Kesehatan

3 Cara Menghitung Usia Kehamilan 2 Sampai 7 bulan

By: Alia An Dhiva 2016-12-20 02:30:57 (UTC)
Yang dimaksud dengan usia kehamilan (gestational age) adalah panjang waktu kehamilan yang dihitung sejak hari pertama periode haid terakhir (HPHT). Usia kehamilan biasanya dinyatakan dalam minggu dan hari, karena lebih terperinci dibandingkan bulan. Sepanjang kehamilan, janin melalui berbagai fase perkembangan dan pertumbuhan pada organ-organnya. Setiap fase membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda. Maka dari itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk mengetahui usia kehamilannya secara akurat, agar dapat melakukan upaya yang tepat dalam menjaga kesehatan kehamilan.
 
Dengan mengetahui usia kehamilan, Mam jadi tahu asupan vitamin apa saja yang sangat dibutuhkan pada trimester pertama. Lalu, Mam juga bisa tahu kapan saat yang pas untuk melakukan skrining penting kehamilan, serta mengecek jenis kelamin bayi melalui pemeriksaan USG. Mam juga akan mengetahui keluhan maupun risiko komplikasi yang kemungkinan dihadapi di setiap tahapan kehamilan, sehingga Mam dapat melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mencegah atau mengatasinya.
 
Dokter dapat menghitung usia kehamilan Mam dengan menggunakan beberapa metode. Penghitungan ini sekaligus digunakan sebagai acuan dalam menentukan hari perkiraan lahir (HPL) Mam. Saat ini, terdapat tiga pilihan metode yang digunakan dokter untuk menghitung usia kehamilan, yaitu:

Menghitung Usia Kehamilan dengan Metode Kalender

Penghitungan dengan metode ini mengacu kepada hari pertama haid terakhir (HPHT) untuk menentukan usia kehamilan serta hari perkiraan lahir (HPL). Dengan kata lain, HPHT dihitung sebagai hari pertama berlangsungnya kehamilan. Dokter akan berpatokan pada asumsi bahwa konsepsi atau pembuahan terjadi pada hari ke-14 dari siklus menstruasi. Dengan mengetahui hari pertama dari periode haid terakhir Mam, dokter pun dapat menghitung usia janin.
 
Namun, tak semua ibu hamil mampu mengingat jadwal menstruasinya. Selain itu, waktu ovulasi setiap perempuan pun bervariasi. Ditambah lagi, sebagian perempuan memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.
 
Jika siklus haid Mam selalu teratur (per 28 hari), maka Mam dapat menghitung HPL menggunakan rumus Neagele berikut:
 
(tanggal HPHT + 7), (bulan pada saat haid terakhir – 3), (tahun pada saat haid terakhir +1)
 
Contoh: Mam terakhir kali menstruasi pada 18 November 2016. Maka, perhitungannya menjadi:
(18 + 7), (11 – 3), (2016 + 1) = 25, 8, 2017
 
Jadi, HPL Mam adalah 25 Agustus 20092017. Dari HPL ini Mam dapat menghitung usia kehamilan per tanggal 25. Misalnya, pada 25 Desember 20152016, usia kehamilan Mam menginjak 1 bulan, dan seterusnya.
 
Jika HPHT Mam terjadi di bulan yang tidak bisa dikurangi 3 (Januari – Maret), maka bulan cukup ditambah 9, sedangkan tahunnya tetap. Contoh: Mam terakhir kali menstruasi pada 18 Januari 2016. Maka HPL Mam adalah 25 Oktober 2016.

Menghitung Usia Kehamilan dengan Pemeriksaan USG

Penghitungan usia kehamilan menggunakan alat ultrasonografi (USG) dianggap paling akurat dibandingkan cara-cara lainnya. Tingkat akurasi penghitungan dengan alat USG mencapai 95 persen lho, Mam. Saat ini pemeriksaan menggunakan alat USG pun semakin canggih, dan tersedia dalam pilihan 2, 3, dan 4 dimensi.
 
Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara, yakni USG transvaginal dan USG transabdominal. USG transvaginal biasanya dilakukan pada awal kehamilan melalui jalan lahir, untuk memastikan keberadaan kantong janin dan lokasi janin. Sementara, USG transabdominal dilakukan melalui dinding perut pada saat kandungan sudah membesar, untuk melihat gambaran maupun pergerakan janin secara lebih jelas.

Untuk mendapatkan hasil penghitungan yang akurat, dokter akan meminta Mam melakukan pemeriksaan USG pada saat kehamilan berusia di antara minggu ke-8 dan ke-18. Penghitungan dilakukan dokter dengan cara:
  • Mengukur diameter kantong kehamilan (usia kehamilan 6-12 minggu)
  • Mengukur panjang janin dari kepala sampai bokong (usia kehamilan 7-14 minggu)
  • Mengukur lingkar kepala janin (usia kehamilan di atas 12 minggu)

Menghitung Usia Kehamilan dari Tinggi Puncak Rahim

Cara ini dilakukan dengan menghitung jarak dari tulang kemaluan Mam sampai dengan bagian puncak rahim (fundus uteri) yang menonjol di perut. Penghitungan dapat dilakukan menggunakan pita ukur (saat usia kehamilan melewati 22-24 minggu) atau pemeriksaan palpasi (perabaan). Meski terkesan sederhana, namun, cara ini termasuk akurat bila dilakukan oleh dokter kandungan atau bidan untuk memperkirakan usia kehamilan.
 
Angka hasil penghitungan jarak antara tulang kemaluan hingga puncak rahim juga menunjukkan usia kehamilan Mam. Misalnya, setelah diukur, jarak antara tulang kemaluan hingga puncak rahim Mam sekitar 28 cm. Artinya, saat ini usia kehamilan Mam sudah mencapai 28 minggu. Jarak yang semakin jauh menandakan usia kehamilan semakin lanjut dan kian dekat dengan HPL.

Setelah mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang benar, kini Mam dapat menjalani kehamilan dengan lebih percaya diri. Lakukan kunjungan ke dokter secara rutin, serta skrining kehamilan sesuai jadwal. Jangan lupa juga untuk melakukan berbagai persiapan menuju persalinan ya, Mam. Semoga kehamilan Mam senantiasa sehat sampai hari persalinan tiba.
 

Sumber:
americanpregnancy.org/while-pregnant/calculating-conception-due-date/
doktersehat.com/cara-cara-mudah-menghitung-usia-kehamilan/
mediskus.com/wanita/menghitung-usia-kehamilan
Diakses pada 19 November 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top