Kesehatan

Imunisasi Campak untuk Si Kecil

By: Wyeth Nutrition 2019-05-07 20:47:38 (UTC)
Vaksin mulai masuk ke Indonesia pada 1950-an. Saat itu, pelaksanaannya pun masih membutuhkan pengawasan. Berbagai wabah penyakit pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia pada tahun-tahun tertentu. Namun, dengan usaha terus-menerus dari pemerintah dan masyarakat, wabah penyakit yang bisa membuat status Kondisi Luar Biasa terus menurun secara signifikan.

Pro-kontra tentang imunisasi di Indonesia selalu  saja terjadi. Segala kontroversi ini mungkin juga bisa menyebabkan kebingungan bagi Mam dan Pap yang baru saja dikaruniai si Kecil. Ada baiknya Mam dan Pap banyak mencari informasi terlebih dahulu terutama dari sumber yang bisa dipercaya. Jangan sekadar ikut perdebatan. Apalagi kalau kemudian sampai mengorbankan kesehatan dan masa depan si Kecil.


Penyakit Campak

Jangan pernah meremehkan penyakit campak. Campak adalah penyakit yang berasal dari virus dan cepat sekali penularanya. Campak ditandai dengan timbulnya ruam di seluruh tubuh.

Tubuh manusia memang secara alami bisa menyembuhkan campak. Namun, bukan berarti penyakit ini tidak perlu dikhawatirkan. Campak bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius bahkan berujung kematian bila kondisi tubuh kurang baik, misalnya karena kurang gizi.

Virus campak dapat menular dari percikan cairan yang dikeluarkan penderitanya, seperti bersin atau batuk. Siapa pun yang menghirup percikan ini dapat tertular campak. Seseorang juga dapat tertular setelah bersentuhan dengan benda-benda yang terpapar virus campak. Ini karena virus campak dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam.

Anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun paling rentan mengalami komplikasi saat terkena campak. Namun, pada dasarnya semua orang bisa terinfeksi virus campak, terutama yang belum pernah terkena campak atau belum mendapat vaksinasi campak.


Vaksin Campak

Penyakit campak bisa dicegah dengan vaksin MR (Measles-Rubella/Campak-Rubella). Imunisasi campak dilakukan 2 kali, pada usia 9 bulan dan 24 bulan (2 tahun). Mam dan Pap bisa mengikuti jadwal pemberian campak berdasarkan tabel atau konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jika si Kecil tetap terkena campak setelah mendapatkan imunisasi, efeknya bisa diminimalkan karena tubuh sudah memiliki kekebalan terhadap campak.

Vaksin campak termasuk imunisasi yang wajib diberikan kepada anak di Indonesia. Ada juga vaksin MMR yang merupakan gabungan dari campak, gondongan, dan rubella. Anak dapat diberikan vaksin MR sebagai pencegahan darurat jika berisiko tinggi terkena campak. Situasi yang mengharuskan si Kecil mendapatkan vaksin darurat antara lain adanya wabah di lingkungan sekitar atau kontak fisik dengan penderita campak.


Pentingnya Imunisasi Campak

Kematian karena penyakit campak pernah mencapai angka 2,6 juta per tahun sebelum adanya imunisasi campak. Sebagian besar korbannya adalah anak di bawah usia 5 tahun. Imunisasi campak terbukti efektif menekan angka kematian akibat penyakit ini di seluruh dunia. Namun, campak belum sepenuhnya lenyap di dunia.

Mencegah penyakit campak mewabah adalah dengan cara diimunisasi. Penting untuk mengetahui jadwal imunisasi bagi si Kecil. Anak pertama kali mendapatkan imunisasi campak pada usia 9 bulan. Vaksinasi ulang dapat dilakukan pada usia 24 bulan dan melakukan booster saat usia 6-7 tahun.

Bila pada usia 15 bulan anak sudah diimunisasi MMR, tidak perlu dilakukan imunisasi campak pada usia 24 bulan. Namun, untuk lebih memastikan sebaiknya Mam dan Pap mengikuti jadwal imunisasi berdasarkan tabel kesehatan yang dimiliki.

Pemberian vaksin memang perlu diulang agar sistem perlindungan tubuh terhadap penyakit semakin meningkat. Bukan berarti dalam sekali imunisasi si Kecil tidak mendapatkan kekebalan. Kadang-kadang sistem tubuh si Kecil belum menghasilkan respons imun yang berkepanjangan sehingga perlu dilakukan imunisasi pengulangan.

Perlu diperhatikan juga kondisi kesehatan si Kecil saat akan diimunisasi. Pastikan si Kecil benar-benar dalam kondisi sehat. Bila si Kecil sedang demam, batuk, atau pilek sebaiknya Mam dan Pap menunda pemberian imunisasi.

Si Kecil yang sudah diimunisasi pun masih ada kemungkinan terkena campak. Imunisasi memang tidak 100 persen menjamin kekebalan tubuh. Namun, kalau si Kecil tetap terkena campak, gejalanya lebih ringan. Kemungkinan akan terjadi komplikasi sangat kecil.

Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan angka penderita campak terbesar. Fakta yang menyedihkan sekaligus mengkhawatirkan ya, Mam. Bila kesadaran masyarakat untuk imunisasi campak kembali melemah, tidak menutup kemungkinan akan kembali terjadi KLB campak di beberapa wilayah di Indonesia. Tidak usah ragu memberikan imunisasi untuk si Kecil, Mam.
 
Source:
mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/expert-answers/getting-measles-after-vaccination/faq-20125397
webmd.com/children/vaccines/measles-mumps-and-rubella-mmr-vaccine#1
kidshealth.org.nz/measles-immunisation
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top