Cara Mengasuh

Gigiku Bersih dan Sehat

By: DR Dr Rini Sekartini SpA K 2017-10-24 00:12:52 (UTC)
Merawat gigi anak bagi beberapa Mam cukup menyulitkan. Terlebih si Kecil gemar menyantap makan makanan manis yang bisa berbahaya bagi kesehatan giginya jika tidak dibersihkan dengan benar. Mengajarkan si Kecil membersihkan gigi memang membutuhkan kesabaran Mam, kerap kali hanya sekedar membuka mulut saja ia enggan. Meski demikian, jangan patah semangat karena pembiasaan perawatan sejak dini akan membentuk prilaku sehat di masa yang akan datang.
 
Jangan menunggu gigi si Kecil tumbuh untuk membiasakan membersihkan giginya. Kebiasaan membersihkan ini bisa dimulai sejak bayi, dengan menggosokan kain kasa/handuk lembut pada gusi dan lidah si Kecil untuk membersihkannya dari kotoran ataupun sisa makanan. Setelah gigi susu pertamanya tumbuh, mulai gunakan sikat gigi lembut untuk membersihkannya dua kali sehari. Mam bisa perhatikan hal-hal berikut agar si Kecil lebih semangat membersihkan giginya!
  • Hindari menggunakan pasta gigi dengan fluoride secara berlebihan pada anak usia balita karena bisa membahayakan mereka. Gunakan pasta gigi sedikit saja tanpa perlu menutupi permukaan sikatnya. Sedapat mungkin, gunakan pasta gigi dengan formula khusus untuk anak-anak.
  • Sebagai langkah awal gunakan air matang untuk berkumur karena pada usia di bawah 3 tahun beberapa anak kesulitan melakukannya kemudian menelan sebagian airnya. 
  • Pada usia 3-4 tahun, Mam bisa bantu si Kecil menyikat gigi dengan benar. Jangan lupa untuk selalu mengingatkan si Kecil akan langkah-langkahnya agar ketika dia mandiri ia sudah bisa melakukannya dengan benar. 
  • Biarkan si Kecil memilih sendiri sikat giginya. Kini banyak tersedia sikat gigi dengan bentuk menarik dan lucu yang menarik perhatiannya. 
  • Berikan contoh menggosok gigi. Lakukan kegiatan sikat gigi bersama Mam atau Pap agar menyenangkan. Bisa sambil bernyanyi, bermain dengan boneka atau memberikan si Kecil stiker lucu setiap kali berhasil melakukannya dengan benar.
Sebenarnya sejak usia setahun dan telah tumbuh beberapa gigi susu, Mam sudah bisa mengajak si Kecil ke dokter gigi untuk melihat pertumbuhan giginya dan juga risiko gigi bermasalah. Membawa si Kecil ke dokter gigi sejak dini membantu Anda untuk berkonsultasi lebih banyak mengenai kondisi pertumbuhan gigi anak, penggunaan fluoride, nutrisi untuk gigi, juga penggunaan botol minum yang tepat. Selain itu, anak akan terbiasa dokter gigi dan tidak takut lagi ketika ia harus kembali berkunjung ke sana.

 

Agar si Kecil nyaman, pilih dokter gigi khusus anak yang memiliki peralatan dan perlengkapan menarik dengan interior ruangan yang tidak menakutkan. Jadwalkan kunjungan di saat anak dalam kondisi mood terbaiknya, seperti sudah kenyang, cukup istirahat dan puas bermain. Ceritakan mengenai hal menarik tentang kesehatan gigi sehingga ia tidak merasa ketakutan untuk pergi ke dokter gigi.
 
Yuk Mam, ajarkan hal-hal baik kepada si Kecil agar pintarnya beda, dengan memperkaya wawasan Mam dengan berbagai bacaan menarik di sini

Sumber:
  • http://www.alodokter.com/mencegah-lubang-pada-gigi-si-kecil
  • https://familydoctor.org/dental-hygiene-how-to-care-for-your-childs-teeth/
Penulis
DR Dr Rini Sekartini SpA K

Dokter Spesialis Anak Konsultan alumni Fakultas Kedokteran UI Jakarta dan saat ini praktek sebagai Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Cara Mengasuh

Lagu dan Permainan Seru bersama Pap untuk Sinergi AFS Si Kecil

By: Suria Riza 2018-01-03 00:17:52 (UTC)
Pada era serba teknologi ini, mau tidak mau kita sebagai orang tua harus mengikuti perkembangan zaman. Ini juga termasuk memilih lagu dan permainan anak yang kekinian, tapi tetap bisa menstimulasi AFS[1]  (akal, fisik, dan sosial) anak.

Luangkan waktu sejenak untuk bermain bersama si Kecil setiap hari. Jangan sampai Mam dan Pap melewatkan periode emas si Kecil yang begitu berharga. Meski demikian, masih banyak pilihan aktivitas yang melibatkan lagu dan permainan anak untuk Mam dan Pap bonding dengan si Kecil.


Permainan Anak untuk Pap Bersama si Kecil

Bermain rumah-rumahan

Ini permainan sepanjang masa yang si Kecil sukai. Pap bisa membuat tenda dari seprei atau tenda mainan anak. Si Kecil akan bermain peran seperti mengetuk pintu dan membuatkan minuman untuk Pap yang datang bertamu. Tidur-tiduran santai dalam tenda sambil bersenda gurau juga terasa bisa menyenangkan bagi si Kecil, loh!

Sepertinya asyik juga ya, kalau Pap membacakan cerita untuk si Kecil sambil main rumah-rumahan? Ide bagus, kan? Oh iya, buat Pap yang punya anak perempuan, siap-siap didandani dalam rumah-rumahan, ya. Pasti seru!

Bermain di sekitar rumah

Untuk menstimulasi motorik kasarnya, Pap bisa mengajari si kecil bersepeda atau bermain bola basket. Tidak perlu jauh-jauh, cukup sekitaran rumah selama setengah jam sangat lebih dari cukup. Pap dan si Kecil jadi tambah sehat bersama.


Membuat mainan bersama si Kecil

Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan berprakarya sendiri. Si Kecil pasti bangga dengan hasil karyanya. Pap dan si Kecil bisa saling bantu membuat mainan. Pap dan si Kecil bisa membuat busy board, slime, flash card, rumah kardus, dan sebagainya. Apalagi, kalau karya si Kecil dipajang di kamarnya, ia pasti senang sekali.

Jika ingin membuat slime, Pap dan si Kecil bisa menonton bersama cara membuatnya dan berdiskusi. Izinkan si Kecil mengaduk bahan dan jangan takut kotor ya, Pap! Kerja tim sangat dibutuhkan di sini. Kegiatan ini juga akan menstimulasi kreativitas si Kecil. Berikan penghargaan saat si Kecil sudah selesai membuatnya.

Tips: Saya seringnya membuat wayang-wayangan, misalnya bentuk pohon, orang-orangan, hewan, dan tumbuhan. Si Kecil bisa membantu saya memotong dan mewarnai wayang-wayangannya. Setelah itu, saya bercerita menggunakan wayang yang sudah kami buat. Si Kecil sangat suka dan selalu minta cerita lain lagi.

Petak umpet

Entah kenapa, permainan anak yang ini sangat disukai mulai dari kecil sampai dewasa. Coba deh, saat si Kecil masih bayi, pasti suka sekali dengan cilukba. Nah, kalau anak sudah balita, bisa coba permainan petak umpet. Pap sembunyi dan si Kecil mencari tempat persembunyian Pap. Seru loh! Kalau sudah bisa berhitung, minta si Kecil berhitung sampai sepuluh sambil Pap bersembunyi.

Menggambar dan mewarnai

Ajak si Kecil membuat gambar sederhana menggunakan pensil. Seperti lingkaran, persegi, segitiga, bintang, dan hati. Ajari si Kecil untuk mewarnai gambar tanpa keluar garis tepi. Ini sangat baik untuk melatih motorik[3]  halusnya. Jangan kaget kalau nanti si Kecil mulai corat-coret tembok, ya! Hal ini akan terus berulang sampai si Kecil masuk SD, loh. Tembok penuh coretan tidak apa-apa Pap, yang penting anak bisa mulai berkreasi.

Tips: Saya sering bermain dengan warna menggunakan pewarna makanan. Selain mengajarkan si Kecil mengenal berbagai macam warna, ia juga belajar tekstur benda. Cukup campurkan tepung (bisa beras juga) dan pewarna makanan. Sesuaikan teksturnya, cair atau kental, dengan air. Lalu beri media kertas untuk dilukis si Kecil.


Gunakan Musik untuk Aktivitas Bersama si Kecil

Stimulasi saat bermain dan belajar

Saat bermain dengan si Kecil atau menemaninya belajar, Pap bisa memasang musik berirama lembut. Misalnya, saat ia sedang belajar mengenal tata surya atau hewan lewat gambar, musik akan menstimulasi otak si Kecil untuk berimajinasi. Musik juga bisa membantu si Kecil mengingat dan memahami pelajaran.

Belajar kosakata baru dengan musik

Ada banyak lagu anak yang bisa digunakan si Kecil untuk belajar banyak kosakata baru. Pap bisa mengajak si Kecil menyanyikan lagu bersama-sama, khususnya untuk sesuatu yang harus dihafal, seperti nama hari atau anggota tubuh. Metode ini akan menajamkan daya ingat si Kecil dan memudahkannya mengingat di kemudian hari.


Pap juga bisa mencari inspirasi membuat permainan anak sendiri. Pap dapat membuat flash card, playdough, atau slime. Pap dan si Kecil bisa sama-sama senang. Tidak butuh waktu lama kok, membuat permainan anak yang seru setiap hari. Selamat mencoba ide-ide permainan anak ini, Pap! Selamat bermain.
 
Source:
health.detik.com/read/2017/04/18/134521/3477443/1625/sudah-tepatkah-cara-mendukung-si-kecil-supaya-pintar
parentingclub.co.id/smart-strength-finder/21-days-smart-stimulations
parentingclub.co.id/smart-stories/80-otak-terbentuk-di-2-tahun-pertama-si-kecil
awalsehat.nestle.co.id/manfaat-musik-untuk-daya-ingat
starthealthystayhealthy.in/toddler-toys-games
starthealthystayhealthy.in/top-baby-toys-children
Penulis
Suria Riza

Seorang ibu rumah tangga dengan dua anak yang juga cancer survivor Echa juga seorang pencinta kucing. Ia menuangkan cerita kesehariannya seputar tumbuh kembang sang buah hati perjuangannya melawan kanker hobinya akan make up sampai kecintaannya terhadap si kucing. Blognya bahkan pernah mendapat penghargaan sebagai blog terbaik kategori family and parenting pada Hari Blogger Nasional 2015.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top