Kesehatan

Cara Setiap Tipe Parenting dan Dampak Terhadap Si Kecil

By: Bugna Nirwana 2017-07-26 15:00:38
Tipe disiplin yang diterapkan orangtua dapat berpengaruh sangat besar terhadap perkembangan si Kecil lho, Mam. Strategi disiplin kita sangat mempengaruhi jenis hubungan yang dimiliki oleh kita sebagai orangtua dan si Kecil. Berbagai pendekatan disiplin bahkan bisa mempengaruhi emosi dan temperamen si Kecil hingga ia dewasa.
Para peneliti umumnya mengelompokkan empat jenis gaya parenting. Banyak hal yang mempengaruhi keempat cara ini, termasuk dari apa yang dirasakan orangtua dibutuhkan oleh si Kecil. Tentunya, setiap gaya parenting menggunakan pendekatan yang berbeda-beda dan dampaknya [ada anak akan berbeda pula.
Simak perbedaan dan dampaknya bagi si Kecil, yuk Mam agar kita dapat menentukan mana yang paling baik pengaruhnya bagi perkembangan anak. 

Parenting otoriter
Orangtua yang otoriter adalah orang tua yang menetapkan aturan dan mengharuskan si Kecil mengikutinya tanpa terkecuali. Si Kecil hanya memiliki sedikit atau tidak ada keterlibatan dalam menentukan pemecahan masalah atau hambatan. Sebaliknya, orangtua berharap bahwa si Kecil akan mengikuti semua aturan sepanjang waktu.

Jika si Kecil membantah atau bertanya mengapa, biasanya orangtua yang otoriter hanya mengatakan “Kau lakukan itu sesuai dengan perintahku atau tidak sama sekali”. Anak-anak tidak diberikan peluang untuk bermusyawarah dan sulit sekali bernegosiasi. Orangtua yang otoriter sering kali menggunakan hukuman agar si Kecil patuh.

Meskipun anak dengan orangtua otoriter cenderung mengikuti aturan, si Kecil biasanya akan memiliki masalah kepercayaan diri. Terkadang si Kecil dapat menunjukkan sikap bermusuhan atau agresif, karena mereka marah terhadap orang tua yang telah menghukumnya. Akhirnya hukuman tidak membuat mereka belajar membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.


Parenting otoritatif (resmi)
Pola asuh otoritatif juga memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi si Kecil, tetapi pola asuh ini masih memberikan ruang untuk bernegosiasi. Si Kecil juga diberikan alasan  mengapa mereka harus mengikuti aturan tersebut. Orangtua juga masih mempertimbangkan perasaan si Kecil ketika menentukan aturan dan batasan. 

Orang tua otoritatif cenderung menggunakan konsekuensi, bukan memberi hukuman. Mereka juga menggunakan konsekuensi yang bersifat positif untuk memperkuat perilaku yang baik dan juga menggunakan sistem reward dan pujian.

Anak-anak yang dibesarkan dengan disiplin otoritatif cenderung bahagia dan sukses. Mereka sering lebih baik dalam membuat keputusan dan mengevaluasi risiko keselamatan mereka sendiri. Mereka umumnya tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan merasa nyaman untuk mengekspresikan pendapat mereka.

Parenting permisif
Orangtua yang permisif tidak memiliki banyak disiplin. Orangtua tipe ini cenderung santai dan hanya mengambil tindakan di saat ada masalah serius. Terkadang memang ada konsekuensi yang diberikan orangtua kepada si Kecil, tetapi biasanya hanya konsekuensi kecil yang kurang berarti, hal ini disebabkan karena orangtua cenderung berfikir “mereka hanyalah anak-anak”.

Orangtua permisif lebih bertindak seperti teman dari pada sebagai orangtua. Mereka dapat membuat anak bercerita tentang masalahnya, tetapi sedikit sekali berpengaruh dalam meredam perilaku buruk anak.

Anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua permisif kemungkinan kesulitan dalam bidang akademik. Mereka akan menunjukkan masalah perilaku dan tidak menghargai otoritas dan aturan. Mereka biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah dan sering mengalami kesedihan. 


Parenting tak acuh 
Pola parenting tak acuh cenderung lalai. Sering kali tidak memenuhi kebutuhan dasar si Kecil, dan mengharapkan agar si Kecil dapat tumbuh dengan sendirinya. Seringkali hal ini disebabkan oleh masalah kesehatan mental orangtua atau penyalah gunaan zat-zat terlarang. Orangtua tipe ini juga kurang pengetahuan tentang pola asuh dan pola perkembangan anak, atau mungkin merasa kewalahan oleh masalah kehidupan lainnya.

Orangtua tak acuhsedikit sekali mengetahui apa yang anaknya sedang lakukan. Mereka juga hanya memiliki sedikit sekali aturan dan harapan. Anak-anak tidak mendapatkan pengasuhan dan bimbingan maka mereka kekurangan perhatian orang tuanya. 

Ketika orangtua tak acuh, anak-anak cenderung kurang harga diri dan mereka memiliki nilai buruk di sekolah. Mereka juga sering menunjukkan masalah perilaku dan tidakbahagia.

Demikianlah tipe-tipe parenting dan dampaknya bagi perkembangansi Kecil. Mari kita dukung kepintaran si Kecil dengan memberikan yang terbaik. 


Sumber:
https://www.verywell.com/types-of-parenting-styles-1095045
Diakses pada 19 Desember 2017
Penulis
Bugna Nirwana

Bugna merupakan seorang ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai fotografer, makeup artist & model paruh waktu. Waktu luang yang dimiliki Bugna dimanfaatkan untuk mengikuti beragam kegiatan positif seperti mengikuti komunitas makeup dan menghadiri event-event bertemakan makeup. Ibu satu anak ini juga terpilih sebagai Acer Explorer 2015, serta merupakan perwakilan Indonesia untuk mengikuti ajang Beauty Bound Asia 2015.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top