Cara Mengasuh

5 Makanan Ini Bisa Bantu Lancarkan ASI Mam

By: Wyeth Nutrition 2015-08-04 17:00:00 (UTC)
Pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan untuk si Kecil. Namun, terkadang hal ini terhambat oleh tidak lancarnya ASI yang Mam hasilkan. Hal ini biasa terjadi karena beberapa faktor, seperti kelelahan atau kurangnya nutrisi.

Penyebab ASI Kurang Lancar

Setiap ibu tentu ingin bisa memberi asupan nutrisi terbaik untuk buah hatinya, salah satunya melalui ASI eksklusif. Namun, ASI yang tidak lancar atau sedikit tentu kadang membuat Mam bingung dan frustrasi. Berikut tiga hal yang umumnya menyebabkan produksi ASI Mam kurang lancar.
 

1. Dehidrasi
Menyusui akan membuat cairan tubuh dalam tubuh Mam berkurang. Karena itu, pastikan Mam memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama masa menyusui untuk menghindari dehidrasi. Selain dapat mengganggu kesehatan dan metabolisme tubuh Mam, kekurangan cairan atau dehidrasi juga bisa menurunkan produksi ASI.

2. Kelelahan
Mungkin Mam masih beradaptasi dengan rutinitas baru karena hadirnya si Kecil. Situasi ini bisa saja menyebabkan Mam merasa kelelahan atau stres. Jika tak segera diatasi, hal ini bisa memengaruhi produksi ASI Mam. Minta Pap atau kerabat terdekat mendampingi Mam pada masa-masa awal setelah melahirkan untuk mengurangi risiko kelelahan.

3. Diet
Setelah melahirkan tentu Mam ingin mengembalikan bentuk badan seperti semula. Banyak Mam yang kemudian langsung memilih untuk menjalani diet. Membatasi asupan Mam selama masa menyusui bisa membuat produksi ASI berkurang. Bisa saja metode diet yang Mam pilih malah menghindari bahan makanan yang sebenarnya bisa membantu melancarkan produksi ASI.
 

Makanan Pelancar ASI

Untuk memastikan kelancaran produksi ASI, Mam dapat mengonsumsi beberapa makanan pelancar ASI seperti berikut ini.

1. Oatmeal
Oatmeal dianjurkan untuk dikonsumsi karena dapat meningkatkan produksi ASI dengan signifikan. Oatmeal mengandung asam amino triptofan yang membantu melepaskan oksitosin yang dikenal sebagai hormon bahagia dan memberikan efek menenangkan. Ini dapat membantu ibu menyusui mengurangi rasa stres sehingga produksi ASI lebih lancar.

2. Buah aprikot
The University of Wisconsin’s School of Health and Public Medicine merekomendasikan buah aprikot untuk meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui. Aprikot adalah buah kaya serat, vitamin A, vitamin C, kalium serta kalsium yang dapat membantu memproduksi ASI.

3. Salmon
Salmon merupakan sumber asam lemak esensial dan asam lemak omega-3 yang dapat membantu melancarkan ASI. Kedua nutrisi tersebut merupakan kunci utama dalam pembentukan ASI dalam tubuh Mam. Selain itu, salmon dapat meningkatkan gizi sehingga kualitas ASI juga bisa menjadi lebih baik.

4. Bayam
Bayam adalah sumber kalsium yang baik, mengandung zat besi, vitamin K, vitamin A dan asam folat yang penting bagi wanita hamil dan menyusui. Sayuran ini juga mengandung fitoestrogen yang berperan penting dalam kesehatan payudara dan jaringan menyusui.

5. Daun katuk
Daun yang satu ini sudah banyak dikenal untuk meningkatkan produksi ASI. Daun ini mengandung steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin, yaitu hormon yang dapat mempercepat dan memperlancar produksi ASI. Daun ini dapat dikonsumsi dengan cara dimasak menjadi sup atau dilalap.
Itulah beberapa jenis makanan pelancar ASI yang bisa Mam konsumsi selama masa menyusui. Jadi, Mam tidak perlu khawatir lagi produksi ASI kurang lancar dan tidak bisa memenuhi kebutuhan si Kecil. Perbanyak konsumsi makanan tersebut agar ASI dapat keluar dengan lancar sehingga si Kecil tumbuh dengan baik.
 
Source:
justmommies.com/babies/top-ten-lactogenic-foods-foods-that-improve-your-milk-supply?slide=9
breastfeedingbasics.com/articles/increasing-your-milk-supply
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Cara Mengasuh

Atasi 5 Masalah yang Sering Terjadi pada Bayi Baru Lahir

By: Wyeth Nutrition 2018-06-28 05:41:08 (UTC)
Menjadi seorang Ibu pasti luar biasa ya, Mam? Sembilan bulan hamil dan perjuangan dalam proses melahirkan seperti masih terbayang-bayang. Akhirnya Mam dan Pap bisa bertemu si Kecil dalam keadaan sehat.
Jangan ditanya bagaimana perasaan kita saat pertama kali melihat dan memegang si Kecil. Sampai berurai air mata karena tidak bisa berkata apa-apa karena saking senangnya. Rasanya bahagia dan haru campur menjadi satu dalam momen setelah melahirkan itu. Bayi yang tadinya ada dalam perut kita, sekarang sudah dalam dekapan.
Menjadi Ibu memang sebuah proses. Perjuangan masih berlanjut loh, Mam. Ternyata, ada beberapa kondisi bayi baru lahir yang kadang bikin Mam dan Pap bingung. Padahal, Mam sudah antisipasi harus bagaimana karena belajar banyak saat kehamilan. Namun, kadang kenyataannya Mam masih bingung harus bagaimana.
Tenang Mam, hampir semua Ibu di seluruh dunia mengalaminya, termasuk saya juga. Kalau boleh sharing, ada lima masalah yang terjadi pada bayi baru lahir dan sering membuat panik bukan main. Apalagi kalau anak pertama, biasanya bingung harus bagaimana. Tanya sana sini malah terlalu banyak input dan bikin Mam tambah panik biasanya.
Kuncinya sebenarnya cuma satu, agar Mam tidak bingung menghadapi masalah pada bayi baru lahir; tetap tenang, tarik napas. Ingat, Mam baru saja melewati proses melahirkan yang luar biasa. Jadi, jangan stres saat menghadapi masalah bayi baru lahir. Jangan lupakan support system yang solid (termasuk Pap), agar Mam bisa melewati masalah-masalah yang kerap terjadi pada bayi baru lahir ini.
Ini 5 kondisi yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan cara mengatasinya.

1. Bayi Sering Menangis
Selama 9 bulan, bayi merasa nyaman dalam kandungan Mam. Setelah proses melahirkan, bayi harus beradaptasi dengan lingkungan berbeda dari kandungan Mam. Bayi juga merasa bingung kenapa sekarang bisa ada di tempat ini.
Menangis adalah salah satu cara berkomunikasi si Kecil dengan Mam dan Pap. Saling adaptasi dan belajar bersama si Kecil dan coba semua yang kira-kira bisa meredakan tangisnya. Menangis bisa karena lapar, gerah, perut kembung, ingin digendong, buang air, atau merasa tidak nyaman.
Cara mengatasinya: Coba cek satu-satu badan si Kecil dan coba semua cara agar ia tenang kembali. Apakah dia buang air? Kalau iya, Mam dan Pap tinggal mengganti popoknya. Atau misalnya coba langsung disusui, apakah tangisnya berhenti? Jika iya, berarti si Kecil lapar dan haus.

2. Menyusui Bayi
ASI eksklusif adalah yang terbaik untuk diberikan pada bayi. Karena itu, Mam wajib memberikannya pada si Kecil yang baru lahir. Jangan lupa Mam, ASI yang keluar setelah melahirkan namanya Kolostrum. Manfaatnya sangat besar untuk tumbuh kembang bayi.
Usahakan melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) pada si Kecil sesaat setelah melahirkan. Bantu si Kecil mendapatkan perlekatan yang baik saat menyusui. Mungkin saat awal-awal memang terlihat malas-malasan. Tenang Mam, namanya juga belajar adaptasi.
“Breastfeeding isn’t just about milk. It’s also about LOVE”
Mam juga bisa mulai memompa payudara dengan breast-pump untuk melancarkan pemberian ASI. Ini karena pencernaan bayi masih belum sempurna dan kadang gumoh. Satu-satunya cara adalah jangan lupa menyendawakan bayi setelah menyusui ya, Mam.

3. Masalah pencernaan bayi
Rata-rata masalah pencernaan bayi baru lahir itu adalah bayi kolik, feses hitam, dan berat badan terus turun. Jika si Kecil menangis tidak berhenti bisa jadi bayi kolik. Tidak apa-apa Mam, karena pencernaan belum sempurna Mam-lah yang harus membantu si Kecil. Pijat perut si Kecil agar tidak terjadi kolik. Biasanya bayi baru lahir akan sering mengalami kolik, apalagi kalau tidak menyendawakannya, perut si Kecil bisa kembung.
Selain itu, pencernaan bayi yang belum sempurna biasanya akan membuat feses menjadi hitam (mekonium). Mam harus lebih sering menyusui si Kecil. Perlahan fesesnya akan berubah Mam. Oh iya Mam, jangan khawatir kalau si Kecil sering pup. Hal ini wajar selama masih ada ampasnya dan bukan diare.
Untuk bayi baru lahir, berat badan pasti akan berkurang. Setelah beberapa waktu, berat badan si Kecil akan melesat tajam. Asal jangan lupa manajemen ASI yang tepat untuk si Kecil ya, Mam!

4. Bayi Kuning
Biasanya ini yang bikin panik, bayi jadi kuning sampai mata juga jadi agak berwarna kuning. Tenang Mam, jangan panik. Mam harus lebih sering menyusui si Kecil. Kedua, jangan lupa menjemur si Kecil setiap hari agar terkena sinar matahari pukul 8-10 pagi.
Bila masih berlanjut, Mam bisa mengubungi dokter anak untuk dicek kadar Bilirubinnya, perlu terapi sinar apa tidak. Sekadar sharing, saat baru lahir anak saya mengalami bayi kuning pada hari ke-4 sampai ke-8 tapi tidak perlu sampai disinar. Cukup sering disusui dan dijemur. Hari ke-9 kembali normal.

5. Membersihkan Bayi
Ini yang membuat deg-degan Mam dan Pap, ya. Edisi memandikan bayi, apalagi saat tali pusar masih ada, memang perlu hati-hati. Namun, jangan sampai tidak memandikan bayi ya, Mam. Pakai bak mandi dengan air hangat. Jangan lupa bersihkan kelopak mata dengan air hangat. Tidak perlu mandi lama-lama. Setelah seluruh tubuh si Kecil sudah disabuni, langsung bilas dan keringkan badan bayi.
Bersihkan tali pusar perlahan dengan bola kapas steril dan keringkan lalu bungkus dengan kain kasa. Potong kuku bayi secara berkala karena tumbuhnya sangat cepat. Kalau masih takut memotong kuku bayi, lakukan saat si Kecil tidur. Ini agar si Kecil tidak menggaruk muka dan bagian tubuh lainnya.
Setelah buang air, bersihkan area dari depan ke belakang dengan tisu atau kapas basah. Jaga bagian tersebut selalu kering agar tidak muncul ruam.
Bayi baru lahir membutuhkan proses adaptasi dengan lingkungan barunya bersama Mam dan Pap. Tugas orang tua untuk membantu si Kecil merasa nyaman di dunia barunya. Saling belajar ya, Mam dan Pap. Tetap semangat memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Selamat atas kehadiran bayi baru lahirnya, Mam dan Pap! Selamat menikmati menjadi orang tua.
 
Source:
babycenter.com/0_top-newborn-problems-and-how-to-solve-them_10357996.bc
ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/11-kondisi-bayi-baru-lahir-yang-membuat-ibu-panik
parents.com/baby/care/newborn/10-things-to-know-about-newborns/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top