Kesehatan

Inilah Alasan Ibu Hamil Perlu Melakukan USG Kehamilan

By: Alia An Dhiva 2016-10-18 20:50:21 (UTC)
Pemeriksaan kandungan menggunakan alat USG (ultrasonografi) umumnya dilakukan beberapa kali selama kehamilan. Penggunaan alat ini aman bagi janin, Mam, karena menggunakan gelombang suara ultrasound (frekuensi tinggi) melalui dinding rahim (transabdominal). Gema gelombang suara kemudian diterjemahkan komputer menjadi gambar pada layar yang menunjukkan gambaran dan pergerakan janin. Di lembaga kesehatan mana pun, pemeriksaan menggunakan USG kehamilan harus dilakukan oleh dokter kandungan.

Pemeriksaan kehamilan menggunakan alat USG sangatlah penting untuk memantau kondisi kesehatan janin. Menurut dokter spesialis kandungan dari Rumah Sakit Bunda, dr. Ivan R. Sini MD, FRANZCOG, GDRM, Sp.OG, pemeriksaan USG kehamilan perlu dilakukan minimal tiga kali, yakni pada awal kehamilan, pada usia kandungan 20 minggu, dan pada usia kandungan sekitar 30 minggu. Pemeriksaan pada awal kehamilan biasanya saat kandungan berusia antara 11-14 minggu. Dengan melakukan pemeriksaan USG kehamilan, dokter maupun Mam akan mendapatkan informasi penting berikut:
 
●       Mengetahui usia kehamilan
●       Mengetahui posisi janin
●       Mengukur besar janin
●       Mengetahui jumlah janin
●       Mendengar detak jantung janin
●       Mengetahui jenis kelamin janin
●       Mengetahui lokasi kehamilan
●       Mengetahui keadaan organ reproduksi janin
●       Mengecek pertambahan berat badan janin
●       Mendeteksi kelainan kehamilan, seperti kehamilan molar (hamil anggur) atau kehamilan kosong (blighted ovum)
●       Mendeteksi kelainan fisik atau cacat bawaan pada janin seperti kelainan jantung, Down syndrome, dan lain-lain
●       Mengetahui hari perkiraan lahir (HPL)
●       Mengetahui posisi plasenta
●       Mengukur cairan ketuban
●       Mengetahui penyebab perdarahan (jika terjadi)
 

Pemeriksaan menggunakan alat USG kehamilan telah mengalami banyak kemajuan, lho. Saat ini terdapat beberapa jenis alat USG, yaitu USG 2 Dimensi (2D), USG 3 Dimensi (3D), dan USG 4 Dimensi (4D). Apa sih, perbedaan ketiga USG tersebut?
 Inilah Alasan Ibu Hamil Perlu Melakukan USG Kehamilan
  • USG 2D: Memperlihatkan janin dari satu sisi saja (panjang x lebar) sehingga gambarnya cenderung samar meski pergerakan janin dapat terdeteksi dengan baik. Hasil USG 2D akan dicetak seperti foto, dan biasanya hanya dapat “dibaca” oleh dokter kandungan.
  • USG 3D: Memperlihatkan janin secara keseluruhan (panjang x lebar x tinggi). Kualitas dan ketajaman gambarnya lebih jelas dibandingkan USG 2D sehingga Mam dan Pap pun dapat melihat posisi janin. Hasil USG 3D dapat dicetak atau disimpan dalam bentuk CD.
  • USG 4D: Memperlihatkan janin secara keseluruhan dalam kondisi bergerak, layaknya sedang menggunakan kamera video.  Hasilnya dapat disimpan dalam CD berupa gambar bergerak.
 
Meski jenisnya berbeda-beda, namun kegunaan semua alat USG sama saja, kok, yakni untuk menunjukkan jenis kelamin janin secara akurat sehingga Mam dan Pap dapat segera menyiapkan perlengkapan dan nama untuk si Kecil. Yuk Mam, temukan tips memilih nama bayi yang tepat di laman ini. Jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan kandungan Mam secara teratur, ya.

Sumber:
health.liputan6.com/read/779316/idealnya-usg-kehamilan-tiga-kali-mengapa ayahbunda.co.id/kehamilan-gizi-kesehatan/periksa-usg-di-trimester-1l
myvmc.com/investigations/pregnancy-ultrasound-obstetric-ultrasound/
health.detik.com/read/2010/11/04/133324/1485661/764/apa-bedanya-pemeriksaan-usg-2d-3d-dan-4d
mitrakeluarga.com/bekasi/manfaat-pemeriksaan-usg-pada-kehamilan/
ayahbunda.co.id/kehamilan-gizi-kesehatan/usg-22c-3-dan-4-dimensi-makin-canggih
Buku What to Expect When You’re Expecting oleh Heidi Murkoff,, hal. 59-61
Diakses pada 9 September 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top