Kesehatan

Cara Memperbanyak dan Melancarkan ASI

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 14:17:29
Bagi para ibu yang baru memiliki anak, masalah seputar ASI terkadang memang menjadi peer pressure tersendiri. Pertanyaan-pertanyaan seperti, cukup tidak sih ASI saya? Berapa banyak bayi seharusnya minum ASI per hari? Sampai terkait kandungan ASI pun menjadi pertanyaan sendiri bagi Mam.

Pada masa awal setelah kelahiran si Kecil, mungkin produksi ASI Mam masih sedikit. Tidak perlu panik, Mam. Hal seperti itu memang wajar, kok. Ini karena kebutuhan ASI si Kecil juga masih sedikit.

Indikasi paling kelihatan apakah bayi mam mendapat cukup ASI adalah pertambahan berat badan dan tumbuh kembangnya dibandingkan kurva pertumbuhannya. Mam tidak perlu cemas kalau berat badan bayi Mam pada awal-awal setelah kelahiran malah menurun. Hal ini wajar terjadi pada usia 3-5 hari setelah kelahiran. Setelah 14 hari, biasanya berat badan si Kecil akan kembali bertambah.

Berikut beberapa hal yang harus Mam ketahui mengenai produksi ASI, sekaligus tips melancarkan dan memperbanyak ASI:

1. Susui Si Kecil Sesuai Kemauannya
Prinsip utama dalam pemberian ASI adalah supply dan demand. Semakin sering Mam menyusui, ASI pun akan semakin banyak. Rata-rata bayi akan menyusu setiap dua jam sekali. Namun, Mam tidak perlu berpatokan pada jadwal itu. Susuilah si Kecil setiap saat ia ingin menyusu, terutama di awal-awal setelah kelahirannya.

2. Susui Bergantian dari Satu Payudara ke Payudara Lain
Banyak mitos yang beredar payudara kanan berisi makanan, payudara kiri berisi minuman. Tidak seperti itu ya, Mam. Masing-masing payudara mengandung foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI yang keluar pada awal sesi menyusui, mengandung tinggi laktosa dan rendah lemak. Hindmilk adalah ASI yang keluar saat sesi menyusui akan berakhir. Kandungan lemaknya lebih tinggi dibandingkan foremilk.

Foremilk diibaratkan air putih yang dapat menghilangkan rasa haus pada bayi, memberikan energi, dan menstimulasi perkembangan otak. Hindmilk yang tinggi lemak berperan dalam pertumbuhan dan peningkatan berat badan bayi. Karena itu, sebaiknya Mam menyusui pada satu payudara, setelah itu berpindah ke payudara lainnya. Ini agar si Kecil kita tetap mendapat foremilk dan hindmilk saat menyusui.

3. Perlekatan
Agar si Kecil bisa mendapat asupan ASI cukup, perlekatannya harus baik, Mam. Perlekatan mulut bayi ke payudara Mam menjadi faktor penting agar ASI bisa mengalir sempurna ke mulut si Kecil.

Mam bisa mengetahui hal ini dengan melihat posisi mulut bayi di payudara, mulut bayi dalam kondisi terbuka, serta terlihat pergerakan rahang mulut bayi saat ia menelan.

4. Hormon Prolaktin dan Oksitosin
Dalam memproduksi ASI, ada dua hormon yang berperan penting, yaitu hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin untuk memproduksi ASI dari pabriknya. Hormon ini diproduksi kelenjar pituitari.

Ketika bayi menyusu, rangsangan sensorik dari puting payudara akan dikirim ke otak. Ini kemudian direspons dengan mengeluarkan hormon prolaktin yang akan kembali menuju payudara melalui aliran darah, serta merangsang sel-sel lain untuk memproduksi ASI.

Bila bayi kurang menyusu, jumlah prolaktin dapat menurun, dan produksi ASI pada payudara menjadi lebih sedikit. Hormon ini lebih banyak diproduksi pada malam hari. Menyusui pada malam hari bisa membantu Mam menjaga persediaan ASI untuk si Kecil. Karena itu, Mam jangan lewatkan sesi menyusui bayi pada malam hari, ya.

Setelah ASI diproduksi, untuk mengalirkannya dari payudara dibutuhkan hormon oksitosin. Hormon ini dipengaruhi kondisi psikologis Mam. Jika Mam merasa tenang, nyaman, dan bahagia, hormon akan berlimpah dan ASI pun akan mengalir lancar. Begitu juga sebaliknya.

Cara kerja hormon oksitosin ini sangat unik. Rangsangan dari isapan bayi saat menyusu akan diteruskan menuju hipotalamus di otak yang memproduksi hormon oksitosin. Selanjutnya, oksitosin akan memacu otot-otot halus di sekeliling alveoli untuk berkontraksi dan mengeluarkan ASI.

Proses inilah yang disebut let down reflex (LDR) atau refleks pengaliran ASI. Oksitosin bisa dihasilkan dengan cara membayangkan bayi, mendengar suaranya, menggendong, menyentuh, dan membangkitkan rasa percaya diri.

5. Let Down Reflex
Agar aliran ASI bisa lancar, Mam perlu menghadirkan LDR. ini tidak selalu muncul saat menyusui, jadi Mam juga tidak perlu khawatir kalau tidak merasakan LDR saat menyusui. Namun, LDR ini bisa diusahakan dengan berusaha menciptakan rasa nyaman dan rileks saat menyusui.

Mam bisa melakukannya dengan duduk di posisi yang nyaman, mendengarkan musik, atau sambil menyentuh dan mengusap-ngusap bayi. Jika Mam melakukan pumping dan tidak bersentuhan langsung dengan mulut bayi, LDR bisa dimunculkan dengan melihat foto atau video si Kecil saat pumping.

6. Cukup Minum dan Makan makanan Bergizi
Selama menyusui Mam akan merasa haus, karena itu penting bagi Mam untuk menjaga asupan cairan tubuh. Jangan sampai Mam mengalami dehidrasi karena malas beranjak dari tempat Mam menyusui. Sediakan selalu botol minuman di tempat Mam menyusui. Demikian juga dengan makanan.

Agar produktivitas ASI terjaga dan mengandung zat-zat yang baik untuk pertumbuhan si Kecil, Mam harus konsumsi makanan sehat, seimbang. Makanan yang dipercaya dapat menambah produksi ASI Mam di antaranya adalah jenis sayuran hijau. Sesuaikan dengan selera Mam untuk mengolahnya. Kacang-kacangan juga bagus untuk produksi ASI. Pastikan juga, Mam mengonsumsi buah ya mam.

7. Cukup Istirahat
Bagaimana pun Mam harus mengusahakan istirahat cukup. Usahakan sebisa mungkin saat bayi tidur, Mam juga ikut tidur. Atau bisa dengan minta Pap untuk bergantian menjaga si Kecil, saat Mam berisitirahat.

8. Lakukan Pemijatan
Melakukan pijat pada payudara juga dapat memperlancar aliran ASI. Lakukan pijatan lembut pada payudara Mam. Sambil menyusui, pijat payudara Mam di dekat dada dan kemudian sedikit lebih jauh ke arah puting, dan tunggu si Kecil sambil menelan. Pijat area lain dari payudara yang sama, dan tunggu saat si Kecil selesai menelan. Mam juga bisa melakukan pemijatan pada payudara saat mandi atau berendam dengan air hangat.

9. Hindari Obat-obatan
Selama masa menyusui, sebisa mungkin Mam menghindari konsumsi obat-obatan tanpa resep dokter. Beberapa kandungan dalam obat bisa memengaruhi produksi ASI di antaranya obat-obatan yang mengandung antihistamin, dekongestan, konstrasepsi hormonal yang mengandung estrogen. Selalu pastikan ke dokter dahulu sebelum Mam memutuskan mengonsumsi obat-obatan selama masa menyusui.

10. Dukungan Keluarga
Agar menyusui menjadi kegiatan yang membahagiakan, Mam perlu dukungan dari orang terdekat, terutama Pap. Saat ini, pengaruh media sosial bisa berdampak terhadap psikologis Mam. Hindari grup-grup atau perbincangan di media sosial yang bisa membuat Mam merasa down.

Setelah Mam melakukan hal-hal di atas, untuk memastikan si kecil cukup atau tidak menyusuinya, mam bisa melihat dari tanda –tanda berikut :

1. Pertambahan Berat Badan si Kecil
Bayi yang cukup ASI akan mengalami penambahan berat badan. Namun, pada hari-hari awal setelah dilahirkan, berat badan bayi akan cenderung menurun. Setelah 14 hari, berat badan si Kecil akan kembali seperti saat lahir. Tanda bayi cukup ASI adalah kenaikan 400 gram hingga 1 kg setiap bulannya.

2. Indikator Pee dan Pup
Bayi yang cukup menyusui akan buang air kecil setidaknya tujuh kali dalam 24 jam. Saat ia pup, perhatikan warnanya. Tinja bayi akan berwarna kuning dengan sedikit gumpalan yang tampak seperti susu kental. Bayi yang mendapat ASI eksklusif dapat buang air beberapa kali sehari atau hanya sekali dalam lima hari. Kedua situasi tersebut normal, Mam.

3. Gerakan Mulut Bayi saat Mengisap
Ini adalah salah satu cara instan untuk mengetahui apakah si Kecil minum ASI atau hanya melakukan gerakan menghisap tanpa mendapatkan ASI. Ketika ia menyusu, lihatlah bagian di antara leher dengan dagu.

Ketika ia menghisap, dagunya akan bergerak turun naik. Setelah beberapa kali turun naik, dagu akan terlihat turun lebih jauh ke bawah beberapa saat sebelum kembali lagi ke posisi semula. Jeda inilah yang menandakan si Kecil menenggak ASI.

Kenapa ada jeda tersebut? Gerakan naik turunnya dagu terjadi ketika si Kecil menstimulasi payudara dengan isapannya. Ketika dagu turun ke bawah dan berhenti beberapa saat, saat itulah ASI mengisi rongga mulutnya. Jadi, bila dagu si Kecil hanya turun naik tanpa ada jeda, berarti ia tidak menenggak ASI.

4. ASI Terlihat di Sekitar Mulut Bayi
Tidak semua Mam memiliki aliran ASI yang deras sehingga cara ini tidak berlaku untuk semua orang. Terkadang kita dapat melihat ASI pada sudut bibir bayi ketika ia sedang menyusu. Itulah tandanya ASI kita keluar saat ia mengisapnya.

5. Payudara yang Melunak
Bila mulai menyusui saat payudara terasa penuh, Mam akan merasakan payudara kosong, lunak, dan kempis setelah menyusui. Bila payudara tetap saja penuh, berarti si Kecil tidak meminum ASI.

Bila payudara terlalu keras si Kecil tidak dapat mengisapnya. Kompreslah payudara dengan handuk hangat lalu perahlah dengan jari-jari Mam. Setelah ASI keluar dan payudara agak lunak, bayi dapat mengisapnya.

6. Si Kecil Tertidur
Bayi baru lahir akan tertidur pulas saat kenyang menyusu. Lehernya langsung lunglai ke bahu Mam bila menggendongnya secara tegak. Ia akan bangun kembali dan menangis 2-3 jam kemudian setelah meminum ASI. begitu seterusnya hingga berusia beberapa bulan.

Semoga sukses menyusuinya ya, Mam. Ingat menyusui hanyalah salah satu step dalam perjalanan membesarkan si Kecil, jadi jangan dibawa stress ya, Mam.
 
Source:
babycenter.in/a1049926/traditional-remedies-to-increase-breastmilk-supply
webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-increase-milk-supply
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Kesehatan

Tips Antipanik Cara Merawat Bayi Baru Lahir

By: Windi Teguh 2017-11-14 15:08:39
Setelah melahirkan bayi pertama, new mom biasanya mengalami jetlag saat harus mengasuh si Kecil pertama kalinya. Duh, rasanya deg-degan banget. Khawatir tidak mampu, cemas kalau sampai ada yang salah dalam cara merawat bayi, sampai takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, banyak new mom yang biasanya menggunakan jasa baby sitter untuk membantu. Padahal, sebenarnya cara merawat bayi baru lahir tidak sulit, asal tahu caranya.

Apa saja yang perlu dipersiapkan?

Pada dasarnya, newborn pada awal-awal kehidupannya hanya akan melakukan tiga hal; eat, sleep, pup and repeat. Kalo mengantuk si Kecil minta bobo, kalau haus minta nenen, kalau kenyang nggak lama pipis dan pup, terus berulang seperti itu. Tentu saja, dengan diselingi menangis dan bersendawa.

Memandikan Bayi

Memandikan bayi itu nggak sulit, lho. Awalnya saya juga takut banget memandikan bayi. Namun, saya punya trik yang gampang banget dilakukan. Prinsipnya, gunakan air bersih dengan suhu yang disukai si Kecil, yaitu suam-suam kuku, dalam ember. Ember yang digunakan sebaiknya khusus untuk bayi.

Banyak Mam yang langsung memandikan bayinya dalam ember. Namun, saya lebih suka menggunakan baby bather karena lebih praktis dan sangat mudah. Letakkan si Kecil di atas baby bather kemudian bersihkan dengan washlap. Bagian-bagian yang harus dibersihkan yaitu, telinga, hidung, kemaluan, dan lipatan-lipatan kulit seperti leher, siku, dan lipatan paha, serta kepala.

Gunakan sabun khusus bayi yang head to toe wash supaya praktis. Setelah semua tersabuni, basuh dulu sedikit dengan air hangat. Setelah semua sisa sabun hilang, masukkan si Kecil ke ember. Sambil berendam, si Kecil bisa sambil bermain bersama Mam. Si Kecil pasti senang sekali berendam dalam air hangat sambil Mam basuh dan pijat ringan tubuhnya.

Mam harus ingat, memandikan harus dilakukan saat si Kecil dalam kondisi terjaga. Jangan memandikan si Kecil saat sedang tidur ya, Mam. Setelah itu, segera keringkan si Kecil  dengan handuk lembut. Pastikan semua lipatan kulitnya kering agar tidak tumbuh jamur dan berbau tidak sedap.

Menyusui
 

Nah, menyusui sering menjadi momok bagi new mom karena banyak banget faktor yang memengaruhi suksesnya proses menyusui. Menurut anjuran WHO, sebaiknya si Kecil mendapatkan ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan. Tips dari saya:

Saat hamil, baca sebanyak mungkin teori per-ASI-an. Jangan lupa rajin membersihkan payudara saat hamil. Ini agar aerola tempat ASI nantinya keluar tidak tersumbat lemak-lemak atau kotoran yang ada. Membersihkannya cukup dengan kapas lembut saat Mam mandi.

Setidaknya ada dua hormon yang sangat berperan dalam pemberian ASI, yaitu prolaktin untuk memproduksi ASI dan oksitosin untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Agar produksi ASI bagus, asupan makan Mam juga harus bergizi dan jumlahnya terpenuhi. Jadi usakan tidak menahan makan supaya cepat langsing ya, Mam. Makanlah sewajarnya. Tenang saja, karena nanti makanannya terkonversi ke ASI kok, jadi nggak perlu takut gemuk.

Setelah produksi ASI oke, agar keluarnya juga oke, Mam harus rileks dan tenang. Ingat ya Mam, saat si Kecil baru lahir masih membawa cadangan makanan dari rahim. Jadi, kalau ASI Mam tidak langsung keluar, jangan panik dan jangan buru-buru memberi makanan lain selain ASI. Tetap lekatkan si Kecil ke payudara minimal dua jam sekali atau kapan pun ia menghendaki.

Setelah si Kecil kenyang, sendawakan dengan cara menopang pada posisi berdiri sehingga dagunya berada pada pundak Mam. Sangga badan si Kecil dan tepuk-tepuk ringan punggungnya sampai udara keluar dari mulutnya, ditandai dengan suara sendawa. Hal ini untuk mencegah si Kecil kembung.

Pup dan Pipis

Saat si Kecil baru lahir, kerjannya ya, pup dan pipis. Ini indikator kecukupan ASI. Pada hari-hari pertama, si Kecil akan pup dan pipis sekali sehari. Frekuensinya akan meningkat seiring jumlah ASI yang diminum si Kecil.

Awal-awal pup, warna fesesnya adalah hitam. Ini namanya mekonikum, jadi jangan takut, Mam. Selanjutnya, feses si Kecil akan bertekstur lembek atau berupa butiran-butiran menyerupai biji-bijian.
Cara praktis membersihkan kotoran bayi:

Sediakan kapas bulat di kamar. Sediakan juga air bersih dalam wadah yang tidak mudah tumpah. Ini agar Mam tidak perlu bolak-balik ke kamar mandi.

Saat bayi pup, basahi kapas bulat dengan air bersih, seka kotoran dari kemaluan menuju dubur (jangan sebaliknya). Kapas yang telah kotor jangan dicelup kembali ke air, tapi buang dan ganti kapas 2-3 kali sehingga kotoran bayi bersih dan air yang disediakan juga tetap bersih. Gunakan popok yang lembut dan ganti sesering mungkin.

Istirahat

Saat baru lahir, si Kecil biasanya tidur hingga 16 jam sehari. Beruntung, bayi saya tipe yang cukup mudah ditidurkan, yakni setelah kenyang menyusui. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
Pastikan bayi telah kenyang sebelum tertidur. Ciri bayi yang kenyang adalah badan dan ekspresi wajahnya terlihat tenang dan rileks, kedua tangannya terbuka atau tidak dalam posisi mengepal. 
Jika si Kecil rewel, coba tenangkan dengan meniru kondisi bayi di dalam rahim, misalnya dengan membuatnya merasa hangat seperti dibedong, atau mengayunkannya sejenak. Keduanya dapat memberinya efek menenangkan.

Sediakan tempat tidur/boks yang nyaman dilengkapi kelambu. Hindari meletakkan terlalu banyak aksesori seperti boneka besar. Hal ini berbahaya untuk si Kecil yang baru lahir, Mam.
Jika Mam terbiasa memperdengarkan musik kepada si Kecil sejak dalam kandungan, Mam bisa menjadikannya musik pengiring tidur, lho. Rekomendasi saya, perdengarkan musik Lullaby karena enak banget dan bisa membuat Mam juga mengantuk.

Salah satu hal yang saya pelajari dalam cara merawat bayi baru lahir, terlebih sebagai Mam baru, adalah agar mempercayai insting dan rasa percaya diri. Beberapa minggu pertama mungkin akan melelahkan. Namun, begitu Mam melihat senyum pertama si Kecil dan melihatnya selalu menjadi anak sehat, semua rasa lelah itu akan hilang. Selamat merawat si Kecil, Mam.

Source:
  • parents.com/baby/care/newborn/newborn-tips- first-30- days/
  • bidanku.com/mengenali-pola- buang-air- besar-pada- bayi
Penulis
Windi Teguh

Seorang ibu dari dua orang putri yang sehari-harinya bekerja di sebuah bank BUMN. Kini tinggal di Medan dan banyak menulis blog tentang pekerjaannya sebagai seorang bankir, kuliner Medan, lifestyle, dan tentu saja seputar dunia parenting.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top