Dengan Positive Parenting, Tantrum Si Kecil Lebih Mudah Diatasi

Selasa, 27 September 2016, 15:13 WIB7 Shares
Temper tantrum adalah letupan kekesalan atau kemarahan anak saat ia kesulitan menyampaikan maksud yang ada di benaknya atau karena keinginannya tidak dituruti. Anak yang mengalami tantrum biasanya terlihat frustrasi, lalu menangis dan berteriak. Bahkan, ia juga bisa melakukan tindakan-tindakan berlebihan seperti melempar barang ataupun menjatuhkan diri ke lantai.
 
Banyak orang tua menganggap sikap tantrum anak sebagai wujud kenakalan. Hal ini sebenarnya kurang tepat lho, Mam. Untuk dapat mempraktikkan cara mendidik anak yang baik, Mam perlu memahami terlebih dahulu penyebab timbulnya tantrum. Tantrum pada anak balita terjadi karena otaknya masih belum matang sempurna sehingga ia kesulitan mengutarakan perasaannya dan akhirnya bersikap impulsif. Tantrum biasanya mulai terjadi saat anak mencapai usia 2 tahun, dan dapat terus berlanjut hingga ia memasuki fase sekolah.
 
Saat si kecil sedang tantrum, mungkin saja orang tua hilang kesabaran dan emosinya terpancing. Namun, para ahli di American Academy of Pediatrics mengatakan, menghadapi anak tantrum dengan menerapkan metode disiplin yang keras justru tidak akan efektif untuk jangka panjang. Sebaliknya, cara mendidik anak yang baik adalah bila orang tua menerapkan teknik positive parenting dalam meredam perilaku tantrum. Positive parenting adalah pola pengasuhan anak yang menekankan pada sikap positif. Pada prinsipnya, melalui metode ini orang tua berusaha menerapkan pengasuhan dan kedisiplinan secara menyenangkan dan positif sehingga anak memiliki rasa percaya diri yang baik. Kepercayaan diri yang baik ini dapat membantu membentuk perilaku yang positif dan mengontrol emosi anak dengan baik.
 
Di bawah ini beberapa tips mengenai cara mendidik anak yang baik ala positive parenting yang dapat Mam lakukan pada anak usia 1-3 tahun.
  1. Fokus pada perilaku yang Mam ingin anak lakukan, alih-alih mengomelinya terus saat ia melakukan kesalahan. Saat ia melakukan kesalahan, Mam memang perlu menegurnya. Tetapi, jangan mengungkitnya terus-menerus ya, Mam. Pada dasarnya, anak usia batita memiliki keinginan untuk menyenangkan orang tuanya. Jadi, tinggal tunggu waktu saja sampai Mam melihat ia akhirnya menuruti permintaan Mam.
  2. Perlihatkan sikap yang baik. Setiap orang tua tentu ingin anaknya berperilaku baik. Namun, ada kalanya si kecil melawan ucapan Mam dan Pap. Hal ini wajar-wajar saja kok, Mam. Namun, jangan terpancing untuk memarahi dan memaksanya untuk menuruti ucapan Mam, ya. Bagaimanapun juga, memperlihatkan bagaimana sikap yang baik akan lebih efektif untuk ditiru anak dalam jangka panjang, ketimbang memarahi atau menyuruhnya berperilaku tertentu. Mengurangi frekuensi memarahi juga dapat menurunkan peluang anak untuk berperilaku negatif di kemudian hari.
  3. Limpahi si kecil dengan kasih sayang dan berikan perhatian yang cukup untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandiriannya.
  4. Bangun kedekatan emosional dengan si kecil. Salah satu caranya adalah dengan sering mengajaknya mengobrol dan mendengarkan ataupun merespon ocehannya. Jangan lupa untuk memujinya saat ia berhasil melakukan sesuatu yang Mam minta, ya.
  5. Tetap tenang dan tidak terpancing untuk ikut bersikap emosional saat anak mengalami episode tantrum. Dengan nada lembut, katakan pada si kecil bahwa sikapnya itu tidak baik dan ia perlu segera menghentikannya. Kalau anak tidak mau berhenti, ajak ia ke satu area yang lebih tenang dan mintalah untuk duduk di kursi atau sofa. Lalu, katakan bahwa ia akan terus duduk di situ sampai berhenti berteriak atau sampai ia mampu menenangkan dirinya. Terkadang, membiarkan anak sendiri namun tetap diawasi di tempat yang lebih sunyi dapat membuatnya kembali tenang.
Jadi, Mam tidak perlu khawatir lagi ya, bila si kecil mengalami tantrum. Ini adalah salah satu fase yang perlu ia lalui dalam masa pertumbuhannya. Cukup terapkan metode pengasuhan yang tepat untuk menanganinya agar tantrum tidak menjadi kebiasaan yang berlanjut hingga ia besar.
 
Sumber:
healthline.com/health/childrens-health/positive-parenting#1
positiveparentingconnection.net/tantrums/
kidshealth.org/en/parents/self-control.html?WT.ac=p-ra
female.kompas.com/read/2010/06/15/15343480/mendidik.anak.ala.positive.parenting

0 Komentar

Artikel Terkait

Cara Mengasuh

Parenting Club Sahabat Orang Tua dalam Mendukung Kepintaran Si Kecil

Baca selengkapnya

Cara Mengasuh

Manfaat PAUD bagi Si Kecil

Baca selengkapnya

Cara Mengasuh

Mam, Ini Trik Jadi Guru Favorit Si Kecil

Baca selengkapnya
Hubungi Kami
Hubungi KamiHubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top