Cara Mengasuh

Jeda Usia Tepat antara Satu Anak dan Lainnya

By: Annisa Steviani 2018-01-17 01:33:04 (UTC)
Mempersiapkan kehamilan anak kedua biasanya lebih sulit dibanding anak pertama. Ini karena ada sang kakak yang juga harus dipersiapkan menyambut kelahiran adik. Apa saja yang harus dipersiapkan untuk program hamil kedua dan berapa tahun jeda yang tepat untuk anak kedua?

Siapkan diri

Dalam kehamilan pertama, Mam hanya fokus pada perkembangan si calon bayi. Kini, selain memperhatikan kehamilan, ada kakak yang juga masih butuh perhatian.

Banyak wanita merasa bersalah karena ternyata tidak bisa memberikan perhatian maksimal kepada anak pertama karena kondisi fisik saat hamil tidak memungkinkan. Terutama jika anak pertama masih juga balita dan masih ingin selalu digendong. Ada kalanya anak pertama masih menyusui , tapi terpaksa dihentikan karena memicu kontraksi.

Karena itu, jeda tahun harus diperhitungkan dengan baik. Jika Mam ingin menyusui sampai dua tahun, jaga jarak kehamilan dan mulai program hamil setelah minimal dua tahun supaya anak pertama masih bisa menyusui tanpa terganggu kehamilan.


Berapa tahun jeda yang tepat untuk anak berikutnya?

Sebetulnya tidak ada aturan pasti tentang jeda antara satu kehamilan dengan kehamilan berikutnya. Secara fisik, Mam sudah siap dengan kehamilan berikutnya minimal 6 bulan hingga setahun setelah melahirkan anak pertama. Wanita yang sudah hamil lagi sebelum 6 bulan punya risiko bayi prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, stunting atau kurang gizi, hingga memengaruhi pertumbuhan

Memberi jeda sekitar 18 bulan setelah melahirkan anak pertama juga membuat tubuh Mam punya waktu cukup. Ini untuk mengembalikan energi serta nutrisi yang banyak hilang saat kehamilan sebelumnya. Mam juga punya lebih banyak waktu untuk menyiapkan fisik dan mental sebelum menambah anggota keluarga.

Meningkatkan kualitas kehidupan anak pertama dan kedua

Jeda kelahiran minimal 3 tahun menawarkan perbaikan kualitas hidup bagi kedua anak. Anak yang lebih tua telah cukup mendapatkan perhatian tak terbagi dari Mam. Hal ini sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan pada tiga tahun pertamanya. Di sisi lain, setelah jeda kurang lebih 3 tahun, Mam sudah memiliki cukup energi untuk mengatasi anak kedua. Anak kedua bisa disusui tanpa terganggu kebutuhan pertumbuhan anak pertama.

Jika merunut sistem pendidikan di Indonesia, jika anak berbeda tiga tahun, mereka akan masuk sekolah pada saat bersamaan. Selain harus mempersiapkan biaya pada saat yang sama, Mam juga harus bisa menemani kedua anak belajar untuk kelulusan pada saat bersamaan.

Selain itu, bila usia Mam sudah lewat 35 tahun, menunggu untuk memiliki anak lagi akan terkendala umur. Diskusikan dengan keluarga atau Pap dalam menentukan waktu yang tepat untuk anak berikutnya. 

Kondisi ekonomi

Keputusan untuk memberikan jeda tepat juga akan sangat membantu perencanaan keuangan. Ketika Mam memiliki si Kecil, pengeluaran keluarga akan membengkak, termasuk pengeluaran untuk kebutuhan medis, makanan, pakaian, dan pendidikan. Pendeknya, jarak antara anak pertama dan program hamil anak kedua akan sangat memengaruhi kondisi keuangan keluarga. Jeda kelahiran yang tepat bisa didapatkan lewat berbagai cara kontrol kehamilan seperti IUD, kondom, dan pil kontrasepsi.

Selamat membangun keluarga!

Sources:
babycentre.co.uk/x555984/what-age-gap-is-best-between-babies
babycentre.co.uk/a563447/sibling-age-gaps
https://www.starthealthystayhealthy.in/right-spacing-between-kids
Penulis
Annisa Steviani

Ibu satu anak yang rutin menulis kesehariannya, terutama suka duka menjadi ibu. Ia pernah bekerja sebagai jurnalis di media online terbesar di Indonesia (2011-2013) dan Social Media & Community Manager di sebuah edisi online surat kabar berbahasa Inggris (2013-sekarang). Selain berisi keseharian sebagai ibu, blognya juga berisi tentang lifestyle dan beauty.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top