Ini Alasan Mam Harus Menjalani Induksi Persalinan

Senin, 13 Februari 2017, 12:10 WIB
Janin dianggap sudah cukup bulan bila usia kehamilan Mam telah mencapai 37 minggu. Pada saat ini, bayi sudah dapat dilahirkan karena organ-organ tubuhnya sudah matang sempurna. Mam tinggal menunggu tanda-tanda persalinan tiba untuk kemudian mengawali proses melahirkan si Kecil. Mam bisa mengecek kembali seperti apa tanda-tanda persalinan sudah dekat di sini.

Meski usia kehamilan Mam sudah cukup bulan, terkadang tanda-tanda persalinan tidak muncul juga. Menurut dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin SpOG MKes., apabila risiko melanjutkan kehamilan lebih besar dibandingkan dengan risiko mengakhiri kehamilan, dokter bisa saja merekomendasikan tindakan induksi.

Baca juga artikel lainnya : 3 Cara Menghitung Usia Kehamilan 2 Sampai 7 bulan
 
Induksi dilakukan dengan cara memberikan oksitosin melalui infus intravena pada lengan atau punggung tangan Mam. “Obat” tersebut akan diberikan secara perlahan dan bertahap sambil dokter memantau ketat reaksi rahim dan janin. Sebenarnya, apa saja sih, kondisi yang dapat membuat Mam perlu menjalani induksi persalinan?

Usia kehamilan melebihi 40 minggu

Pada kehamilan yang sudah lewat bulan, bayi berisiko keracunan air ketuban. Maka dari itu, induksi persalinan dilakukan  untuk merangsang timbulnya kontraksi.
    
Pecah ketuban tanpa disertai kontraksi

Ketuban yang sudah pecah meningkatkan risiko infeksi dan janin keracunan air ketuban. Meski usia kehamilan Mam sudah cukup bulan, bisa saja ketuban pecah tanpa disertai kontraksi. Bila dalam jangka waktu 24-48 jam pascapecah ketuban kontraksi belum juga muncul, maka dokter akan merekomendasikan tindakan induksi.

Timbul komplikasi kehamilan

Komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional dan preeklampsia juga dapat mendorong dilakukannya induksi persalinan. Ibu yang menderita diabetes gestasional memiliki kecenderungan melahirkan bayi berukuran besar. Bila bayi tidak segera dilahirkan, dikhawatirkan ukurannya semakin membesar sehingga sulit dilahirkan melalui persalinan normal. Sementara ibu yang menderita preeklampsia berisiko mengalami kejang. Maka dari itu, bila janin sudah cukup bulan, salah satu pilihannya adalah dilakukan induksi untuk mempercepat datangnya persalinan.

Tindakan induksi dilakukan dokter untuk mempercepat timbulnya tanda-tanda persalinan normal. Meski begitu, tidak semua calon Mam dapat menjalani induksi. Ibu hamil tidak dapat diinduksi apabila memiliki salah satu kondisi berikut:
  • Mengalami komplikasi plasenta previa.
  • Terdapat bekas luka pada rahim akibat bekas operasi Caesar atau pengangkatan miom.
  • Memiliki ukuran panggul sempit.
  • Telah melahirkan lebih dari 5 kali.
  • Usia janin belum cukup bulan.
  • Terdapat kondisi gawat janin sehingga bayi harus segera dilahirkan.
  • Posisi bayi sungsang.
  • Tengah menderita infeksi herpes simplex.

Bila setelah dilakukan induksi Mam tetap tidak merasakan kontraksi, maka pilihan terakhir adalah menjalani persalinan secara Caesar. Tidak perlu takut ya, Mam, karena dokter pasti sudah mempertimbangkan segala sesuatunya demi keselamatan Mam dan si Kecil. Selamat menyambut kehadiran si Kecil.



Sumber:
republika.co.id/berita/humaira/ibu-anak/14/04/28/n4qnbg-seperti-apa-sih-proses-induksi-persalinan
ayahbunda.co.id/kehamilan-gizi-kesehatan/prosedur-induksi
mayoclinic.org/tests-procedures/labor-induction/basics/definition/prc-20019032?p=1
kemangmedicalcare.com/kmc-tips/tips-dewasa/4208-serba-serbi-induksi-persalinan.html
americanpregnancy.org/labor-and-birth/inducing-labor/ 
babycenter.com/0_inducing-labor_173.bc?showAll=true 
Diakses pada 13 Oktober 2016

0 Komentar

Artikel Terkait

Tumbuh Kembang

Mengembangkan Keterampilan Kepemimpinan pada Anak

Baca selengkapnya

Tumbuh Kembang

Si Kecil dan Musik: Manfaat Musik dalam Perkembangan Anak

Baca selengkapnya

Info Nutrisi

Tips Menjaga Makan Sehat untuk si Kecil

Baca selengkapnya
Hubungi Kami
Hubungi KamiHubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top