Info Nutrisi

Kapan Memberikan Si Kecil Makanan Tambahan?

By: RAMONITA BARADJA 2016-11-17 02:30:15 (UTC)

Setelah enam bulan secara eksklusif Mam menyusui Si Kecil, tubuhnya semakin berisi dan pertumbuhannya membesar secara signifikan. Banyak yang menyarankan untuk segera memberi Si Kecil makanan sehat untuk anak selain ASI atau MPASI (Makanan Pendamping ASI). Kapan sebaiknya memberikan si Kecil makanan pendamping ini?  

 

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan Nasi


 

Tanda-tanda Si Kecil Dapat Diberi MPASI

 

  • Telah cukup umur. Begitu Si Kecil menginjak usia 6 bulan, perkembangan tubuhnya pun berubah. Salah satunya, saluran cernanya telah siap dan kemampuan oromotornya sudah meningkat sehingga dapat menggerakkan mulutnya selain untuk menghisap dan menelan. 
  • Kekuatan kepala. Bila Si Kecil sudah bisa menahan kepalanya dalam posisi tegak dan stabil itu artinya ia telah siap untuk menerima makanan tambahan.
  • Duduk dengan bersandar. Bisa duduk dengan baik dan tegak adalah hal yang penting untuk memulai MPASI. Hal ini dibutuhkan agar Si Kecil bisa menelan dengan benar.



 

Makanan Permulaan

 

Meskipun Si Kecil sudah bisa diberi makanan tambahan bukan berarti segala jenis makanan dapat langsung ia lahap. Mam tetap perlu memilah-milih makanan sehat untuk anak yang tepat untuk Si Kecil. Berikut beberapa makanan dan anjuran untuk permulaan MPASI:

 

 

  • Tepung beras. Tepung ini sangat baik untuk bahan awal MPASI karena risiko alergi pada Si Kecilnya sangat minim.
  • Dahulukan sayur daripada buah. Hal ini dilakukan agar Si Kecil tidak terbiasa dengan rasa manis dari buah yang akan membuatnya enggan makan sayur yang cenderung hambar. 
  • Hindari penggunaan garam dan gula, karena akan mempengaruhi fungsi ginjal Si Kecil yang belum berfungsi sempurna. Sebaiknya gunakan kaldu ayam atau sapi untuk menambah cita rasa makanan sehat.
  • Porsi sedikit. Untuk perkenalan makanan tambahan, Si Kecil cukup mengonsumsi 2-4 sendok saja. Porsi akan bertambah seiring bertambahnya usia Si Kecil.



 

Seiring pertambahan usia, perkembangan anak dan kebutuhan gizi serta energi yang dibutuhkan Si Kecil pun meningkat. Untuk itu penting sekali Mam untuk pintar-pintar memilih makanan sehat untuk anak dari jenis dan bahan makanan tambahan yang sehat dan tepat agar kepintarannya bersinar. Jika Si Kecil telah menunjukkan tanda bahwa ia siap untuk makanan tambahan, maka tidak ada alasan untuk menundanya. 

 
Penulis
RAMONITA BARADJA

Ramonita Baradja sudah aktif menulis selama kurang lebih 15 tahun. Sehari-hari selain menghabiskan waktu di depan laptop untuk menulis artikel dan materi publikasi, ibu berputra satu ini juga sedang belajar menggambar, karena bias meningkatkan mood positif dan membuat nya lebih kreatif. Saat libur adalah saat nya jalan-jalan atau menonton film bersama-bersama buah hatinya, Farrell (9 tahun).

Info Nutrisi

Siapkan Nutrisi yang Dukung Pintarnya si Kecil

By: DR Dr Rini Sekartini SpA K 2017-10-24 21:07:51 (UTC)
Mam dan Pap tentu ingin mempersiapkan yang terbaik untuk si Kecil; dari kebutuhan sandang, perencanaan pendidikan, juga kelengkapan asupan bernutrisinya setiap hari. Apa saja sih, ragam nutrisi yang membantu mendukung pintarnya si Kecil? Berikut penjelasannya.
 
Di usia pertumbuhannya, si Kecil membutuhkan berbagai jenis nutrisi yang tidak saja bermanfaat untuk tubuhnya, tetapi juga perkembangan otaknya. Layaknya spons yang memiliki kemampuan menyerap dengan cepat, otak anak-anak pun menyerap berbagai informasi yang ada di sekitarnya dengan cepat, dan itu membutuhkan energi yang mencukupi dan dukungan nutrisi yang tepat. Di antara berbagai nutrisi yang ada, yang terpenting untuk mendukung fungsi dan perkembangan otak adalah sebagai berikut:
  1. Telur

    Anak-anak biasanya tak sulit menyantap telur; dibuat omelet atau orak-arik yang gurih, telur rebus, atau dicampur ke dengan masakan seperti sup, si Kecil tentu menyukainya. Telur baik untuk pertumbuhan otak karena kaya protein, juga kaya kolin, yaitu zat yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan fungsi otak.  Per minggu, rata-rata 5 butir telur cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

  2. Sayuran hijau

    Sayuran berdaun dan berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kangkung, sawi, dan kale kaya akan folat dan vitamin, yang dibutuhkan oleh otak. Bila si Kecil tak menyukainya, siasati saja dengan menyelipkannya di dalam omelet atau sandwich gulung, atau olah dalam bentuk smoothie yang segar.

  3. Produk olahan susu, terutama yogurt

    Yogurt adalah sumber protein dan vitamin B yang baik, yang dapat membantu menjaga kondisi dan mendukung pertumbuhan jaringan otak. Yogurt juga baik untuk fungsi pencernaan karena mengandung probiotik. Bekukan yogurt di dalam lemari es, si Kecil pasti senang menyantapnya seperti es krim. 

  4. Ikan

    Ikan sejak lama dianggap sebagai “makanan super” untuk otak, karena merupakan sumber vitamin D dan asam lemak omega 3. Pilih ikan yang berkualitas baik, seperti salmon, sarden, atau tuna. Sebaiknya berikan ikan segar, bukan dalam bentuk olahan ya, Mam. Untuk memaksimalkan manfaatnya, sajikan 2-3 kali menu berbahan ikan setiap minggu untuk anak-anak. 

  5. Buah berry

    Antioksidan dapat menjaga tubuh dan otak dari pengaruh radikal bebas yang dapat merusak sel-sel. Nutrisi ini banyak terkandung di dalam buah beri-berian, seperti strawberry, blueberry, juga arbei (raspberry). Selain itu, buah jenis ini juga kaya vitamin C yang baik untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Tambahkan buah-buahan ini dalam smoothie, milkshake, atau sereal sarapan anak-anak dalam porsi wajar, yaitu sekitar 1 sendok makan. 

Berbeda dengan orang dewasa, mungkin anak-anak perlu beradaptasi dalam menyantap makanan-makanan ini, terutama sayuran hijau. Perkenalkan secara bertahap, sedikit demi sedikit, sampai si Kecil bisa benar-benar bisa menikmati aneka “brain food” yang dibutuhkannya. Pastikan juga rasa sajiannya enak ya, Mam, agar si Kecil makin mudah menikmatinya. 
 
Sumber:
http://www.momjunction.com/articles/foods-boost-kids-brain-power_0075739/#gref
http://www.whattoexpect.com/toddler-nutrition/brain-food-for-kids.aspx
http://www.parenting.com/blogs/mom-congress/melissa-taylor/brain-foods-kids-and-adults
Penulis
DR Dr Rini Sekartini SpA K

Dokter Spesialis Anak Konsultan alumni Fakultas Kedokteran UI Jakarta dan saat ini praktek sebagai Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top