Cara Mengasuh

Lagu dan Permainan Seru bersama Pap untuk Sinergi AFS Si Kecil

By: Suria Riza 2018-01-03 00:17:52 (UTC)
Pada era serba teknologi ini, mau tidak mau kita sebagai orang tua harus mengikuti perkembangan zaman. Ini juga termasuk memilih lagu dan permainan anak yang kekinian, tapi tetap bisa menstimulasi AFS[1]  (akal, fisik, dan sosial) anak.

Luangkan waktu sejenak untuk bermain bersama si Kecil setiap hari. Jangan sampai Mam dan Pap melewatkan periode emas si Kecil yang begitu berharga. Meski demikian, masih banyak pilihan aktivitas yang melibatkan lagu dan permainan anak untuk Mam dan Pap bonding dengan si Kecil.


Permainan Anak untuk Pap Bersama si Kecil

Bermain rumah-rumahan

Ini permainan sepanjang masa yang si Kecil sukai. Pap bisa membuat tenda dari seprei atau tenda mainan anak. Si Kecil akan bermain peran seperti mengetuk pintu dan membuatkan minuman untuk Pap yang datang bertamu. Tidur-tiduran santai dalam tenda sambil bersenda gurau juga terasa bisa menyenangkan bagi si Kecil, loh!

Sepertinya asyik juga ya, kalau Pap membacakan cerita untuk si Kecil sambil main rumah-rumahan? Ide bagus, kan? Oh iya, buat Pap yang punya anak perempuan, siap-siap didandani dalam rumah-rumahan, ya. Pasti seru!

Bermain di sekitar rumah

Untuk menstimulasi motorik kasarnya, Pap bisa mengajari si kecil bersepeda atau bermain bola basket. Tidak perlu jauh-jauh, cukup sekitaran rumah selama setengah jam sangat lebih dari cukup. Pap dan si Kecil jadi tambah sehat bersama.


Membuat mainan bersama si Kecil

Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan berprakarya sendiri. Si Kecil pasti bangga dengan hasil karyanya. Pap dan si Kecil bisa saling bantu membuat mainan. Pap dan si Kecil bisa membuat busy board, slime, flash card, rumah kardus, dan sebagainya. Apalagi, kalau karya si Kecil dipajang di kamarnya, ia pasti senang sekali.

Jika ingin membuat slime, Pap dan si Kecil bisa menonton bersama cara membuatnya dan berdiskusi. Izinkan si Kecil mengaduk bahan dan jangan takut kotor ya, Pap! Kerja tim sangat dibutuhkan di sini. Kegiatan ini juga akan menstimulasi kreativitas si Kecil. Berikan penghargaan saat si Kecil sudah selesai membuatnya.

Tips: Saya seringnya membuat wayang-wayangan, misalnya bentuk pohon, orang-orangan, hewan, dan tumbuhan. Si Kecil bisa membantu saya memotong dan mewarnai wayang-wayangannya. Setelah itu, saya bercerita menggunakan wayang yang sudah kami buat. Si Kecil sangat suka dan selalu minta cerita lain lagi.

Petak umpet

Entah kenapa, permainan anak yang ini sangat disukai mulai dari kecil sampai dewasa. Coba deh, saat si Kecil masih bayi, pasti suka sekali dengan cilukba. Nah, kalau anak sudah balita, bisa coba permainan petak umpet. Pap sembunyi dan si Kecil mencari tempat persembunyian Pap. Seru loh! Kalau sudah bisa berhitung, minta si Kecil berhitung sampai sepuluh sambil Pap bersembunyi.

Menggambar dan mewarnai

Ajak si Kecil membuat gambar sederhana menggunakan pensil. Seperti lingkaran, persegi, segitiga, bintang, dan hati. Ajari si Kecil untuk mewarnai gambar tanpa keluar garis tepi. Ini sangat baik untuk melatih motorik[3]  halusnya. Jangan kaget kalau nanti si Kecil mulai corat-coret tembok, ya! Hal ini akan terus berulang sampai si Kecil masuk SD, loh. Tembok penuh coretan tidak apa-apa Pap, yang penting anak bisa mulai berkreasi.

Tips: Saya sering bermain dengan warna menggunakan pewarna makanan. Selain mengajarkan si Kecil mengenal berbagai macam warna, ia juga belajar tekstur benda. Cukup campurkan tepung (bisa beras juga) dan pewarna makanan. Sesuaikan teksturnya, cair atau kental, dengan air. Lalu beri media kertas untuk dilukis si Kecil.


Gunakan Musik untuk Aktivitas Bersama si Kecil

Stimulasi saat bermain dan belajar

Saat bermain dengan si Kecil atau menemaninya belajar, Pap bisa memasang musik berirama lembut. Misalnya, saat ia sedang belajar mengenal tata surya atau hewan lewat gambar, musik akan menstimulasi otak si Kecil untuk berimajinasi. Musik juga bisa membantu si Kecil mengingat dan memahami pelajaran.

Belajar kosakata baru dengan musik

Ada banyak lagu anak yang bisa digunakan si Kecil untuk belajar banyak kosakata baru. Pap bisa mengajak si Kecil menyanyikan lagu bersama-sama, khususnya untuk sesuatu yang harus dihafal, seperti nama hari atau anggota tubuh. Metode ini akan menajamkan daya ingat si Kecil dan memudahkannya mengingat di kemudian hari.


Pap juga bisa mencari inspirasi membuat permainan anak sendiri. Pap dapat membuat flash card, playdough, atau slime. Pap dan si Kecil bisa sama-sama senang. Tidak butuh waktu lama kok, membuat permainan anak yang seru setiap hari. Selamat mencoba ide-ide permainan anak ini, Pap! Selamat bermain.
 
Source:
health.detik.com/read/2017/04/18/134521/3477443/1625/sudah-tepatkah-cara-mendukung-si-kecil-supaya-pintar
parentingclub.co.id/smart-strength-finder/21-days-smart-stimulations
parentingclub.co.id/smart-stories/80-otak-terbentuk-di-2-tahun-pertama-si-kecil
awalsehat.nestle.co.id/manfaat-musik-untuk-daya-ingat
starthealthystayhealthy.in/toddler-toys-games
starthealthystayhealthy.in/top-baby-toys-children
Penulis
Suria Riza

Seorang ibu rumah tangga dengan dua anak yang juga cancer survivor Echa juga seorang pencinta kucing. Ia menuangkan cerita kesehariannya seputar tumbuh kembang sang buah hati perjuangannya melawan kanker hobinya akan make up sampai kecintaannya terhadap si kucing. Blognya bahkan pernah mendapat penghargaan sebagai blog terbaik kategori family and parenting pada Hari Blogger Nasional 2015.

Cara Mengasuh

Anak Susah Makan, Perlukah Vitamin Penambah Nafsu Makan?

By: Wyeth Nutrition 2019-05-14 00:57:22 (UTC)
Si Kecil Susah Makan, Perlukah Vitamin Penambah Nafsu Makan?
“Kok, kurus sih? Makannya gimana? Pasti susah makannya, deh. Kasih vitamin penambah nafsu makan aja biar lahap makannya.”

Mam, pernah gak ditanya seperti itu sama seseorang ketika melihat si Kecil yang memang terlihat kurus? Pertanyaan seperti itu kadang lebih terasa seperti menghakimi daripada bertanya. Bagi sebagian orang, anak gemuk terlihat lucu dan menggemaskan. Beberapa mempertanyakan ketika melihat si Kecil badannya kurus.

Mam menjadi semakin khawatir ketika si Kecil memang susah makan. Apakah asupan nutrisi si Kecil mencukupi? Kok, berat badannya cuma bertambah sedikit, ya? Bagaimana kalau si kecil sakit karena nafsu makannya kurang?

Berbagai pertanyaan langsung terlintas dan semakin membuat Mam khawatir. Apalagi, beberapa orang mulai menyarankan untuk memberikan si Kecil vitamin penambah nafsu makan. Mam pun mulai mempertimbangkan memberikannya kepada si Kecil.

Tunggu dulu, Mam. Sebaiknya jangan terburu-buru memberi vitamin untuk si Kecil. Kurus atau gemuknya si Kecil bukanlah tolok ukur yang mutlak dari segi kesehatan. Kurus bukan berarti sakit.

Salah satu cara termudah memang memantau dari kurva pertumbuhan berat badan yang bisa dilihat setiap bulan. Bila masih dalam kurva pertumbuhan normal, biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kesehatan dan tumbuh kembangnya.

Perhatikan pula kondisi fisik si Kecil. Apakah sinar mata si Kecil meredup, kulitnya terlihat kusam, dan lain sebagainya? Bila ada tanda-tanda seperti itu, Mam bisa berkonsultasi ke dokter anak untuk mencari penyebabnya.

Penyebab Si Kecil Susah Makan
Banyak faktor yang menyebabkan si Kecil kurang nafsu makan, belum tentu karena sakit. Belum tentu juga si Kecil membutuhkan vitamin. Ada baiknya Mam mulai mencari tahu penyebab ia susah makan.

1. Suasana Makan yang Tidak Menyenangkan
Suasana makan seharusnya menyenangkan. Namun, kadang Mam menjadi gemas karena si Kecil memilih-milih bahkan menolak makanan yang diberikan.

Mam juga mungkin memaksa si Kecil untuk tetap makan dengan cara mencekokinya.  Suasana pun menjadi kurang menyenangkan. Si Kecil mungkin akan menangis dan semakin menolak makan.

Solusi:
Harus sabar saat memberi makan si Kecil ya, Mam. Cobalah untuk membujuk si Kecil daripada memarahinya. Mam juga bisa bertanya kepada si Kecil bila ia sudah bisa melakukan komunikasi dua arah. Ciptakan suasana yang menyenangkan. Salah satunya dengan mengajak anak berimajinasi, misalnya berpura-pura kalau sendok adalah sebuah mobil yang bersiap parkir.

2. Bosan dengan Makanan
Si Kecil mungkin menolak makan karena merasa bosan. Apakah Mam selalu memberikan makanan yang sama? Mungkin Mam melihat si Kecil lahap ketika menyantap makanan tertentu sehingga hanya makanan tersebut yang paling sering disajikan.

Solusi:
Mam bisa memberikan jenis makanan yang lebih bervariasi. Hargai keinginan si Kecil. Misalnya, bila si Kecil sedang tidak ingin makan nasi, Mam bisa memberikan mi, pasta, atau kentang karena sama-sama karbohidrat.

3. Tidak Menyukai Makanan yang Diberikan
Si Kecil selalu mengeluarkan kembali makanan yang dimasukkan ke dalam mulut. Ketika diberikan lagi, mulutnya langsung ditutup menandakan tidak suka.

Solusi:
Anak usia 6 bulan yang baru saja selesai masa ASI Eksklusif dan sedang belajar makan. Karena itu, sebaiknya Mam tidak memaksakan si Kecil langsung lahap makan.
Mungkin lidahnya belum cocok dengan menu yang diberikan. Bisa juga si Kecil belum cocok dengan tekstur makanannya. Mam bisa memberikan makan dengan porsi sedikit dulu bila masih dalam tahap pengenalan.

4. Masih Merasa Kenyang
Idealnya frekuensi makan si Kecil adalah tiga kali makan makanan utama dan dua kali camilan. Namun, masih ada anak yang menolak padahal sudah diberikan makanan sesuai jadwal. Bisa jadi jadwal antara makan makanan utama dan camilan terlalu dekat. Si Kecil pun masih merasa kenyang saat waktu makan berikutnya.

Solusi:
Berusaha fleksibel dengan waktu makan. Bila si Kecil masih menolak makan, jangan langsung ditawarkan alternatif lain seperti susu atau camilan. Anak-anak juga perlu mengenal rasa lapar dan kenyang.

5. Kurang Memberikan Contoh
Mam merasa khawatir karena si Kecil memilih-milih makanan. Padahal, kalau mengikuti asupan gizi seimbang, seharusnya anak menyantap berbagai jenis makanan. Namun, apakah Mam atau Pap sudah memberikan contoh?

Solusi:
Anak akan dengan cepat mencontoh apa yang dilihat dari orang sekitar. Ajaklah si Kecil makan bersama-sama dengan keluarga. Tunjukkan bagaimana menyantap berbagai makanan dengan nikmat. Hindari memilih-milih makanan di depan si Kecil karena ia bisa saja menirunya.

6. Tidak Diberi Kesempatan Belajar Makan Sendiri
Pernahkah Bunda melarang saat si Kecil berusaha mengambil sendok makannya? Bila sendoknya diberikan, si Kecil akan memasukkannya ke dalam mulut. Namun, terkadang orang tua melarang hal ini dengan alasan nanti jadi berantakan.

Solusi:
Tentu awalnya si Kecil akan makan dengan berantakan jika diberi kesempatan untuk makan sendiri. Mam pun harus rela sedikit lebih repot membereskan bekas makan si Kecil. Namun, di balik kerepotan itu, si Kecil belajar untuk mandiri.

Awalnya mungkin berantakan, tapi lama-kelamaan juga si Kecil akan mahir belajar makan sendiri. Si Kecil pun akan merasa semangat karena diberi kesempatan untuk belajar. Bagi makanan menjadi dua porsi, satu porsi untuk si Kecil bereksplorasi, satu lagi untuk Mam suapkan ke si Kecil.

Ciri-Ciri Anak yang Butuh Suplemen Vitamin
Bila si Kecil terbiasa makan teratur dengan memenuhi asupan gizi seimbang, makan suplemen vitamin sudah tidak lagi dibutuhkan. Ini karena makanan yang dikonsumsi si Kecil sudah memenuhi kebutuhan gizi si Kecil untuk tumbuh kembangnya.

Memberikan suplemen vitamin nafsu makan anak bukanlah solusi. Lalu, kapan saat yang yang tepat memberikan vitamin kepada si Kecil?

1. Dalam Masa Penyembuhan
Jika si Kecil sedang sakit butuh, ia mungkin perlu suplemen vitamin untuk mempercepat masa penyembuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Namun, suplemen bukanlah pengganti obat. Tetaplah mengonsumsi obat sesuai anjuran yang diberikan dokter.

2. Si Kecil dengan Pola Makan Vegetarian
Beberapa anak ada yang menjalankan pola makan vegetarian. Namun, beberapa jenis nutrisi bisa dilewatkan bila menjalankan pola makan seperti ini. Bila nutrisi tersebut tidak dipenuhi bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang si Kecil. Contohnya adalah zat besi yang merupakan nutrisi untuk pembentukan sel darah merah.

Beberapa makanan tumbuhan juga ada mengandung zat besi, tetapi daya serapnya tidak sebagus zat besi yang berasal dari hewani. Si Kecil tidak perlu mengubah pola makannya. Hanya membutuhkan suplemen yang tepat untuk melengkapi asupan nutrisi karena tidak mengonsumsi makanan dari hewani.

3. Anak dengan Asupan Gizi Buruk atau Malanutrisi
Banyak hal yang bisa menyebabkan si Kecil mengalami kekurangan gizi.. Anak dengan gizi buruk butuh penanganan dokter untuk mengetahui apakah ada penyakit lain yang timbul karena masalah ini.

Suplemen vitamin dibutuhkan untuk mengoptimalkan dan mengejar ketertinggal si Kecil dalam hal tumbuh kembang akibat gizi buruk.

Pemberian Vitamin Nafsu Makan Anak
Suplemen vitamin bukanlah pengganti makanan. Sebelum memberikan suplemen, lebih baik Mam dan Pap berusaha memenuhi asupan nutrisi dengan cara yang lain dulu. Mam dan Pap juga harus mengetahui kelebihan dan kekurangan pemberian vitamin kepada si Kecil.

Jangan sampai maksud hati memberikan vitamin agar tumbuh kembang si Kecil optimal, malah menimbulkan masalah kesehatan baru. sebaiknya Mam berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan vitamin nafsu makan atau suplemen lainnya kepada si Kecil.

Suplemen vitamin untuk anak juga bisa dengan mudah didapatkan di pasaran. Perhatikan kandungan di dalam suplemen. Ada beberapa yang mengandung gula supaya rasanya manis, tetapi berpotensi membuat si Kecil terkena obesitas. Pertimbangkan juga faktor usia. Apakah suplemen yang diberikan memang cocok dikonsumsi untuk usia si Kecil.

Bentuk suplemen vitamin nafsu makan anak di pasaran tidak hanya cairan. Ada yang seperti permen sehingga semakin anak senang mengonsumsinya. Meski demikian, tetap jauhkan suplemen dari jangkauan si Kecil. Jangan sampai si Kecil mengkonsumsi sendiri secara berlebihan tanpa sepengetahuan orang tua.
 
Source:
chkd.org/blog/does-my-picky-eater-need-to-take-a-multivitamin-/
babycenter.com/0_how-to-handle-a-picky-eater_9199.bc
webmd.com/parenting/features/solutions-for-toddler-eating-problems#1
bloomnutritionstudio.com.au/does-your-fussy-eater-need-a-multivitamin/
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top