Kebutuhan Nutrisi pada Anak: Faktor yang Harus Dipenuhi

By: Wyeth Nutrition 2015-10-08 17:00:00 (UTC)
Kebutuhan yang penting untuk anak adalah kalsium dan sumber terbaik bagi nutrisi ini berasal dari susu.

Berikut panduan penyajian untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil :

  
  • Buah dan Sayur


Pemberian buah kepada anak dilakukan sebanyak 2 porsi perhari. Jenis makanan ini dapat diberikan sebagai makanan ringan seperti apel atau wortel yang diiris. Mom juga dapat menambahkan sayuran di sup. 
 
  • Biji-bijian


Empat porsi dalam sehari. Dapat berupa pancake yang bahan utamanya berasal dari tepung gandum, sandwich dari roti gandum, makan malam menggunakan beras merah, dsb.
 
  • Susu


Sekitar satu liter susu perhari. Keju, yogurt, pudding susu dapat menjadi alternatif variasi makanan yang berasal dari susu.
 
  • Protein


Dua porsi dalam sehari. Usahakan si kecil untuk mencoba berbagai protein yang berasal dari ayam, telur, daging, kacang, dsb.
 
  • Vitamin dan mineral


Konsultasikan ke dokter anak untuk
 
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Stimulasi

Yuk, Pantau Sinergisme Akal, Fisik, dan Sosial Si Kecil

By: DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) 2018-11-08 01:08:34 (UTC)
Perjalanan tumbuh kembang anak sangat sulit untuk diramalkan hasil akhirnya. Seorang anak yang pada awalnya tidak menampakkan adanya faktor risiko untuk mengalami gangguan tumbuh kembang, akan tetapi ditengah perjalanan tumbuh kembangnya ternyata mengalami gangguan atau keterlambatan perkembangan. Atau sebaliknya, seorang anak yang semula menampakkan begitu banyak faktor risiko, ternyata dalam perjalanan tumbuh kembangnya dapat berkembang dengan baik dan normal.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sesungguhnya semua anak berisiko untuk mengalami gangguan tumbuh kembang. Untuk itulah dibutuhkan sebuah kegiatan deteksi dini melalui upaya pemantauan secara rutin dan kontinyu untuk dapat mendeteksi adanya gangguan tumbuh kembang secara dini. Keberhasilan penanganan gangguan atau keterlambatan tumbuh kembang anak sangat ditentukan sedini apa keterlambatan tumbuh kembang tersebut dapat terdeteksi. Semakin dini sebuah gangguan tumbuh kembang dapat ditemukan, maka semakin besar kemungkinan untuk dapat berhasil ditangani atau disembuhkan.

Agar sinergi Akal, Fisik, dan Sosial si Kecil berjalan optimal, ia perlu diberi stimulasi yang tepat. Memantau perkembangan Akal, Fisik, dan Sosialnya merupakan bagian penting dalam proses pemberian stimulasi lho, Mam. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengetahui apakah anak mempunyai kemampuan untuk memadukan semua aspek perkembangan dasar menjadi kepintaran bidang tertentu yang sesuai dengan tahapan usianya. Pemantauan hendaknya tidak hanya dilakukan untuk satu jenis kepintaran tertentu saja, tetapi harus dilakukan untuk ketiga jenis kepintaran tersebut secara komprehensif. Selain itu, pemantauan juga tidak hanya terfokus pada mampu atau tidaknya anak melakukan jenis kepintaran tertentu di usianya, tetapi juga hendaknya melakukan pemantauan seberapa besar sinergisme antar ketiga jenis kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial.

Memantau sinergisme Akal, Fisik, dan Sosial yang dilakukan secara rutin dibutuhkan untuk mengetahui perubahan kemampuan anak di setiap tahapan usianya. Hal tersebut sangatlah penting karena kepintaran di usia awal akan membentuk kepintaran di usia selanjutnya. Apabila terjadi gangguan pada satu jenis kepintaran tertentu di usia-usia awal, maka anak akan sangat terancam tidak mampu untuk menguasai banyak kemampuan di usia selanjutnya. Perkembangan otak anak terjadi sangat cepat pada usia dua tahun pertama, sehingga pemantauan sinergisme Akal, Fisik, dan Sosial hendaknya dilakukan secara intensif setiap bulan pada periode sejak lahir hingga usia 1 tahun, dan dilanjutkan 3 bulan sekali hingga anak mencapai usia 2 tahun. Kemudian, kegiatan pemantauan dianjurkan dilakukan secara rutin setiap 6 bulan sekali sampai dengan anak mencapai usia 6 tahun.

Memantau sinergisme Akal, Fisik, dan Sosial, dilakukan melalui pengamatan kemampuan anak selama kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini tidak boleh dilakukan dengan cara memaksa seperti “menguji secara sengaja” pada waktu tertentu saja. Melainkan dilakukan pada saat berinteraksi dengan anak di setiap waktu. Misalnya, pada waktu bermain, pada waktu memandikan anak, pada waktu memberi makan, dan sebagainya.

Akan lebih baik jika Mam bisa mendokumentasikan hasil pantauan kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial si Kecil dalam catatan rutin yang sewaktu-waktu dapat dibaca kembali oleh Mam. Catatan ini juga bisa berupa buku KIA, KMS, atau bentuk lain yang mudah diakses. Melalui catatan hasil pemantauan secara rutin, orangtua akan mendapatkan informasi yang sangat penting mengenai tidak hanya tentang perkembangan kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial anaknya saja tetapi juga berbagai strategi stimulasi yang dapat dikembangkan secara personal dan spesifik untuk si Kecil.

Selain itu, catatan rutin tersebut juga berguna untuk memberikan informasi kepada tenaga medis, dokter, atau dokter ahli tumbuh kembang, bila suatu saat orangtua mencurigai adanya keterlambatan perkembangan. Catatan rutin tentang perkembangan anak akan sangat membantu dokter ahli menganalisis faktor penyebab dan menentukan strategi penanganan yang terbaik, serta berbagai upaya mengoptimalkan perkembangan anak supaya terhindar dari adanya gangguan tumbuh kembang di masa depan.
Penulis
DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K)

Dokter Ahli Tumbuh Kembang Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top