Kesehatan

Kelahiran

By: Wyeth Nutrition 2016-09-26 23:47:51 (UTC)

Apa yang terjadi selama melahirkan ?

Tahap pertama melahirkan

Sebelum kelahiran berlangsung : Kontraksi Braxton Hicks
  • Ini adalah seperti latihan kontraksi untuk rahim Anda, ketika mengencangkan dan melemaskan
  • Anda mungkin mengalaminya selama beberapa minggu sebelum persalinan
Sebelum Kelahiran atau saat kelahiran berlangsung : Your ‘show’
  • Lapisan lendir yang menutup leher rahim Anda selama kehamilan menghilang
  • Sedikit campuran lendir dan darah berwarna merah muda
  • Hal ini dapat terjadi di mana saja sampai dua minggu sebelum persalinan dimulai, jadi jangan khawatir

Tanda tanda kelahiran palsu
  • Kontraksi tidak teratur. Mungkin terjadi setiap 3 menit, tapi kemudian setiap 10 menit
  • Kontraksi tidak mendapatkan kuat dari waktu ke waktu
  • Hilang ketika anda bergerak
  • Tidak disertai dengan peningkatan lendir atau menunjukkan berlumuran darah
Tanda Kelahiran
  • Kontraksi memiliki pola yang teratur - misalnya setiap 10 menit
  • Bisa semakin kuat
  • Tidak nyaman ketika Anda bergerak di sekitar
  • Mungkin disertai dengan pecah air ketuban
  • Pemeriksaan vagina menunjukkan serviks Anda mulai membesar
Kontraksi di mulai
  • Kontraksi adalah pengencangan otot rahim. Anda bisa merasakannya di depan atau belakang
  • Biasanya mulai perlahan-lahan dan merasa seperti periode yang tidak nyaman  
  • Terasa lebih kuat dari kontraksi Braxton Hicks dan teratur dan menyakitkan
  • Membantu melunakkan leher rahim, yang secara bertahap membuka
  • Ini tahap pertama persalinan, bisa berlangsung lama,  terutama jika ini merupakan bayi pertama Anda
  • Awalnya kontraksi akan lebih dari 5 menit. Seiring dengan berjalankan proses kelahiran yang akan berlangsung jarak kontraksi akan semakin dekat.
Pecah Air Ketuban
  • Kantung ketuban yang mengelilingi bayi Anda pecah
  • Mungkin tiba-tiba air menyembur keluar dalam waktu. Atau mungkin hanya berupa tetesan yang sangat lambat selama persalinan
  • Hal ini dapat terjadi sebelum atau setelah kontraksi
  • Hubungi rumah sakit Anda jika Anda tidak mengalami kontraks
Kapan harus ke rumah sakit ?
  • Telepon rumah sakit atau unit bersalin dan menjelaskan gejala-gejala Anda
  • Mereka akan membantu Anda memutuskan kapan Anda perlu datang di
  • Jika Anda memiliki melahirkan di rumah, memanggil bidan Anda
  • Jika Anda mengalami salah satu berikut ini, hubungi rumah sakit segera:
  • jika mengalami pendarahan
  • Pecah ketuban
  • Merasa sakit
  • Tidak merasakan gerakan bayi sebanyak biasanya
Proses Kelahiran Melambat
  • Jika persalinan melambat, tim bersalin Anda mungkin menyarankan unutk memecahkan ketuban anda
  • Hal ini terkadang membantu mempercepat prose kelahiran
  • Jika tidak bekerja, Anda mungkin akan ditawari hormon yang disebut syntocinon, unutk mempercepat kelahiran  
Pantau detak jantung bayi
  • Bidan anda akan memantau detak jantung bayi anda, sepanjang proses kelahiran
  • Mereka mungkin menggunakan monitor genggam. Atau satu yang diikatkan ke perut Anda
  • Jika itu diikatkan ke perut Anda, itu juga akan memantau kontraks
Tahap kedua Kelahiran
  • Ini adalah tahap ketika bayi Anda lahir.
  • Hal ini dimulai ketika leher rahim membesar sepenuhnya sampai 10 cm
  • Anda sekarang akan merasa ingin mendorong
  • Tubuh Anda mungkin akan melakukan ini secara alami. Tapi jangan khawatir jika hal ini tidak terjadi: bidan Anda akan memandu Anda
  • Jika ini bayi pertama Anda, ini bagian dari persalinan dapat berlangsung satu jam atau lebih. Jika kedua atau lebih, mungkin jauh lebih pendek
Perobekan dan Episiotomy
  • Ketika bayi keluar, hal itu mungkin merobek perineum (daerah antara vagina dan anus Anda)
  • Untuk meminimalkan robek, bidan akan membimbing Anda karena kepala bayi akan keluar dan meminta Anda untuk bernapas, bukan mendorong
  • Episiotomi hanya akan dilakukan jika diperlukan
  • Ini adalah di mana mereka anesthetise dan memotong kulit untuk membuat pembukaan yang lebih besar
  • Itu dijahit setelah melahirkan
Forceps and Ventouse (Alat bantu kelahiran)
  • Kadang-kadang bayi perlu bantuan keluar, misalnya jika mereka berada dalam posisi yang canggung atau Anda kelelahan. Dalam hal ini, dokter mungkin menggunakan :
  • Forceps. Ini ditempatkan di kedua sisi kepala bayi. Dokter dengan hati hati akan menarik  kepala bayi ketika Anda mendorong, untuk membantu bayi keluar
  • A ventouse. Hal ini melekat pada kepala bayi , dengan cara di hisap. Dokter dengan hati hati menarik ketika Anda mendorong untuk membantu bayi keluar
  • Episiotomy biasanya diperlukan jika forceps atau ventouse digunakan
  • Jangan khawatir jika ini meninggalkan tanda merah di kepala bayi Anda. Hal ini biasa terjadi dan tidak akan berlangsung lama.
Pembedahan Darurat
  • Jika ada masalah dan bayi harus segera dikeluarkan, Anda akan disarankan untuk melahirkan dengan proses pembedahan (caesar)
Tahap ke tiga kelahiran
  • Ini termasuk pengeluaran plasenta (ari-ari).
  • Anda akan mengalami kontraksi lagi sebagai proses menyusut rahim Anda, dan dapat memakan waktu hingga satu jam. Hal ini seharusnya tidak menyakitkan.

Going with the flow

Adjusting to events as they unfold.
  • Setiap calon Ibu punya keinginan sediri tentang bagaimana proses kelahiran yang di inginkan
  • Ketika kelahiran terjadi, hal yang bisa anda lakukan adalah menyesuaikan diri. Bicarakan rencana kelahiran yang anda inginkan dengan bidan atau dokter anda.
  • Sebagai contoh, mungkin anda ingin melahirkan dengan proses normal dengan sedikit mungkin tindakan medis, namun terkadang Anda harus cukup kuat menahan rasa sakitnya.
  • Adalah penting untuk menanyakan ke pasangan Anda unutk mengingatkan rencana kelahiran yang anda sudah buat. It’s important to ask your partner to remind you of your birth plan. Tapi juga untuk mendukung Anda dalam apa pun keputusan yang Anda butuhkan untuk membuat pada saat itu
  • Dengarkan saran bidan atau dokter anda, mereka akan memandu untuk memenuhi apa yang anda ingingkan.
  • Informasi
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Kesehatan

Keluar Flek Cokelat saat Hamil Muda? Begini Cara Tepat Penanganannya

By: Wyeth Nutrition 2019-05-13 23:55:43 (UTC)
Masa kehamilan tentu menjadi salah satu masa membahagiakan bagi Mam dan Pap. Meski dipenuhi suka dan duka, bayang-bayang akan segera hadirnya si Kecil tentunya membuat bahagia.

Apa yang terjadi jika Mam mengalami flek saat trimester pertama? Tentu ada timbul rasa cemas dalam benak Mam dan Pap. Khawatir flek cokelat yang keluar saat hamil muda adalah tanda-tanda keguguran.
 

Flek Cokelat saat Hamil Muda

Cemas saat mendapati flek cokelat saat hamil muda adalah hal wajar, Mam. Kendati demikian, sebaiknya Mam tetap berusaha tenang. Usahakan jangan panik demi kebaikan si Kecil. Langsung menghubungi dokter kandungan adalah langkah yang baik. Namun, ternyata tidak semua flek merupakan tanda bahaya pada kehamilan loh, Mam. ada baiknya Mam dan Pap juga mengetahui apa saja penyebab terjadinya flek cokelat saat hamil muda.
 

Penyebab Flek Cokelat Saat Hamil

Ada berbagai penyebab keluarnya flek cokelat saat hamil yang sebaiknya Mam dan Pap ketahui. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Berhubungan Intim
Saat hamil, volume darah dalam tubuh Mam meningkat. Ketika Mam dan Pap melakukan hubungan intim, terjadi penekanan pada serviks. Risiko adalah akan terjadi iritasi dan akhirnya timbul flek cokelat.

Sebetulnya iritasi tidak hanya terjadi saat berhubungan intim saja. Saat dilakukan pemeriksaan rutin atau terjadi infeksi juga bisa menyebabkan timbulnya flek cokelat. Itu karena kondisi serviks saat hamil lebih lembut dan sensitif sehingga ketika terjadi iritasi akan mudah mengeluarkan darah.

2. Proses Implantasi
Flek yang dialami Mam juga bisa menandakan sedang terjadi proses implantasi. Itu artinya embrio yang sudah dibuahi sedang menempel di leher rahim Mam. Proses implantasi menjadi sangat penting untuk tahap berikutnya. Bila proses ini tidak terjadi dengan baik akan berisiko terhadap perkembangan janin.

Saat terjadi proses implantasi, Mam mungkin akan mengalami flek atau merasa sedikit kram. Ini sebetulnya hal yang normal pada proses ini. Flek yang keluar pun bisa memiliki tiga warna yang berbeda, bisa berupa bercak berwarna merah, cokelat, bahkan hitam.

Flek warna hitam memang lebih jarang ditemui. Namun, ini bisa saja terjadi karena pengaruh alat KB atau kondisi rahim. Semuanya ini normal Mam, selama tidak terjadi pendarahan dalam jumlah banyak. Ketika bercak berwarna hitam, pastikan juga darah yang keluar bukan berupa gumpalan.

3. Hamil Ektopik
Bila proses Implantasi tidak terjadi sempurna, hamil ektopik bisa saja terjadi. Embrio yang sudah dibuahi seharusnya menempel pada dinding rahim. Namun, karena ada masalah tertentu, embrio malah tetap menetap di tuba falopi atau organ lain. Karena itu, hamil ektopik juga sering disebut dengan istilah hamil di luar kandungan.

Sebaiknya Mam segera memeriksakan kondisi ini ke dokter kandungan untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Kehamilan ektopik memang membutuhkan penanganan darurat. Bila tidak segera ditangani, bisa mengakibatkan terjadinya komplikasi lain yang lebih berat.

4. Hamil Anggur
Hamil anggur atau hamil molar adalah proses kehamilan yang gagal. Mam akan merasakan ciri-ciri seperti hamil, tetapi sebenarnya tidak ada janin yang terbentuk. Itu karena tumbuhnya jaringan abnormal saat pembuahan. Mam yang mengalami hamil anggur juga harus segera ditangani. Bila tidak, kondisi ini dapat berisiko berkembangnya menjadi sel kanker.

5. Polip Serviks
Meningkatnya kadar estrogen saat hamil juga bisa menimbulkan polip serviks. Umumnya Mam tidak perlu khawatir bila mengalami polip serviks. Bila tidak ada indikasi lain yang mengkhawatirkan, polip bisa hilang dengan sendirinya saat melahirkan.

Jika Mam memiliki gejala polip serviks, sebaiknya memang mulai mengurangi beberapa aktivitas yang mengakibatkan gesekan terhadap polip. Salah satu aktivitas yang sebaiknya dikurangi adalah berhubungan intim. Ini karena tekanan pada serviks serta kondisinya yang sensitif akan memicu keluarnya pendarahan.

6. Kelainan Plasenta
Plasenta memiliki peran penting selama masa kehamilan. Plasenta menjadi penghubung antara Mam dan si Kecil yang berada dalam kandungan. Nutrisi yang dikonsumsi Mam akan disalurkan melalui plasenta kepada si Kecil. Begitu juga dengan oksigen.

Plasenta yang normal seharusnya menempel di bagian atas dinding rahim. Namun, dalam beberapa kasus ada kelainan plasenta yang menutupi jalan lahir (plasenta previa). Kelainan ini bisa diketahui melalui pemeriksaan fisik dan USG oleh bidan atau dokter kandungan.

Bila Mam mengalami plasenta previa, dokter akan memberikan beberapa larangan seperti tidak melakukan aktivitas berat atau berhubungan intim untuk menghindari pendarahan. Dalam kasus yang parah, kondisi ini juga bisa mengharuskan bed rest. Biasanya ibu hamil yang mengalami plasenta previa disarankan untuk melahirkan dengan cara operasi Caesar.

7. Keguguran
Pada kehamilan muda, biasanya keguguran terjadi karena janin tidak bertumbuh kembang dengan semestinya. Ini mungkin karena fungsi plasenta yang tidak berjalan baik atau terjadi masalah pada kromosom si Kecil.
 

Langkah Penanganan saat Keluar Flek Cokelat


1. Berusaha Tetap Tenang
Keluar flek memang bisa membuat cemas. Apalagi, bagi Mam yang baru pertama kali hamil atau memiliki riwayat kehamilan berisiko. Ketika flek muncul, tetaplah berusaha tenang. Pap bisa ikut andil agar Mam tidak menjadi panik. Ini karena keluarnya flek cokelat saat hamil muda tidak selalu menjadi pertanda adanya sesuatu yang berbahaya.

Flek cokelat di awal kehamilan banyak dialami ibu hamil. Membedakan apakah flek tersebut normal atau abnormal bisa dilihat dari warna darah yang keluar. Flek yang abnormal biasanya berwarna merah segar. Volume flek normal juga biasanya hanya sedikit.

Kebalikannya, flek abnormal akan keluar dalam volume yang banyak. Meski keluar sedikit, tetapi terus-menerus juga harus mulai diwaspadai. Flek yang abnormal juga akan diikuti gejala lain misalnya kram pada bagian perut. Bila hal ini terjadi, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

2. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Ketika Mam mulai merasakan gejala kehamilan, bisa juga dari hasil tes kehamilan, saatnya melakukan pemeriksaan rutin. Bidan atau dokter akan memantau kesehatan Mam selama masa kehamilan.

Melakukan pemeriksaan rutin bisa membantu Mam dan Pap mengetahui tahapan perkembangan janin serta kesehatan kehamilan Mam.

3. Banyak Istirahat dan Hindari Aktivitas Berat
Saat sedang hamil, Mam akan lebih mudah lelah. Dalam keadaan hamil yang sehat pun sebaiknya Mam mengurangi aktivitas berat. Bila sampai harus bed rest, Mam harus mematuhinya demi kebaikan Mam dan si Kecil dalam kandungan.

4. Hindari Stres
Sebetulnya stres tidak berisiko menyebabkan keguguran. Namun, jika Mam mengalami stres artinya ada gangguan psikologis. Gangguan ini akan dikhawatirkan membuat kondisi Mam terganggu, misalnya jadi kurang beristirahat atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Ini juga bisa berakibat mengganggu tumbuh kembang si Kecil dan kemudian keluar flek.

Setelah mengetahui penyebab dan penanganan keluarnya flek cokelat, Mam dan Pap kini lebih tenang menjalani kehamilan, kan? Perhatikan juga konsumsi makanan ya, Mam. Hamil bukan berarti porsi makan menjadi dobel. Namun, tetap mengacu pada pola makan gizi seimbang agar selama kehamilan Mam tetap sehat dan si Kecil bisa tumbuh dengan baik.
 
Source:
webmd.com/baby/guide/bleeding-during-pregnancy#1
babycentre.co.uk/a3081/vaginal-spotting-or-bleeding-in-early-pregnancy
medicinenet.com/pregnancy_bleeding_during_the_first_trimester/article.htm#what_are_other_common_causes_of_bleeding_during_the_first_trimester_of_pregnancy
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top