Stimulasi

Kenali 6 Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur

By: Alia An Dhiva 2017-02-12 22:06:25 (UTC)
Normalnya, janin “matang” pada usia kehamilan 37-40 minggu. Bayi yang terlahir pada usia di bawah 37 minggu dianggap prematur. Kelahiran secara prematur menyebabkan bayi rentan terhadap sejumlah masalah kesehatan karena sistem organ di tubuhnya belum matang sempurna. Bayi yang terlahir prematur juga biasanya memiliki berat badan kurang, yakni di bawah 2.500 gram.
 
Bukan hanya itu, bayi yang terlahir prematur juga tidak bisa langsung dibawa pulang dan harus menjalani masa inap selama beberapa hari di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk diobservasi. Terkadang, jika kondisi bayi masih terlalu lemah, ia pun harus menginap di NICU selama beberapa minggu. Yuk, Mam, ketahui berbagai faktor risiko bayi terlahir prematur.

Gaya hidup tidak sehat
Tahukah, Mam? Pola hidup ibu hamil memiliki pengaruh sangat besar terhadap pertumbuhan janinnya. Ibu yang menjalani gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, berisiko melahirkan secara prematur. Bahkan, Mam yang tidak merokok tetapi terekspos pada asap rokok atau menjadi perokok pasif, juga memiliki risiko untuk melahirkan bayinya lebih cepat dari hari perkiraan lahirnya.

Pernah melahirkan secara prematur
Menurut penjelasan dari dr. Esther H. Situmeang, SpA, ibu yang memiliki riwayat melahirkan secara prematur memiliki risiko yang sama pada kehamilan selanjutnya. Risiko melahirkan secara prematur juga tinggi pada Mam yang pernah keguguran atau yang pernah melakukan aborsi.

Timbul komplikasi
Timbulnya komplikasi pada kehamilan, seperti diabetes gestasional, preeklampsia, dan plasenta previa, semakin meningkatkan risiko bayi terlahir prematur. Cek lagi informasi kehamilan seputar ketiga komplikasi tersebut disini ya, Mam.


Mengandung bayi kembar
Kehamilan dengan bayi kembar memang memiliki risiko lebih tinggi ketimbang kehamilan biasa. Selain berisiko terhadap sejumlah komplikasi, kehamilan bayi kembar juga lebih rentan terhadap kelahiran prematur. Jika saat ini Mam tengah mengandung bayi kembar, cari tahu hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat mengandung bayi kembar di laman ini ya, Mam.

Faktor usia
Hamil dan melahirkan pada usia kurang dari 17 tahun atau di atas 35 tahun merupakan salah satu kondisi yang memperbesar risiko kelahiran prematur. Berdasarkan berbagai sumber informasi kehamilan, organ-organ reproduksi calon ibu yang berusia sangat muda belum matang sempurna. Sementara, Mam yang berusia di atas 35 tahun cenderung memiliki masalah kesehatan lain seperti diabetes atau hipertensi, yang tentunya meninggikan risiko timbulnya komplikasi pada kehamilan.

Kondisi janin
Selain faktor yang terkait dengan kondisi Mam, menurut dokter Esther, kelahiran prematur juga bisa dipicu oleh  kondisi janin yang tidak normal. Misalnya, pertumbuhan janin tidak berjalan dengan normal, muncul infeksi di dalam kandungan, serta janin terlilit tali pusat sehingga pertumbuhannya terhambat.

Semoga informasi kehamilan seputar kelahiran bayi prematur ini bermanfaat ya, Mam.


Sumber:
whattoexpect.com/pregnancy/preterm-labor/
health.kompas.com/read/2014/09/14/150242523/Apa.Saja.Penyebab.Bayi.Lahir.Prematur. 
tabloid-nakita.com/Kehamilan/Mencegah-Kelahiran-Prematur
Diakses pada 13 Oktober 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Stimulasi

5 Asupan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

By: Alia An Dhiva 2017-02-12 22:22:59 (UTC)
Salah satu informasi kehamilan yang penting untuk Mam ketahui adalah seputar makanan yang baik untuk ibu hamil. Selama hamil, pastikan Mam mengonsumsi makanan yang bersih dan bergizi untuk menunjang pertumbuhan janin, ya.
 
Di saat yang sama, Mam juga perlu menghindari jenis makanan yang tidak bermanfaat bagi kehamilan atau bahkan dapat membahayakan pertumbuhan janin. Yuk, intip informasi kehamilan mengenai 5 jenis  makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi selama Mam hamil.

Baca Juga : 3 Cara Menghitung Usia Kehamilan 2 Sampai 7 bulan

Telur mentah

Tahukah, Mam? Ibu hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi telur mentah atau yang masih setengah matang. Makanan yang belum matang benar, termasuk telur, berpotensi mengandung Salmonella, bakteri pemicu gangguan atau infeksi pencernaan. Jadi, saat hendak mengonsumsi telur, pastikan telur sudah matang sempurna ya, Mam.

Jenis keju tertentu

Bagi Mam yang gemar makan keju, selama hamil perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan ini, ya. Sebab, ternyata tidak semua keju aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Jenis keju yang dimatangkan secara lunak, seperti brie, feta, camembert, ricotta, dan blue-veined, berisiko mengandung bakteri listeria (Listeria monocytogenes) dan dapat menyebabkan penyakit listeriosis. Dalam situs Kementerian Kesehatan RI, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. H. M. Subuh, MPPM, menjelaskan, ibu hamil yang terinfeksi listeria berisiko mengalami keguguran, bayi meninggal di dalam kandungan (still birth), atau infeksi listeriosis pada bayi baru lahir.

Susu yang tidak di-Pasteurisasi

Sama seperti keju lunak, susu yang tidak melalui proses Pasteurisasi berisiko mengandung bakteri listeria. Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan atau minuman dalam suhu tinggi untuk membunuh bakteri yang terdapat di dalamnya. Jadi, hindari susu segar yang belum matang atau produk-produk makanan maupun minuman yang menggunakan susu yang tidak di-Pasteurisasi sebagai salah satu bahannya ya, Mam, contohnya keju kambing.

Suplemen yang mengandung vitamin A

Vitamin A merupakan nutrisi yang terdapat pada banyak makanan, seperti daging merah, ikan, telur, produk olahan susu (dairy), serta pada buah dan sayuran. Selama hamil, Mam perlu menjaga agar asupan vitamin A tidak terlalu berlebihan untuk menghindari risiko bayi terlahir cacat. Hindari mengonsumsi suplemen kehamilan secara bebas ya, Mam. Pastikan Mam hanya mengonsumsi suplemen yang diresepkan oleh dokter kandungan.


Ikan yang mengandung merkuri

Sejumlah jenis ikan laut seperti todak, marlin, dan tuna, ternyata berpotensi mengandung merkuri lho, Mam. Merkuri adalah logam berbentuk cair yang berasal dari limbah industri dan biasanya dibuang ke laut. Bila masuk ke dalam tubuh ibu hamil, merkuri dapat mengganggu perkembangan sistem saraf janin. Batasi juga asupan ikan tuna, salmon, sarden, dan forel maksimal satu porsi setiap minggunya.

Calon Mam yang cerdas tentu rajin membaca berbagai informasi kehamilan. Carilah informasi kehamilan yang akurat dari sumber-sumber terpercaya ya, Mam. Untuk mengetahui informasi mengenai asupan lemak yang tepat semasa hamil, Mam bisa membacanya disini ya.

Sumber:

The Pregnancy Book by COI for the Department of Health, 2009 
eatforhealth.gov.au/sites/default/files/files/the_guidelines/n55h_healthy_eating_during_pregnancy.pdf
depkes.go.id/article/view/15012800001/mengenal-bakteri-listeria-monocytogenes.html
babycenter.com/0_vitamin-a-in-your-pregnancy-diet_675.bc?showAll=true
Diakses pada 13 Oktober 2016
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top