Stimulasi

Ini Alasan Mam Harus Menjalani Induksi Persalinan

By: Alia An Dhiva 2017-02-12 22:10:34 (UTC)
Janin dianggap sudah cukup bulan bila usia kehamilan Mam telah mencapai 37 minggu. Pada saat ini, bayi sudah dapat dilahirkan karena organ-organ tubuhnya sudah matang sempurna. Mam tinggal menunggu tanda-tanda persalinan tiba untuk kemudian mengawali proses melahirkan si Kecil. Mam bisa mengecek kembali seperti apa tanda-tanda persalinan sudah dekat di sini.

Meski usia kehamilan Mam sudah cukup bulan, terkadang tanda-tanda persalinan tidak muncul juga. Menurut dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin SpOG MKes., apabila risiko melanjutkan kehamilan lebih besar dibandingkan dengan risiko mengakhiri kehamilan, dokter bisa saja merekomendasikan tindakan induksi.

Baca juga artikel lainnya : 3 Cara Menghitung Usia Kehamilan 2 Sampai 7 bulan
 
Induksi dilakukan dengan cara memberikan oksitosin melalui infus intravena pada lengan atau punggung tangan Mam. “Obat” tersebut akan diberikan secara perlahan dan bertahap sambil dokter memantau ketat reaksi rahim dan janin. Sebenarnya, apa saja sih, kondisi yang dapat membuat Mam perlu menjalani induksi persalinan?

Usia kehamilan melebihi 40 minggu

Pada kehamilan yang sudah lewat bulan, bayi berisiko keracunan air ketuban. Maka dari itu, induksi persalinan dilakukan  untuk merangsang timbulnya kontraksi.
    
Pecah ketuban tanpa disertai kontraksi

Ketuban yang sudah pecah meningkatkan risiko infeksi dan janin keracunan air ketuban. Meski usia kehamilan Mam sudah cukup bulan, bisa saja ketuban pecah tanpa disertai kontraksi. Bila dalam jangka waktu 24-48 jam pascapecah ketuban kontraksi belum juga muncul, maka dokter akan merekomendasikan tindakan induksi.


Timbul komplikasi kehamilan

Komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional dan preeklampsia juga dapat mendorong dilakukannya induksi persalinan. Ibu yang menderita diabetes gestasional memiliki kecenderungan melahirkan bayi berukuran besar. Bila bayi tidak segera dilahirkan, dikhawatirkan ukurannya semakin membesar sehingga sulit dilahirkan melalui persalinan normal. Sementara ibu yang menderita preeklampsia berisiko mengalami kejang. Maka dari itu, bila janin sudah cukup bulan, salah satu pilihannya adalah dilakukan induksi untuk mempercepat datangnya persalinan.

Tindakan induksi dilakukan dokter untuk mempercepat timbulnya tanda-tanda persalinan normal. Meski begitu, tidak semua calon Mam dapat menjalani induksi. Ibu hamil tidak dapat diinduksi apabila memiliki salah satu kondisi berikut:
  • Mengalami komplikasi plasenta previa.
  • Terdapat bekas luka pada rahim akibat bekas operasi Caesar atau pengangkatan miom.
  • Memiliki ukuran panggul sempit.
  • Telah melahirkan lebih dari 5 kali.
  • Usia janin belum cukup bulan.
  • Terdapat kondisi gawat janin sehingga bayi harus segera dilahirkan.
  • Posisi bayi sungsang.
  • Tengah menderita infeksi herpes simplex.

Bila setelah dilakukan induksi Mam tetap tidak merasakan kontraksi, maka pilihan terakhir adalah menjalani persalinan secara Caesar. Tidak perlu takut ya, Mam, karena dokter pasti sudah mempertimbangkan segala sesuatunya demi keselamatan Mam dan si Kecil. Selamat menyambut kehadiran si Kecil.



Sumber:
republika.co.id/berita/humaira/ibu-anak/14/04/28/n4qnbg-seperti-apa-sih-proses-induksi-persalinan
ayahbunda.co.id/kehamilan-gizi-kesehatan/prosedur-induksi
mayoclinic.org/tests-procedures/labor-induction/basics/definition/prc-20019032?p=1
kemangmedicalcare.com/kmc-tips/tips-dewasa/4208-serba-serbi-induksi-persalinan.html
americanpregnancy.org/labor-and-birth/inducing-labor/ 
babycenter.com/0_inducing-labor_173.bc?showAll=true 
Diakses pada 13 Oktober 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Stimulasi

5 Asupan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

By: Alia An Dhiva 2017-02-12 22:22:59 (UTC)
Salah satu informasi kehamilan yang penting untuk Mam ketahui adalah seputar makanan yang baik untuk ibu hamil. Selama hamil, pastikan Mam mengonsumsi makanan yang bersih dan bergizi untuk menunjang pertumbuhan janin, ya.
 
Di saat yang sama, Mam juga perlu menghindari jenis makanan yang tidak bermanfaat bagi kehamilan atau bahkan dapat membahayakan pertumbuhan janin. Yuk, intip informasi kehamilan mengenai 5 jenis  makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi selama Mam hamil.

Baca Juga : 3 Cara Menghitung Usia Kehamilan 2 Sampai 7 bulan

Telur mentah

Tahukah, Mam? Ibu hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi telur mentah atau yang masih setengah matang. Makanan yang belum matang benar, termasuk telur, berpotensi mengandung Salmonella, bakteri pemicu gangguan atau infeksi pencernaan. Jadi, saat hendak mengonsumsi telur, pastikan telur sudah matang sempurna ya, Mam.

Jenis keju tertentu

Bagi Mam yang gemar makan keju, selama hamil perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan ini, ya. Sebab, ternyata tidak semua keju aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Jenis keju yang dimatangkan secara lunak, seperti brie, feta, camembert, ricotta, dan blue-veined, berisiko mengandung bakteri listeria (Listeria monocytogenes) dan dapat menyebabkan penyakit listeriosis. Dalam situs Kementerian Kesehatan RI, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. H. M. Subuh, MPPM, menjelaskan, ibu hamil yang terinfeksi listeria berisiko mengalami keguguran, bayi meninggal di dalam kandungan (still birth), atau infeksi listeriosis pada bayi baru lahir.

Susu yang tidak di-Pasteurisasi

Sama seperti keju lunak, susu yang tidak melalui proses Pasteurisasi berisiko mengandung bakteri listeria. Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan atau minuman dalam suhu tinggi untuk membunuh bakteri yang terdapat di dalamnya. Jadi, hindari susu segar yang belum matang atau produk-produk makanan maupun minuman yang menggunakan susu yang tidak di-Pasteurisasi sebagai salah satu bahannya ya, Mam, contohnya keju kambing.

Suplemen yang mengandung vitamin A

Vitamin A merupakan nutrisi yang terdapat pada banyak makanan, seperti daging merah, ikan, telur, produk olahan susu (dairy), serta pada buah dan sayuran. Selama hamil, Mam perlu menjaga agar asupan vitamin A tidak terlalu berlebihan untuk menghindari risiko bayi terlahir cacat. Hindari mengonsumsi suplemen kehamilan secara bebas ya, Mam. Pastikan Mam hanya mengonsumsi suplemen yang diresepkan oleh dokter kandungan.


Ikan yang mengandung merkuri

Sejumlah jenis ikan laut seperti todak, marlin, dan tuna, ternyata berpotensi mengandung merkuri lho, Mam. Merkuri adalah logam berbentuk cair yang berasal dari limbah industri dan biasanya dibuang ke laut. Bila masuk ke dalam tubuh ibu hamil, merkuri dapat mengganggu perkembangan sistem saraf janin. Batasi juga asupan ikan tuna, salmon, sarden, dan forel maksimal satu porsi setiap minggunya.

Calon Mam yang cerdas tentu rajin membaca berbagai informasi kehamilan. Carilah informasi kehamilan yang akurat dari sumber-sumber terpercaya ya, Mam. Untuk mengetahui informasi mengenai asupan lemak yang tepat semasa hamil, Mam bisa membacanya disini ya.

Sumber:

The Pregnancy Book by COI for the Department of Health, 2009 
eatforhealth.gov.au/sites/default/files/files/the_guidelines/n55h_healthy_eating_during_pregnancy.pdf
depkes.go.id/article/view/15012800001/mengenal-bakteri-listeria-monocytogenes.html
babycenter.com/0_vitamin-a-in-your-pregnancy-diet_675.bc?showAll=true
Diakses pada 13 Oktober 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top