Kesehatan

Cara Aman Mengatasi Batuk pada Anak

By: Wyeth Nutrition 2019-05-07 20:17:56 (UTC)

Batuk pada anak bisa jadi pertanda banyak hal. Batuk ringan akan sembuh dengan sendirinya dalam dua minggu. Hal terberat adalah anak biasanya jadi tidak nafsu makan dan rewel karena lelah batuk terus-menerus.

Batuk adalah salah satu cara tubuh melindungi dirinya sendiri. Batuk muncul sebagai metode membersihkan saluran pernapasan, mengeluarkan dahak dan ingus, atau sebagai reaksi dari tersedak.

Meski demikian, batuk bisa jadi gejala penyakit yang lebih berat. Jadi jika si Kecil mulai mengalami gejala batuk, Mam perlu tahu penyebab dan jenis batuk agar bisa mengatasinya dengan benar.

 

Jenis dan Cara Mengatasi Batuk pada Anak

Secara umum, batuk ada dua jenis yakni batuk kering dan batuk basah/berdahak. Batuk kering biasanya terjadi jika bayi sedang pilek, flu, atau mengalami alergi. Batuk akan membantu membersihkan tenggorokan yang iritasi karena meradang.


Batuk basah adalah penyakit pernapasan yang disebabkan infeksi bakteri. Itu sebabnya tubuh menghasilkan banyak dahak atau ingus yang mengandung sel darah putih untuk menangkal bakteri.
Batuk juga bisa muncul dengan gejala lain seperti mata merah, hidung tersumbat, demam, dan radang tenggorokan. Jika si Kecil sudah berusia lebih dari 1 tahun, batuk sudah bisa lebih ringan dan tidak terlalu membahayakan.

Kebanyakan batuk yang muncul di atas usia 1 tahun adalah batuk karena pilek atau flu. Namun, jika si Kecil tiba-tiba mengalami batuk parah, sebaiknya langsung bawa ke dokter karena dikhawatirkan terinfeksi virus yang membahayakan.
 

Penyebab dan Jenis Batuk pada Anak

Batuk biasanya merupakan gejala infeksi atau virus yang mengakibatkan pilek. Namun, kadang batuknya juga bisa jadi mengkhawatirkan karena terdengar sangat kering atau bisa jadi seperti menggonggong. Ini dia penyebab dan jenis batuk:

Common cold
Common cold sebetulnya persis dengan flu, tapi gejalanya lebih ringan seperti pilek. Gejala yang muncul adalah demam saat malam hari, hidung tersumbat atau justru keluar ingus terus-menerus. Batuk yang terdengar biasanya batuk kering.

Asma
Asma hanya umum terjadi pada anak di atas usia 2 tahun. Namun, anak di bawah usia 2 tahun sangat mungkin terserang asma jika ada riwayat alergi atau keluarga yang juga mengidap asma.

Croup
Croup biasanya menyerang balita dan diawali demam pada pagi hari karena infeksi virus. Batuk jenis ini suaranya seperti menggonggong dan terjadi pada malam hari sehingga mudah dikenali. Saat batuk, si Kecil seperti kesulitan bernapas karena lapisan trakea membengkak dan menutup saluran pernapasan. Si Kecil pun akan terdengar seperti mendengik saat menarik napas.

Untuk meredakan gejalanya, simpan ember berisi air panas dan tutup kamar mandi. Biarkan si Kecil menghirup udara lembapnya. Jaga air panas tetap jauh dari jangkauan si Kecil ya, Mam. Croup akan sembuh kurang lebih dalam 3-4 hari. Lebih dari itu, hubungi dokter.

Pneumonia
Batuk berdahak bisa jadi salah satu gejala pneumonia. Mam dan Pap harus waspada jika si Kecil batuk disertai hidung tersumbat, muntah, demam, napasnya berbunyi, dada nyeri, dan menggigil.

Pada kasus pneumonia yang parah, bibir dan kuku jarinya bisa membiru seperti orang yang sangat kedinginan. Pneumonia juga bisa disebabkan bakteri dan virus. Karena itu, Mam harus tahu penyebabnya terlebih dahulu untuk penanganan yang tepat.

Bronkitis
Selain bakteri dan virus, bronkitis juga disebabkan alergi karena udara yang kotor akibat polusi, asap rokok, atau debu. Saat batuk karena bronkitis, si Kecil akan batuk berdahak terus-menerus. Dada juga akan terasa sakit dan muncul nyeri saat batuk.

Hati-hati ya, Mam, bronkitis yang muncul pada si Kecil di bawah 1 tahun mayoritas terjadi karena penyakit virus pernapasan (Respiratory Syncytial Virus-RSV). Virus ini menyebabkan flu biasa pada anak di atas 3 tahun, tapi bisa berbahaya jika menyerang anak di bawah usia 1 tahun.

Pertusis
Pertusis atau batuk rejan disebabkan bakteri dan sangat menular serta menyebar melalui udara. Hal paling mengkhawatirkan dari batuk jenis ini adalah, si Kecil biasanya tidak kuat, sampai saat batuk mereka mengeluarkan suara mendengik.

Pertusis bisa menyebabkan pneumonia, dehidrasi, kesulitan bernapas, tekanan darah rendah, dan gagal ginjal. Pada kasus yang lebih parah, batuk ini bisa menyebabkan kerusakan otak. Hal terbaik yang bisa Mam lakukan adalah menghindari si Kecil terjangkit bakteri penyebab penyakit ini. Pastikan si Kecil mendapat 3 kali vaksin DPT agar bisa mendapat perlindungan yang maksimal.

Mengatasi Batuk pada Anak

Ketika si Kecil batuk, Mam biasanya langsung mencari obat batuk yang dijual bebas di apotek. Namun, bila si Kecil masih berusia di bawah 2 tahun, obat yang dijual bebas dan aman bagi orang dewasa bisa jadi sangat berbahaya, Mam.

Obat Tetes
Untuk mengurangi gejala, mengatasi batuk pada anak bisa dilakukan dengan meneteskan obat tetes hidung untuk melegakan pernapasan. Jika si Kecil belum bisa mengeluarkan ingusnya sendiri,
Mam bisa menggunakan penyedot ingus. Pastikan Mam berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu sebelum melakukan penanganan kepada si Kecil.

Asupan Cairan
Pastikan selalu jaga asupan cairan untuk si Kecil ya, Mam. Jika ia ogah-ogahan minum air putih, Mam bisa memberikan jus, susu, atau sup. Siapkan juga makanan yang lembut dan mudah ditelan seperti bubur atau puding.

Untuk anak di atas 1 tahun, madu juga bisa diberikan untuk daya tahan tubuhnya. Madu bisa meringankan sakit pada tenggorokan. Berikan madu setengah sendok teh sebelum tidur. Namun, hindari pemberian madu untuk anak usia di bawah 1 tahun karena dapat menyebabkan keracunan bakteri.

Lembap 
kan Udara di Kamar
Penggunaan humidifier juga bisa membantu melembap kan udara kamar yang dingin. Namun, jika batuk si Kecil sudah sangat parah, sebaiknya langsung bawa ke dokter agar tidak terjadi komplikasi lanjutan.

Mengatasi Batuk pada Anak di Bawah Usia 7 Bulan

Cara mengatasi batuk pada anak di bawah usia 7 bulan tentu sedikit berbeda. Apalagi, jika si Kecil belum berusia 6 bulan. Air putih jelas belum bisa diberikan.
Meski demikian, si Kecil yang sedang batuk tetap butuh lebih banyak asupan cairan. Mam bisa memberikan ASI lebih banyak dari biasanya untuk membantu melawan infeksi.
Cek juga suhu ruangan agar tidak terlalu dingin. Bila perlu, gunakan humidifier agar udara menjadi lebih lembap. Jika memungkinkan, jemur si Kecil di bawah sinar matahari pagi untuk membantunya mengeluarkan dahak.

Pastikan si Kecil juga cukup istirahat ya, Mam. Perhatikan posisi tidur si Kecil, beri bantal yang lebih tinggi agar napasnya menjadi lebih baik. Namun, segera bawa si Kecil ke dokter jika ia sudah sangat tidak nyaman, menolak menyusu, demam lebih dari 38,9 derajat Celcius, dan muntah-muntah.
 
Source:
babycentre.co.uk/a1050293/coughs
webmd.com/cold-and-flu/cough-home-remedies-babies-toddlers#1
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top