Stimulasi

Ciri-Ciri Perkembangan Akal, Fisik, dan Sosial Anak Umur 3 Tahun

By: Alia An Dhiva 2017-09-14 20:55:53 (UTC)
Si Kecil yang berumur 3 tahun itu sedang lucu-lucunya. Di satu sisi ia masih kecil dan lucu, tetapi di sisi lain ia sudah cukup besar untuk menyenangkan orang tuanya saat memamerkan keterampilan dan kemampuannya. Ia juga sudah mulai jarang mengompol.
 
Anak yang berumur 3 tahun tindakannya lebih bisa diprediksi ketimbang anak 2 tahun. Ia lebih bisa fokus dengan apa yang dipegangnya, tidak mudah terdikstraksi perhatiannya. Ia tidak lagi menjadi pengacau di dapur. Ia tidak lagi sering terbentur perabotan. Ia bisa Anda tinggalkan di ruang tamu dan tidak akan merusak barang-barang. 

Baca Juga : Kecerdasan Emosional Anak: 6 Tips untuk Mengembangkannya
 
Mari kita lihat perkembangan si Kecil dalam Akal, Sosial, dan Fisik.
 

Perkembangan Akal
 

  • Ia masih belum bisa membedakan mana kenyataan dan imajinasi. Ia bisa saja berkata, “Aku makan sepuluh piza di ulang tahun, Doni. Lalu aku makan 50 mangkuk es krim.” Orang tuanya mungkin jengkel mendengarnya berbicara seolah membesar-besarkan seperti itu, tetapi semakin ia didesak supaya berkata jujur, cerita si Kecil akan semakin heboh. Sebenarnya pada umur 3 tahun ini, normal jika si Kecil berfantasi seperti itu. Ia senang bercerita. Ia bercerita untuk menarik perhatian orang-orang sekelilingnya. 
  • Ia sudah menguasai banyak kata, tetapi kebanyakan masih cadel dan belum lancar bicara. Kalimatnya pendek-pendek. Namun, ucapannya sudah lebih mudah dipahami.
  • Ia sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan singkat. Misalnya, “Sapi itu apa?”, “Siapa dia?”, “Mau ke mana?”, dan sering bertanya, “Kenapa?” untuk berbagai hal. 
  • Sudah mulai memahami dongeng. Ia bisa memahami logika cerita.
  • Ia sudah mulai mengenal waktu—kapan berpakaian, kapan makan, kapan tidur.
  • Ia sudah paham bahwa pikirannya berbeda dengan orang tuanya dan mereka tidak bisa membaca pikirannya. 
 
Perkembangan Sosial
 
  • Keinginannya untuk menyenangkan orang ditunjukkan dengan keinginannya bantu-bantu di rumah. Misalnya, ia berusaha ikut membantu membereskan meja, mencabuti rumput di halaman. Namun, ia mudah terdisktraksi dari aktivitas-aktivitas ini lalu pergi untuk melakukan hal lain yang lebih menarik perhatiannya. Kemungkinan ia hilang saat belanja di supermarket sangat besar. Ia kadang merasa tidak apa-apa kalau orang tuanya tidak ada di sekitarnya. Namun, ia suka pergi tanpa tujuan dan menuruti minatnya sendiri.
  • Ia senang mengangkat telepon, tetapi setelah berkata, “Halo,” ia akan menurunkan telepon lalu lupa bahwa ia harus menyampaikan telepon itu kepada orang tuanya. 
  • Ia sangat senang dengan ulang tahun, hari raya. 
  • Menjelang akhir umur 3 tahun, ia sudah cukup percaya diri untuk bermain dengan anak lain. 
 
Perkembangan Fisik
 
  • Keseimbangan tubuhnya semakin baik. 
  • Bisa menyeimbangkan gerakan tangan, kaki untuk naik sepeda roda tiga.
  • Ketika melompat, ia masih kesulitan mendarat dengan mulus pada dua kaki.
  • Bisa naik dan turun tangga dengan cepat, tetapi sering kali ia harus menapakkan kedua kakinya di setiap anak tangga.
  • Bisa menangkap bola dengan kedua tangan dan tubuhnya.
  • Ia bisa menarik dan mendorong kereta belanja atau benda besar lain sambil berbelok.
  • Ia masih kesulitan melakukan dua hal bersamaan. Misalnya, ia kesulitan berbicara sambil berlari. 
  • Ia bisa berdiri sebentar hanya dengan bertumpu pada satu kaki. 
  • Ia bisa berjalan jinjit.
  • Ia sudah bisa naik sepeda roda tiga, memanjat, berlari.
 
Referensi :
1. Bowler, Peter, Your Child from One to Ten, Melbourne: Australian Council for Educational
2. Schaefer, Charles. Dr., Ages & Stages, John Wiley & Sons, Inc.
3. http://www.pbs.org/parents/childdevelopmenttracker/three/index.html
 
Foto
1. http://www.istockphoto.com/photo/children-dancing-gm472124387-33290072 
2. http://www.istockphoto.com/photo/little-kid-boy-driving-big-toy-car-with-bear-outdoors-gm598148700-102532197
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Stimulasi

Mam, Lakukan Hal Ini untuk Dukung Kepintaran Si Kecil

By: Windi Teguh 2018-01-03 02:25:59 (UTC)
Perkembangan anak tentu tidak lepas dari peran orang tua yang melihat potensi si Kecil sejak dini dan ikut mendukungnya. Dari situlah muncul anak-anak luar biasa. Tentu kita juga berharap si Kecil bisa seperti itu ya, Mam dan Pap.

Dewasa ini kita sering dibuat kagum oleh berita karya-karya anak negeri yang menampilkan sosok-sosok dengan usia belia. Sebut saja Joey Alexander yang baru berusia 13 tahun menjadi salah satu kandidat penerima Grammy Award untuk kategori Jazz. Dari dunia sastra, kita mendengar nama Nadia Shafiana Rahma, penulis cilik berusia 11 tahun dalam perhelatan akbar sastra bergengsi di Frankfurt Jerman.

Daftar nama anak berbakat itu masih diteruskan dengan Agung Hapsah di dunia videografi, Rio Haryanto di dunia balap motor, dan Putri Tanjung untuk dunia event organizer. Yup, mereka adalah sosok-sosok muda yang ternyata sudah bergulat menekuni minat serta bakatnya sejak usia dini. Bahkan, Joey Alexander menekuni piano dan jazz sejak usianya 6 tahun.


Setiap anak pastinya memiliki kepintaran berbeda-beda. Para ahli parenting telah menemukan delapan kecerdasan yang cenderung dimiliki setiap anak. Sebagai orang tua, tugas Mam dan Pap adalah mengenali minat dan bakat si Kecil sehingga dapat membantu mendukung kepintarannya. Beberapa cara berikut bisa dicoba untuk Mam dan Pap mengenali kepintaran si Kecil.
  1. Lakukan sebanyak mungkin kegiatan yang disenangi si Kecil

    Pada awalnya, mungkin Mam dan Pap bahkan si Kecil tidak tahu apa minatnya. Karena itu, biarkan si Kecil melakukan beragam kegiatan berbeda sejak dini. Mam dan Pap bisa mengajaknya berenang, mewarnai, menggambar, taekwondo, menyanyi, menari, crafting, dan kegiatan fisik atau outdoor khas anak-anak.

  2. Perhatikan hal yang paling disukainya

    Dari semua kegiatan yang dilakukan, coba Mam dan Pap evaluasi. Perhatikan saat-saat dimana si Kecil terlihat paling bahagia dan paling semangat saat beraksi. Mungkin si Kecil bisa tahan berjam-jam mewarnai gambar, tapi cepat bosan saat didengarkan musik. Mam dan Pap bisa melakukan observasi dalam jangka tertentu.

  3. Komunikasi dengan Si Kecil

    Salah satu kunci untuk mengenali perkembangan anak adalah melalui komunikasi. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan si Kecil setiap hari. Tanyakan apa yang dilakukan si Kecil di sekolah hari ini, apa kegiatan kesukaannya, apa kesulitan yang dihadapinya. Biarkan si Kecil bercerita sehingga Mam dan Pap bisa mengetahui apa hal-hal yang disukainya.

  4. Jadwalkan Latihan atau Pendalaman Kegiatan

    Jika Mam dan Pap masih belum tahu juga minat si Kecil, tidak masalah. Terkadang memang si Kecil masih suka melakukan banyak hal dan belum terfokus ke suatu hal. Mam dan Pap bisa mencoba melatih si Kecil secara profesional.

    Misalnya ada tiga kegiatan yang kelihatannya si Kecil paling semangat, seperti menari, menggambar, dan renang. Mam dan Pap bisa coba menjadwalkan ekstrakurikuler untuknya. Setelah beberapa waktu, lihat perkembangan yang paling mencolok. Apa yang paling diminati si Kecil akan menunjukkan perkembangan lebih cepat dari yang lain.

  5. Jangan Terbebani dengan Hasil

    Ingatlah bahwa tugas orang tua hanya membantu si Kecil menemukan minat dan bakatnya, bukan memaksakan apa yang Mam dan Pap impikan. Karena itu, selalu sampaikan kepada si Kecil bahwa Mam dan Pap akan selalu mendukung apapun yang ingin dicapainya. Jika ternyata suatu hari si Kecil berubah haluan ke kegiatan lain, tidak perlu kecewa. Mam dan Pap harus tetap mengarahkan si Kecil sampai ia benar-benar nyaman di satu bidang tertentu.


Selain hal di atas, Mam dan Pap bisa mencoba memasukkan si Kecil ke sekolah yang memiliki sistem kejuruan dalam kurikulumnya. Sekolah alam, misalnya, atau sekolah Montessori, sekolah seni, sekolah musik, atau sekolah berbasis digital yang kini sudah banyak tersedia. Sekolah yang tepat dapat mendukung perkembangan anak dengan optimal. Dengan berada di lingkungan yang memiliki minat sama, si Kecil akan lebih terpacu untuk mengembangkan potensinya.

Selamat mencoba, Mam.
 
Source:
webmd.com/parenting/tc/recognizing-and-developing-your-childrens-special-talents-topic-overview
psychologytoday.com/blog/going-beyond-intelligence/201701/montessori-good-school-choice-smart-kids
Penulis
Windi Teguh

Seorang ibu dari dua orang putri yang sehari-harinya bekerja di sebuah bank BUMN. Kini tinggal di Medan dan banyak menulis blog tentang pekerjaannya sebagai seorang bankir, kuliner Medan, lifestyle, dan tentu saja seputar dunia parenting.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top