Cara Mengasuh

Cara Ampuh Atasi Rengekan Si Kecil

By: Wyeth Nutrition 2018-07-09 01:28:25 (UTC)
Menurut para ahli, cara mengasuh yang tepat ternyata bisa membantu mengurangi kebiasaan merengek si Kecil. Namun, sebenarnya, kenapa si Kecil senang merengek?
Frustrasi

Menurut Dr Tina Gabby, dosen bidang perilaku dan perkembangan klinis di University of California San Fransisco, merengek adalah salah satu bentuk respons si Kecil ketika tidak tahu cara mengungkapkan perasaan atau kemauan. Dengan kata lain, saat merengek, si Kecil sebenarnya sedang frustrasi, Mam.

Meminta perhatian
Si Kecil juga biasanya merengek ketika ingin mendapatkan perhatian dari Mam atau Pap. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua peka dan memberikan perhatian cukup kepada si Kecil. Misalnya, temani si Kecil bermain, menonton televisi, atau membaca buku. Jika merasa diperhatikan, si Kecil tidak akan menuntut perhatian secara berlebihan. Mam bisa menemukan ide-ide permainan seru bersama si Kecil di sini.

Lelah atau lapar
Terkadang si Kecil merengek dan bertingkah menjengkelkan semata-mata karena lelah atau lapar. Pastikan si Kecil memiliki jadwal makan teratur, Mam. Selain itu, saat bepergian sebaiknya Mam membawa sejumlah camilan sebagai bekal. Jadi, jika si Kecil mendadak lapar, Mam dapat memberikan snack untuk mengganjal rasa laparnya.

Bosan
Saat merasa bosan dan tak tahu harus melakukan apa, bisa jadi si Kecil akan merengek. Biasanya ini terjadi ketika si Kecil bosan dengan kegiatan yang terstruktur, seperti melakukan kegiatan edukatif atau bersekolah. Sesekali, beri kesempatan kepada si Kecil untuk bermain atau melakukan kegiatan yang diinginkannya agar merasa puas dan senang.
Jadi, saat si Kecil merengek, jangan langsung dimarahi, Mam. Meski demikian, jangan juga mengabaikan rengekannya. Telusurilah apa penyebabnya. Hal yang perlu diingat, Mam dan Pap perlu mengontrol diri saat menghadapi anak merengek. Alih-alih marah, orang tua dianjurkan untuk mendengarkan kemauan si Kecil sambil bersikap tegas.
Berikut tips cara mengasuh yang dapat membantu Mam mengurangi kebiasaan merengek si Kecil.
  • Segera merespons si Kecil
    Saat si Kecil meminta bantuan atau menanyakan sesuatu, segera tanggapi, Mam. Bila Mam mengabaikan atau meremehkan permintaannya, si Kecil akan menjadi kesal dan kemudian merengek. Pastikan Mam memberikan tanggapan secara sopan dan lembut.
  • Beri penjelasan
    Sampaikan kepada si Kecil bahwa Mam tidak menyukai perilaku merengeknya. Sebelumnya pastikan si Kecil mengetahui apa yang dimaksud dengan merengek. Jelaskan bila si Kecil ingin meminta atau menanyakan sesuatu, harus disampaikan dengan bahasa dan intonasi suara yang baik. Mam dapat memberikan contoh perbandingan “jenis” suara yang baik dan tidak baik. Katakan juga bahwa Mam tidak akan menuruti kemauannya jika si Kecil tidak menyampaikan keinginannya dengan cara yang baik tadi.
Setelah menerapkan cara mengasuh tersebut, semoga si Kecil tidak lagi senang merengek. Langkah-langkah itu juga baik untuk membentuk kecerdasan emosional anak .
 
Source:
babycenter.com/0_whining_11576.bc
ayahbunda.co.id/balita-psikologi/balita-sering-merengek-
health.detik.com/read/2013/12/22/115842/2448781/1301/ini-cara-mengatasi-anak-yang-suka-merengek
ayahbunda.co.id/balita-tips/hadapi-anak-merengek-
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Cara Mengasuh

Tips Menghadapi Si Kecil yang Selalu Aktif

By: Wyeth Nutrition 2018-07-09 01:15:04 (UTC)
Mam mungkin bingung melihat si Kecil yang selalu aktif bergerak, tak bisa diam, seolah tidak pernah kelelahan. Apalagi, bila melihat teman-teman si Kecil yang sepertinya lebih kalem, tenang, dan mau menurut. Si Kecil malah seperti tak pernah menurut bila diberi tahu agar jangan terlalu sering berlarian atau berteriak-teriak. Bagaimana sebenarnya cara menghadapi karakter anak yang super aktif ini?

Faktanya, setiap anak usia dini memang memiliki kecenderungan sikap aktif. Ini normal kok, Mam. Menurut Mary Sheedy Kurcinka, penulis buku Raising Your Spirited Child dan Kids, Parents, and Power Struggles: Winning for a Lifetime, semua balita pada dasarnya senang berlarian, melompat, dan melempar barang. Anak dengan kadar energi melimpah ini memiliki semangat dan keberanian yang besar untuk menjajal sesuatu, misalnya memanjat pohon atau naik ke atas lemari.
Mam tak perlu khawatir bila karakter anak Mam tergolong aktif. Cukup ikuti sejumlah tips berikut untuk mengurangi kerepotan dalam mengasuh si Kecil.

Beritahukan informasi secara terperinci
Si Kecil menyukai atau bahkan membutuhkan kejelasan situasi. Bahkan, si Kecil dengan karakter sangat aktif bisa menjadi cemas dan gelisah bila tak tahu apa yang akan terjadi atau dilakukan selanjutnya.
Mam perlu ingat untuk selalu memberi tahu jadwal kegiatan si Kecil secara terperinci. Misal, sejak pagi Mam sudah mengatakan usai sekolah ia akan ikut Mam ke supermarket, lalu mampir ke rumah nenek. Utarakan juga bahwa selama di supermarket ia boleh memilih camilan, tetapi tidak boleh membeli mainan.

Tetapkan aturan yang jelas
Salah satu cara “mengendalikan” sikap super aktif si Kecil adalah menetapkan aturan jelas secara konsisten. Misalnya, ia boleh bermain sepeda setiap selesai mandi pagi atau sore. Di luar kedua waktu itu, atau bila ia tidak mau mandi, ia tidak bisa bersepeda di luar rumah bersama teman-temannya. Kunci kesuksesan aturan ini adalah konsistensi, Mam. Sekali saja Mam melemah dan memberikan kelonggaran, si Kecil akan selalu berusaha menagih hal yang sama.

Temani si Kecil bermain
Bisa jadi, si Kecil menjadi “hiperaktif” karena bosan dan berusaha menarik perhatian Mam. Cobalah ajak si Kecil melakukan permainan atau kegiatan kreatif bersama-sama. Bila si Kecil senang melihat Mam menunjukkan perhatian dan ketertarikan yang sama, ia akan menjadi lebih bersedia menuruti ucapan Mam.

Izinkan anak membantu
Terkadang, si Kecil ingin dilibatkan dalam kegiatan yang dilakukan orang-orang dewasa di sekitarnya. Bila suatu kali si Kecil minta membantu Mam menyapu, kabulkan saja permintaannya. Walau pada kenyataannya si Kecil hanya akan memainkan sapu dan tidak benar-benar membersihkan lantai. Izin yang Mam berikan akan membuatnya merasa dipercaya sehingga lebih tenang dan senang.
Memang tidak mudah ya, menghadapi karakter anak yang sangat aktif. Sebagai langkah awal, Mam bisa mencari tahu seperti apa tahap tumbuh kembang anak usia batita . Selain itu, temukan juga tips mengajari si Kecil mengontrol gerak tubuhnya di sini.
 
Source:
babycenter.com/0_how-to-handle-your-spirited-toddler_11533.bc
ayahbunda.co.id/balita-tips/hadapi-balita-aktif-dan-tak-mau-diam-
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top