4 Tips Memilih Prasekolah Yang Tepat

Selasa, 27 September 2016, 15:37 WIB
Kapan si kecil siap menjalani pendidikan usia dini di playgroup atau prasekolah (TK)? Ternyata, kesiapan setiap anak berbeda-beda, Mam. Secara umum, menurut psikolog Anna Surti Ariani, M.Psi., umumnya seorang anak dikatakan siap bersekolah jika ia sudah mandiri dan tak terlalu menempel kepada orang tuanya. Selain itu, tanda lain anak sudah siap masuk sekolah adalah ia menunjukkan ketertarikannya untuk bersekolah, meski misalnya, ia baru berusia 2 tahun.
 
Mam boleh mempertimbangkan untuk memasukkan si kecil ke playgroup bila ia telah berkali-kali minta masuk sekolah. Memberinya kesempatan untuk bersekolah merupakan langkah yang baik untuk mendukung pendidikan anak usia 2 tahun. Nah, prasekolah seperti apa yang Mam cari? Simak tipsnya di bawah ini ya, Mam:
  • Jarak dari rumah Berniat memasukkan si kecil ke prasekolah terbaik? Boleh-boleh saja, Mam. Tetapi, penting juga untuk memerhatikan jarak antara rumah dengan prasekolah. Menurut Anna Surti, idealnya, sekolah untuk balita letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Maksimal dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan sehingga tidak terlalu melelahkan bagi si kecil.
  • Sesuaikan dengan kebutuhan anak Saat ini, prasekolah menerapkan metode pembelajaran yang berbeda-beda. Bila si kecil sehari-hari sangat aktif secara fisik, sebaiknya Mam mencarikan prasekolah yang memiliki halaman luas. Atau, prasekolah dengan kurikulum yang memungkinkan anak untuk bergerak secara aktif setiap hari. Bila si kecil tergolong pemalu, pilihkan sekolah yang tidak terlalu ramai atau jumlah murid di dalam kelasnya tidak banyak. Dengan  begitu, guru dapat memberikan perhatian lebih besar kepada setiap muridnya.
  • Interaksi guru dengan anak Saat ingin melakukan survey sebuah prasekolah, sebaiknya datanglah saat kegiatan belajar berlangsung. Dengan begitu, Mam bisa melihat secara langsung interaksi antara guru dengan anak-anak di prasekolah tersebut serta cara pengasuhan yang dipraktikkan. Bagaimana pun juga, guru prasekolah bertindak sebagai pengganti orang tua. Jika ternyata Mam tidak sreg melihat metode pengasuhan yang diterapkan di prasekolah tersebut, sebaiknya cari pilihan sekolah yang lain.
  • Fokus pengajaran Tujuan dari belajar di playgroup atau TK bukanlah untuk mempersiapkan diri masuk SD, tetapi lebih kepada mendapatkan stimulasi yang tepat sesuai usia anak. Maka, pilihlah prasekolah yang mengutamakan anak melakukan kegiatan yang menyenangkan ketimbang yang menuntut anak untuk dapat menguasai keahlian tertentu, seperti membaca atau menulis.
Setelah memasukkan si kecil ke prasekolah, perhatikan reaksinya. Apakah ia tampak senang atau sebaliknya, enggan masuk lagi? Minta ia untuk menceritakan kegiatan apa saja yang dilakukan di sekolah, tentang teman dan guru-gurunya, dan apakah ia senang beraktivitas di sana. Bila setelah beberapa lama si kecil tampak tidak bersemangat untuk bersekolah lagi, jangan dipaksa ya, Mam. Bisa jadi ia belum siap untuk menjalani rutinitas belajar dan bermain di sekolah. Penuhi kebutuhan stimulasinya di rumah dan pastikan ia selalu riang dan senang saat bermain dan belajar. Untuk mengetahui inspirasi kegiatan yang dapat menjadi stimulasi tumbuh kembang si kecil, Mam bisa berkunjung ke laman ini.
 
Sumber:
ayahbunda.co.id/balita-psikologi/haruskah-balita-masuk-playgroup3f
ayahbunda.co.id/balita-psikologi/kiat-memilih-prasekolah-
parents.co.id/2016/03/17/tips-memilih-sekolah-untuk-anak-pra-sekolah/
getreadytoread.org/early-learning-childhood-basics/early-childhood/choosing-a-preschool-simple-tips-for-parents
 

0 Komentar

Artikel Terkait

Cara Mengasuh

Resolusi Tahun Baru dalam Parenting

Baca selengkapnya

Info Nutrisi

Parenting Club: Pusat Informasi, Edukasi dan Tempat Berbagi

Baca selengkapnya

Cara Mengasuh

Ayu Dewi: Parenting Club, Sahabat Saya Yang Cerdas

Baca selengkapnya
Hubungi Kami
Hubungi KamiHubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top