Kesehatan

Isi Tas Bersalin Bagi Mam yang Akan Operasi Caesar

By: Alia An Dhiva 2017-04-12 21:45:30 (UTC)
Posisi bayi yang sungsang dalam rahim, jalan lahir tertutup plasenta serta kehamilan kembar atau lebih adalah beberapa alasan yang membuat Mam harus menjalani persalinan melalui operasi Caesar. Dengan indikasi medis ini, dokter akan menjadwalkan tanggal persalinan Mam. Bila Mam sudah mengetahui akan dioperasi Caesar, persiapan sebelum melahirkan pun dapat dilakukan jauh-jauh hari, termasuk menyiapkan isi tas bersalin yang akan dibawa ke rumah sakit.
 
Berikut ini adalah sejumlah hal yang perlu Mam bawa ke rumah sakit jika menjalani persalinan Caesar:

  1. Perlengkapan mandi

    Rumah sakit bersalin biasanya menyediakan perlengkapan mandi seperti sabun, sampo dan sikat gigi untuk pasien. Namun, Mam tentu akan lebih nyaman menggunakan perlengkapan mandi sendiri. Jangan lupa membawa banyak pembalut berukuran cukup besar untuk mencegah darah nifas mengotori pakaian Mam.

  2. Baju ganti

    Rumah sakit bersalin juga umumnya menyediakan baju ganti berupa jubah tidur model kimono. Bila Mam merasa lebih nyaman memakai baju sendiri di rumah sakit, bawa beberapa baju tidur yang longgar dan mudah dikenakan. Siapkan baju ganti untuk 3-4 hari di rumah sakit.

  3. Bra menyusui dan breast pad

    Setelah si Kecil lahir, payudara Mam akan cenderung membengkak karena ASI mulai diproduksi. Bawalah bra menyusui yang dapat menopang payudara Mam dengan baik. Siapkan juga breast pad untuk menyerap ASI yang merembes keluar dari payudara.

  4. Celana dalam yang tidak ketat

    Siapkan celana dalam yang tidak ketat dan tidak menekan area perut tempat luka operasi caesar. Sebaiknya, bawa celana dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat dan nyaman digunakan.

  5. Bantal menyusui

    Pada beberapa hari pertama setelah operasi Caesar, nyeri di area luka sayatan operasi akan masih cukup terasa. Agar berat tubuh si Kecil tak langsung menekan luka operasi di perut Mam, gunakan bantal menyusui. Mam bisa membeli bantal menyusui sebagai persiapan sebelum melahirkan di toko perlengkapan bayi.

  6. Baju bayi selama di rumah sakit bersalin

    Bawa baju ganti untuk si Kecil untuk 3-4 hari di rumah sakit, bila Mam tidak ingin menggunakan baju bayi yang disediakan rumah sakit. Siapkan baju dengan bukaan atau kancing di depan untuk memudahkan mengganti popoknya.

  7. Baju bayi untuk pulang

    Selain baju ganti, siapkan juga baju si Kecil saat sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Siapkan kaus kaki dan topi untuk si Kecil bila bajunya tidak menutupi kaki dan kepalanya.

  8. Selimut bayi untuk pulang

    Selama di rumah sakit si Kecil tentu diberikan selimut oleh rumah sakit. Namun saat membawanya pulang, Mam dan Pap perlu membungkusnya dalam selimut sendiri.

  9. Kudapan kaya serat

    Setelah operasi Caesar mungkin Mam bisa mengalami masalah buang air besar. Bawa kudapan kaya serat seperti buah-buahan atau kacang-kacangan untuk meringankan masalah tersebut.

Selain menyiapkan isi tas bersalin, ini  sejumlah persiapan sebelum melahirkan yang bisa Mam lakukan agar lebih tenang menghadapi persalinan. Selamat menyambut kehadiran si Kecil, Mam.

 
Sumber:
  • verywell.com/hospital-bag-for-a-planned-cesarean-birth-2759905
  • babycenter.com/0_what-to-pack-for-the-hospital-when-youre-having-a-c-section_10316463.bc
  • betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/caesarean-section
Diakses pada 22 Desember 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Kesehatan

Mengapa Sulit Tidur?

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2018-01-03 23:21:57 (UTC)
Semakin tua usia kehamilan, tak jarang bagi Mam untuk mengalami beragam ketidaknyamanan, di antaranya adalah mulai merasa sulit tidur atau insomnia. Jangan bersedih, karena Mam tidak sendirian, kok. Menurut sebuah artikel yang dimuat di americanpregnancy.org, 78% wanita hamil mengalami insomnia. Kondisi ini memang biasanya akan mengganggu aktivitas Mam sehari-hari, namun ia sesungguhnya tidak dapat mengganggu masa kehamilan Mam.
 
Gangguan tidur pada wanita hamil bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mereka mencakup perasaan tidak nyaman karena bagian abdomen/perut yang semakin besar, rasa pegal dan nyeri pada punggung, serta heartburn atau sensasi panas yang terasa pada bagian dada. Perasaan gelisah atau cemas yang biasa dialami calon Mam, seringnya terbangun untuk buang air kecil, serta perubahan hormon juga turut mengakibatkan gangguan tidur pada wanita hamil.

Yang bisa Mam lakukan untuk mengurangi gangguan ini adalah:
  • Mempersiapkan diri agar lebih nyaman saat tidur, misalnya dengan mandi air hangat, minum teh kamomil yang punya efek relaksasi, mendengarkan musik bernada lembut, atau pijatan ringan pada bagian kaki.
  • Pastikan posisi bantal, guling, maupun kasur Mam tidak terlalu keras, atau terlalu empuk yang bisa menambah rasa pegal pada tubuh.
  • Lampu kamar yang temaram biasanya membantu agar tidur lebih nyaman. Mam juga bisa memasang aromaterapi lavender atau mengoleskan minyak esensial lavender, yang memiliki efek relaksasi.
  • Tenangkan diri dengan berdoa, bermeditasi, atau hanya berada dalam situasi yang hening. Dalam banyak kasus, stress juga bisa dapat mengganggu kualitas tidur.
  • Jauhkan diri dari suara-suara bising saat tidur. Matikan TV dan perangkat elektronik lainnya di kamar, yang bisa mengganggu konsentrasi Mam saat ingin beristirahat.
  • Bila kamar Mam menggunakan AC, atur suhunya agar tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu dingin juga menyebabkan Mam ingin buang air kecil makin sering.
 
Bila kondisi sulit tidur ini makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Mam untuk mendapatkan rekomendasi secara profesional.
 
Sumber:
  • https://www.babycenter.com/0_sleep-problem-insomnia-during-pregnancy_7521.bc
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/insomnia-during-pregnancy/
  • https://www.ayahbunda.co.id/kehamilan-tanya-jawab/ibu-hamil-sulit-tidur
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top