Kesehatan

Cari Tahu Kondisi Kesehatan Janin Melalui USG

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 20:47:56 (UTC)
Setelah mengetahui Mam tengah mengandung, Mam tentu tidak sabar ingin ke dokter dan memastikan kondisi si Kecil dengan melihatnya melalui USG. Pengalaman pertama melihat si Kecil dalam kandungan memang mendatangkan perasaan yang bercampur aduk, antara gembira dan cemas. Namun hal ini sangat bermanfaat untuk memantau kondisi kehamilan Mam. Kenali beragam jenis USG dan kegunaannya dan lakukan ini di waktu yang tepat.

Beberapa orang berpendapat jika USG sebaiknya dilakukan ketika usia kandungan memasuki trimester kedua, saat si Kecil mulai terlihat berada di dalam rahim. Namun, perlu diketahui bahwa memantau perkembangan janin bisa dilakukan sejak dini, bahkan di usia 8-14 minggu. USG yang dilakukan sejak dini akan membantu calon Mam untuk mengetahui posisi janin, usia kandungan, bahkan mengenali jika terjadi kelainan genetik.

USG aman dilakukan karena menggunakan teknik gelombang suara untuk memindai organ tubuh bagian dalam rahim menggunakan alat transducer yang ditempelkan di perut Mam. Alat ini memancarkan gelombang suara yang kemudian memantul dan diubah oleh komputer menyerupai sebuah gambar di layar. USG disarankan untuk dilakukan setidaknya 3 kali, yakni di usia kandungan 7-8 minggu, 18-20 minggu, dan 32 minggu. Meski begitu, USG terbilang aman jika dilakukan setiap kali Mam kontrol ke dokter untuk melihat perkembangan janin atau sesuai anjuran dokter. 


Apa perbedaan USG 2D, 3D dan 4D?
  • USG 2D

    USG 2D umumnya dilakukan pada trimester pertama berupa gambar hitam dan putih. Mam mungkin tidak terlalu jelas melihat bentuk si Kecil, namun pemeriksaan ini penting dilakukan dokter untuk mengetahui jumlah janin, menganalisis detak jantung janin, memeriksa organ tubuh awal, seperti bagian kepala, dan memastikan perkembangan janin dalam kondisi normal.

  • USG 3D

    Format 3D memungkinkan Mam untuk melihat fisik dan organ vital secara lebih detail. Karena kemampuannya, maka USG 3D disarankan dilakukan pada usia kandungan 26-30 minggu sehingga dapat diketahui jelas jenis kelamin dan anggota tubuh si Kecil. Mam bahkan bisa melihat ekspresi si Kecil, lho…!

  • USG 4D

    USG 4D mampu menghasilkan gambar dengan lebih akurat dari berbagai sudut. Dokter bahkan dapat melihat kelainan seperti bibir sumbing menggunakan teknologi ini. Mam juga dapat merekam gerakan si Kecil dalam kandungan sampai ekspresi si Kecil, sehingga bisa dijadikan kenangan tak terlupakan saat menjalani kehamilan. USG ini juga disarankan dilakukan pada usia 26-30 minggu.

 
Sumber:
https://www.starthealthystayhealthy.in/ultrasound-scan-its-necessity-and-benefits-pregnancy
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top