Stimulasi

Mam, Lakukan Hal Ini untuk Dukung Kepintaran Si Kecil

By: Windi Teguh 2018-01-03 02:25:59 (UTC)
Perkembangan anak tentu tidak lepas dari peran orang tua yang melihat potensi si Kecil sejak dini dan ikut mendukungnya. Dari situlah muncul anak-anak luar biasa. Tentu kita juga berharap si Kecil bisa seperti itu ya, Mam dan Pap.

Dewasa ini kita sering dibuat kagum oleh berita karya-karya anak negeri yang menampilkan sosok-sosok dengan usia belia. Sebut saja Joey Alexander yang baru berusia 13 tahun menjadi salah satu kandidat penerima Grammy Award untuk kategori Jazz. Dari dunia sastra, kita mendengar nama Nadia Shafiana Rahma, penulis cilik berusia 11 tahun dalam perhelatan akbar sastra bergengsi di Frankfurt Jerman.

Daftar nama anak berbakat itu masih diteruskan dengan Agung Hapsah di dunia videografi, Rio Haryanto di dunia balap motor, dan Putri Tanjung untuk dunia event organizer. Yup, mereka adalah sosok-sosok muda yang ternyata sudah bergulat menekuni minat serta bakatnya sejak usia dini. Bahkan, Joey Alexander menekuni piano dan jazz sejak usianya 6 tahun.


Setiap anak pastinya memiliki kepintaran berbeda-beda. Para ahli parenting telah menemukan delapan kecerdasan yang cenderung dimiliki setiap anak. Sebagai orang tua, tugas Mam dan Pap adalah mengenali minat dan bakat si Kecil sehingga dapat membantu mendukung kepintarannya. Beberapa cara berikut bisa dicoba untuk Mam dan Pap mengenali kepintaran si Kecil.
  1. Lakukan sebanyak mungkin kegiatan yang disenangi si Kecil

    Pada awalnya, mungkin Mam dan Pap bahkan si Kecil tidak tahu apa minatnya. Karena itu, biarkan si Kecil melakukan beragam kegiatan berbeda sejak dini. Mam dan Pap bisa mengajaknya berenang, mewarnai, menggambar, taekwondo, menyanyi, menari, crafting, dan kegiatan fisik atau outdoor khas anak-anak.

  2. Perhatikan hal yang paling disukainya

    Dari semua kegiatan yang dilakukan, coba Mam dan Pap evaluasi. Perhatikan saat-saat dimana si Kecil terlihat paling bahagia dan paling semangat saat beraksi. Mungkin si Kecil bisa tahan berjam-jam mewarnai gambar, tapi cepat bosan saat didengarkan musik. Mam dan Pap bisa melakukan observasi dalam jangka tertentu.

  3. Komunikasi dengan Si Kecil

    Salah satu kunci untuk mengenali perkembangan anak adalah melalui komunikasi. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan si Kecil setiap hari. Tanyakan apa yang dilakukan si Kecil di sekolah hari ini, apa kegiatan kesukaannya, apa kesulitan yang dihadapinya. Biarkan si Kecil bercerita sehingga Mam dan Pap bisa mengetahui apa hal-hal yang disukainya.

  4. Jadwalkan Latihan atau Pendalaman Kegiatan

    Jika Mam dan Pap masih belum tahu juga minat si Kecil, tidak masalah. Terkadang memang si Kecil masih suka melakukan banyak hal dan belum terfokus ke suatu hal. Mam dan Pap bisa mencoba melatih si Kecil secara profesional.

    Misalnya ada tiga kegiatan yang kelihatannya si Kecil paling semangat, seperti menari, menggambar, dan renang. Mam dan Pap bisa coba menjadwalkan ekstrakurikuler untuknya. Setelah beberapa waktu, lihat perkembangan yang paling mencolok. Apa yang paling diminati si Kecil akan menunjukkan perkembangan lebih cepat dari yang lain.

  5. Jangan Terbebani dengan Hasil

    Ingatlah bahwa tugas orang tua hanya membantu si Kecil menemukan minat dan bakatnya, bukan memaksakan apa yang Mam dan Pap impikan. Karena itu, selalu sampaikan kepada si Kecil bahwa Mam dan Pap akan selalu mendukung apapun yang ingin dicapainya. Jika ternyata suatu hari si Kecil berubah haluan ke kegiatan lain, tidak perlu kecewa. Mam dan Pap harus tetap mengarahkan si Kecil sampai ia benar-benar nyaman di satu bidang tertentu.


Selain hal di atas, Mam dan Pap bisa mencoba memasukkan si Kecil ke sekolah yang memiliki sistem kejuruan dalam kurikulumnya. Sekolah alam, misalnya, atau sekolah Montessori, sekolah seni, sekolah musik, atau sekolah berbasis digital yang kini sudah banyak tersedia. Sekolah yang tepat dapat mendukung perkembangan anak dengan optimal. Dengan berada di lingkungan yang memiliki minat sama, si Kecil akan lebih terpacu untuk mengembangkan potensinya.

Selamat mencoba, Mam.
 
Source:
webmd.com/parenting/tc/recognizing-and-developing-your-childrens-special-talents-topic-overview
psychologytoday.com/blog/going-beyond-intelligence/201701/montessori-good-school-choice-smart-kids
Penulis
Windi Teguh

Seorang ibu dari dua orang putri yang sehari-harinya bekerja di sebuah bank BUMN. Kini tinggal di Medan dan banyak menulis blog tentang pekerjaannya sebagai seorang bankir, kuliner Medan, lifestyle, dan tentu saja seputar dunia parenting.

Stimulasi

Aku Siap Ujian, Mam!

By: Wyeth Nutrition 2017-11-03 00:05:30 (UTC)
Tipe anak berbeda dalam menghadapi ujian di sekolah. Ada yang punya kesadaran tinggi untuk belajar, ada yang acuh tak acuh, ada juga yang panik dan cemas jelang ujian. Tetapi sering kali, Mam dan Pap menjadi orang yang paling repot dan khawatir saat si Kecil menghadapi ujian di sekolah. Tidak perlu panik Mam, dengan persiapan yang matang , di Kecil pasti bisa melewati momen ini dengan penuh percaya diri.
Menurut Matthew M. Cruger, PhD, a clinical psychologist, Senior Director Learning and Development Center di Child Mind Institute, 90% anak sering kali mengandalkan otak mereka pada apa yang mereka dengar di kelas, dan membaca ulang saat mau ujian, ini merupakan pola belajar yang tidak efektif. Sebaliknya strategi belajar yang baik akan membantu anak untuk menguasai keseluruhan materi mata pelajaran. 
 
  • Format dan latihan soal

    Mengetahui format soal seperti; apakah multiple choice, essay , kombinasi atau presentasi? Hal ini dapat membantu anak lebih siap ketika berhadapan dengan bentuk soal yang akan diberikan. Setelah mengetahui format, perbanyak latihan soal agar anak terbiasa dan mengenali materi yang ia kuasai dan yang belum ia kuasai.

  • Kuasai materi

    Cara mudah untuk menguasai materi adalah memikirkan tentang ide besar/tema pelajarannya. Dari sana anak akan mulai memetakan materi/informasi yang berhubungan dengan tema tersebut. Setelah itu pikirkan mengenai kemungkinan-kemungkinan pertanyaan yang akan muncul berkaitan dengan tema. 

  • Buat jadwal belajar

    Idealnya belajar memang dilakukan dari jauh hari sebelum ujian. Namun tidak ada salahnya membuat jadwal khusus jelang ujian. Waktu belajar ini bisa dimanfaatkan Mam untuk memantau anak apakah ia telah menyelesaikan semua tugas sekolah, PR, me-riview ulangan dan lain sebagainya. 

  • Tubuh yang sehat

    Stamina sangat penting saat menghadapi ujian. Sarapan sehat dan nutrisi yang baik akan membantu anak lebih mudah berkonsentrasi saat menjawab soal ketika di sekolah. Pastikan anak tercukupi nutrisi hariannya, waktu istirahat, termasuk waktu olah raga dan bermain yang tidak kalah penting untuk membuatnya lebih rileks. 

  • Persiapkan perlengkapan ujian

    Hal kecil ini bisa sangat memengaruhi kepanikan anak ketika di kelas. Pastikan Mam membantu anak untuk mengecek kembali perlengkapan alat tulisnya. Membantunya men-set alarm untuk tidur dan bangun tepat waktu. Bisikan kata-kata/doa yang mampu memotivasi saat mengantarkan anak ke sekolah agar ia menjadi lebih semangat dan percaya diri.

Jangan khawatir, Mam, usahakan agar si Kecil tetap semangat belajar agar terus berhasil mencapai prestasi yang membanggakan. Dapatkan juga berbagai tips #pintarnyabeda di sini
 
Sumber:
  • Majalah Parenting Edisi Januari 2017, “Siap-siap UN”
  • https://childmind.org/article/tips-for-beating-test-anxiety/
  • http://schools.nyc.gov/NR/rdonlyres/9E9C3630-AD7F-4C09-965C-B4464F515AB9/0/TestAnxietyHandoutEnglish.pdf
Penulis
Wyeth Nutrition

Wyeth Nutrition mengembangkan produk nutrisi berkualitas premium secara ilmiah untuk melengkapi nutrisi anak-anak. Sebagai pelopor nutrisi, Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan asupan dan dukungan nutrisi terbaik untuk kesehatan yang lebih baik. Selama lebih dari 100 tahun, Wyeth Nutrition terus meningkatkan penelitian ilmiah dan uji klinis serta standar keamanan manufaktur kelas dunia untuk memberikan solusi ilmiah dan membantu pertumbuhan anak-anak.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top