehatan

Bolehkah Teman Mam Mencubit Pipi Si Kecil?

By: NITA SUSILAWATI 2017-08-25 00:39:47 (UTC)
Bolehkah Teman Mam Mencubit Pipi Si Kecil?
 
Bersikap ramah adalah suatu hal yang sudah mendarah daging di negara kita. Bahkan kita bisa saling bercakap-cakap dengan akrab bersama orang lain yang belum pernah dikenal sebelumnya. Namun, jika ada orang dewasa, baik dikenal atau tidak, tiba-tiba mencubit pipi bayi Mam, kadang hal ini menimbulkan rasa tak nyaman bagi Mam. 
 
Biasanya Mam khawatir akan hal-hal berikut:
  • Bayi terkontaminasi kuman dari si pencubit pipi
  • Anak menangis dan akhirnya Mam yang harus menenangkannya
  • Jika terlalu sering terjadi, hal ini dapat menggangu perkembangan anak (merasa diperlakukan kasar)
  • Takut menyinggung perasaan orang lain jika meminta mereka tidak mencubit pipi si Kecil
Ya, bayi memang dapat terkontaminasi kuman dari orang dewasa yang berada di sekitarnya. Hal ini terutama bagi bayi berusia 0-6 bulan, itulah sebabnya mengapa Mam sebaiknya tidak mengajak si Kecil ke area publik dimana banyak ditemukan orang berkerumun.  Namun dari sisi perkembangan anak, selama cubitan di pipi tidak kasar, sebenarnya hal ini tidak akan mengganggu anak.
 
Cute Agression
Keinginan untuk mencubit atau bahkan menggigit sesuatu yang menggemaskan disebut sebagai cute agression atau sikap agresif palsu. Cute agression ini sebenarnya mekanisme pertahanan diri dalam mengatasi emosi positif yang berlebihan dengan memperlihatkan sikap kebalikannya agar emosi kembali normal. Sama halnya dengan orang yang menangis ketika melihat sesuatu yang justru membanggakan atau membahagiakan.
 
Agar Mam tetap merasa aman dan bayi pun nyaman, Mam bisa melakukan hal-hal berikut:
  • Memastikan tangan semua orang yang ingin menyentuh bayi selalu bersih, bisa dengan cara menyodorkan tisu atau gel antiseptik
  • Minta mereka untuk tidak menyentuh bayi di bagian muka karena bayi ‘sensitif’
  • Menghindarkan si Kecil dari orang dewasa yang sedang sakit
  • Jika orang dewasa yang mendekati bayi cukup Mam kenal, terus terang saja pada mereka bahwa Mam tidak merasa nyaman melihat bayi Mam dicubit-cubit, dan  si Kecil pun dapat menangis.
Pada dasarnya, mencubit pipi adalah cara untuk menunjukkan rasa sayang dan apresiasi pada kehidupan. Jika kita tak dapat menghindar dari si pencubit pipi, ingatkan saja agar mereka tidak mencubit si Kecil dengan kasar. Jika bayi sudah semakin besar, Mam dapat melonggarkan sedikit perlindungan Mam agar si Kecil dapat belajar bersosialisasi. Karena kita tahu, perkembangan anak yang optimal juga didukung oleh kemampuannya bersosialisasi. 
 
Referensi
  • http://www.independent.co.uk/news/science/so-cute-i-could-eat-it-the-science-behind-cute-aggression-9860440.html
  • http://www.huffingtonpost.com/oriana-aragon/pinching-baby-cheeks_b_3692153.html
  • https://zenparent.in/parenting/how-to-say-no-to-strangers-pinching-my-childs-cheeks
Penulis
NITA SUSILAWATI

Hal rutin yang dilakukan Nita Susilawati sebelum berangkat kerja adalah menyiapkan kebutuhan sekolah si Kecil dan mengantarkannya ke sekolah. Sebagai copy writer Pusat Kreatif Femina, Nita sudah menulis banyak artikel seputar anak dan balita. Kesibukan lain wanita yang tinggal di Bekasi ini adalah mengelola bisnis online ontologi dan komunitas crafting jelicraft bersama teman temannya.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top