Info Nutrisi

Jaga Berat Badan di Masa Kehamilan

By: dr Tirsa Verani Sp OG 2017-10-31 00:45:26 (UTC)
Masa kehamilan seringkali disalahartikan sebagai masa “makan sepuasnya” atau “makan untuk berdua”. Padahal, calon Mam disarankan untuk tetap menjaga asupan nutrisi dan berat badan agar seimbang dan tidak naik berlebih demi lancarnya proses kehamilan dan persalinan. Sebenarnya, berapa kenaikan berat badan yang ideal untuk ibu hamil? 
 
Untuk mengetahui kenaikan berat badan yang ideal saat hamil, idealnya Mam terlebih dahulu mengukur BMI (Body Mass Index), yaitu ukuran yang digunakan untuk menilai proporsionalitas perbandingan antara tinggi dan berat seseorang. Rumusnya, adalah berat badan dibagi dengan tinggi badan (dalam satuan meter) kuadrat, atau disingkat dengan BMI=BB/TB2. Jangan khawatir Mam, agar lebih praktis, Mam bisa mengukur BMI dengan kalkulator khusus BMI yang dapat ditemukan di internet. 
 
Nah, Mam dapat digolongkan kelebihan berat badan jika BMI sebelum hamil ada di antara 25 hingga 29.9. Karenanya, Mam direkomendasikan untuk menambah berat badan sekitar 6-11 kg pada saat hamil. Sementara, jika BMI berada di atas angka 30, maka Mam tergolong sebagai penderita obesitas. Untuk kasus ini, maka Mam disarankan untuk menambah berat badan hanya sebesar 5-9 kg selama masa kehamilan. 
Bagaimana dengan mereka yang memiliki BMI yang tergolong normal? Para ibu hamil dengan berat normal idealnya menambah berat badan sebanyak 11-16 kg selama hamil.  Selain itu, setiap ibu hamil juga disarankan untuk rajin berkonsultasi dengan dokter kandungan, mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi dan higienis untuk kesehatan janin, serta menjaga pola makan selama hamil dengan cara: 
  • Hindari mengonsumsi makanan dengan “kalori kosong”. Tujuan calon Mam pada saat hamil bukanlah untuk menurunkan atau menyetop kenaikan berat badan, namun untuk memperlambat kenaikan berat badan pada angka yang tepat dan sehat. Makanan dengan kalori kosong, adalah makanan yang tinggi kalori, namun rendah kandungan nutrisi, misalnya berbagai jenis fast food, frozen food, makanan/minuman yang mengandung gula yang tinggi, minuman berkarbonat dan sebagainya. Untuk menghindari kalori kosong, cobalah memasak makanan sendiri dengan konsep ‘makanan rumahan’, atau membawa bekal sehat ke kantor.  
  • Cari makanan alternatif.Lakukan trik-trik sederhana dalam memilih jenis makanan, sehingga berat badan selama hamil terjaga, sekaligus memberikan nutrisi baik pada janin. Misalnya, membuat roti lapis dengan roti gandum dan bukan dengan roti tawar biasa, mengurangi makanan yang digoreng dan mengkonsumi rebusan atau yang dikukus, memilih frozen yoghurt dibandingkan es krim sebagai kudapan, mengonsumsi buah potong segar dibandingkan buah kering, dan sebagainya. 
  • Potong asupan lemak.Lemak bisa terdapat pada setiap jenis makanan mulai dari ayam goreng tepung dan biskuit mentega, hingga yang terlihat sehat seperti dressing salad. Hindari lemak jenuh yang tidak sehat, dan ganti dengan lemak baik atau lemak tak jenuh yang Mam bisa temukan di alpukat, kacang-kacangan, dan sebagainya. 
  • Rajin bergerak. Ibu hamil disarankan untuk tetap bergerak selama masa hamil, baik itu dengan berjalan pagi atau mengikuti yoga prenatal. Jenis latihan yang tepat dapat membantu Mam tetap berada pada berat badan yang ideal dan sehat pada masa kehamilan. Agar lebih mantap, Mam dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memilih jenis olahraga yang sesuai ya. 
 
Jangan lupa, selama masa kehamilan Mam sebaiknya selalu rajin kontrol kandungan ke dokter sehingga berat badan Mam dan bayi tetap terpantau dengan baik, serta banyak membaca informasi menarik seputar kehamilan dan pengasuhan si Kecil di sini. Selamat menjalani masa kehamilan! 
 
 
Referensi 
https://www.babycenter.com/0_overweight-and-pregnant-how-to-manage-weight-gain-during-pre_1313887.bc
http://www.webmd.com/baby/guide/healthy-weight-gain#1
http://www.everydayhealth.com/pregnancy/second-trimester/gaining-too-much-weight.aspx
http://www.indramuhtadi.com/bmi-calculator.html
(diakses pada 23 Mei 2017) 
Penulis
dr Tirsa Verani Sp OG

Dokter Tirsa Verani K. Oroh, Sp.OG lulus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran UI Jakarta. Aktif sebagai Controversies in Obstetrics, Gynecology dan Infertility

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top