Stimulasi

Mam, Lakukan 4 Cara Ini Agar Si Kecil Makin Pintar Bicara!

By: Alia An Dhiva 2016-09-27 14:31:29
Begitu keluar dari rahim Mam, si kecil mulai mendengar bermacam suara dan melihat orang-orang membuat suara atau berbahasa. Umumnya, bayi mulai mengoceh di usia 7-12 bulan. Ia mulai dengan mengucap “ba-ba”, “da-da”, atau “ta-ta”. Ocehannya itu menandakan ia ingin merespon ucapan yang Mam atau orang lain katakan. Di dalam benaknya, ia merasa sedang mengucapkan kata-kata yang sama dengan Mam, lho!
 
Pada usia 12-15 bulan, si kecil mulai benar-benar belajar berbicara. Di fase ini pula ia akan mengucapkan kata pertamanya, seperti “mama” atau “papa”. Ia juga akan berusaha membuat suara semirip mungkin dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang di sekitarnya. Misalnya, ia akan mengucap “cu-cu” untuk menyebut susu, “num” untuk minum, serta “mam” untuk mamam atau makan. Pada saat ini, ia mampu mengingat kurang lebih 25 kosakata.
 
Salah satu cara membuat anak makin pintar bicara adalah melatih kemampuan berbicaranya secara rutin. Mam dapat melakukan 5 cara ini agar si kecil makin pintar bicara:

1. Sering  membacakan cerita pada si kecil
Membacakan cerita pada si kecil dapat membantu menambah daftar kosakatanya. Saat membacakan cerita, Mam tidak perlu mengucapkan kata-kata yang sama dengan yang tertulis di buku. Mam dapat menunjuk satu gambar lalu menjabarkannya kepada si kecil. Pilih buku cerita bergambar sederhana dengan warna-warna mencolok. Sesekali, ajukan pertanyaan untuk memancing si kecil menunjuk kepada objek yang Mam maksud.

2. Sering mengajak bicara si kecil
Biasakan berbicara dengan si kecil saat Mam melakukan kegiatan rutin si kecil, seperti memandikan, menyuapi, atau menggantikan bajunya. Ucapkan kata-kata sederhana dari benda-benda yang ada di dekatnya, seperti baju, topi, buku, boneka, dan lain sebagainya.

3. Berbicara dengan benar dan tidak dicadel-cadelkan
Terkadang, orang tua terbawa suasana dan mencoba berbicara dengan ‘bahasa bayi’, seperti membuat suara yang dicadelkan. Tindakan ini justru bisa membingungkan dan memperlambat proses belajar bicara si kecil, lho. Jadi, bicaralah dengan suara yang lembut dan pengucapan yang benar ya, Mam.

4. Mengajak bernyanyi bersama
Kebiasaan mendengarkan musik bisa menjadi salah satu cara membuat anak cerdas dalam mempelajari bahasa. Nyanyikan lagu anak-anak, terutama yang mengandung rima, kepada si kecil di berbagai kesempatan. Ajak ia untuk ikut bernyanyi. Tunjukkan keriangan saat bernyanyi dengan cara bertepuk tangan, menggerak-gerakkan kepala, dan tidak lupa banyak tersenyum ya, Mam.
 
Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki setidaknya 8 jenis kepintaran. Anak yang senang mendengarkan cerita dan membaca bersama kemungkinan memiliki potensi kepintaran linguistik (word smart). Agar pintarnya makin bersinar, beri si kecil dukungan melalui berbagai stimulasi yang tepat, ya. Mam bisa menyediakan banyak buku anak-anak, huruf alfabet dalam berbagai ukuran dan bentuk, mainan balok bertuliskan kata-kata, atau majalah anak-anak yang dapat digunting.  
 
Yuk, dukung si kecil agar kepintaran linguistiknya makin bersinar!
 
Sumber:
thebump.com/a/toddler-speech
asha.org/public/speech/development/Parent-Stim-Activities.htm
zerotothree.org/child-development/early-language-literacy/helping-learn-to-talk.html
Penulis
Alia An Dhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Load More
Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top