Info Nutrisi

Manfaat dan Tips Mengajari Si Kecil Bersepeda

By: Alia An Nadhiva 2016-09-27 01:43:12 (UTC)
Tahukah Mam? Stimulasi tumbuh kembang anak  yang Mam berikan pada si kecil akan jauh lebih efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan, lho, salah satunya dalam bentuk permainan. Maka dari itu, Mam perlu memilihkan jenis permainan yang tidak hanya disenangi si kecil, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan motorik maupun kognitifnya. Contoh aktivitas bermain yang bisa dilakukan oleh si kecil adalah bermain sepeda. Untuk anak usia 3 tahun ke atas, Mam bisa mulai mengajarinya bermain sepeda roda dua. 
 
Ada banyak manfaat yang akan dirasakan si kecil saat bermain sepeda, di antaranya:
●       Mengasah kekuatan fisik dan motorik kasar.
●       Menyehatkan jantung, paru-paru, dan tulang.
●       Menguatkan otot bagian bawah, terutama di sekitar lutut.
●       Melatih koordinasi panca indera dan anggota tubuh, mulai dari mata, tangan, kaki, dan keseimbangan.
●       Membakar kalori.

Nah, agar proses belajar bersepeda berjalan lancar dan menyenangkan, simak tips di bawah ini ya, Mam!

● Pakai roda tambahan
Agar si kecil merasa aman, Mam bisa memasang roda tambahan pada sepedanya. Dengan begini, ia tidak perlu takut terjatuh karena ada roda tambahan di belakang yang akan menopang keseimbangan sepedanya.

● Lepas pedal
Jika Mam memilih untuk tidak memakai roda tambahan, latih si kecil dengan cara ini, ya. Pertama-tama, minta ia menaiki sepeda dengan kedua kakinya menjejak tanah. Gunakan kakinya sebagai pengganti pedal untuk melaju. Awalnya, ia akan berjalan perlahan, tapi lama-kelamaan ia akan sedikit berlari sambil sesekali mengangkat kaki untuk merasakan keseimbangan badannya di atas sepeda. Lakukan cara ini terus-menerus sampai ia merasa percaya diri dan menguasai keseimbangannya.

● Beri dorongan atau motivasi
Belajar naik sepeda memang tidak mudah. Akan tetapi, anak akan merasa puas dan bangga saat ia berhasil menguasai keterampilan ini. Maka, bantu si kecil dengan terus memberikan semangat ya, Mam. Ucapkan kata-kata penyemangat seperti, “kalau sering berlatih, nanti adik pasti bisa” atau “coba lagi, yuk!”. Hindari memarahi atau meneriaki anak selama ia menjalani proses belajar ini.

● Rajin berlatih
Agar anak makin cepat menguasai kemampuan bersepeda, ia perlu berlatih secara rutin. Bila memungkinkan, ajak ia bermain sepeda setiap pagi atau setiap sore ya, Mam. Akan lebih baik jika ada teman lain yang juga bersepeda sehingga membuat si kecil semakin semangat untuk berlatih.
 
Meski bersepeda sangat baik untuk stimulasi tumbuh kembang anak, Mam juga harus memerhatikan minat si kecil, ya. Jika setelah beberapa kali mencoba ia tampak tidak nyaman dan meminta berhenti, jangan terus memaksanya. Turuti saja kemauannya, dan Mam dapat membujuknya untuk mencoba lagi beberapa hari kemudian.
 
Panduan Memilih Sepeda untuk Balita
 Usia anak  Ukuran roda  Tinggi sepeda
 2-3 tahun  30 cm  85-100 cm
 3-4 tahun  36 cm  95-110 cm
 4-5 tahun  41 cm  110-120 cm
 
 Sumber:
parents.com/fun/sports/exercise/bicycle-riding/
babycenter.com/6_your-35-month-old-riding-a-bike_10329763.bc
icebike.org/the-definitive-guide-to-kids-bike-sizes-dont-buy-the-wrong-bike/
rei.com/learn/expert-advice/teach-child-to-ride-a-bike.html
ayahbunda.co.id/balita-tips/tips-mengajari-balita-bersepeda
Penulis
Alia An Nadhiva

Setelah kelahiran putri pertamanya, Alia An Nadhiva memutuskan untuk memulai karier sebagai penulis freelance. Pengalamannya menjadi jurnalis di Majalah Good Housekeeping dan Prevention membuatnya semakin dekat dengan dunia kesehatan, hingga ia sering menulis artikel tentang modern parenting, nutrisi, kehamilan, dan kesehatan keluarga. Alia adalah lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jurusan Ilmu Jurnalistik, dan kini tengah menetap di Tangerang Selatan bersama keluarga kecilnya.

Info Nutrisi

Siapkan Nutrisi yang Dukung Pintarnya si Kecil

By: DR Dr Rini Sekartini SpA K 2017-10-24 21:07:51 (UTC)
Mam dan Pap tentu ingin mempersiapkan yang terbaik untuk si Kecil; dari kebutuhan sandang, perencanaan pendidikan, juga kelengkapan asupan bernutrisinya setiap hari. Apa saja sih, ragam nutrisi yang membantu mendukung pintarnya si Kecil? Berikut penjelasannya.
 
Di usia pertumbuhannya, si Kecil membutuhkan berbagai jenis nutrisi yang tidak saja bermanfaat untuk tubuhnya, tetapi juga perkembangan otaknya. Layaknya spons yang memiliki kemampuan menyerap dengan cepat, otak anak-anak pun menyerap berbagai informasi yang ada di sekitarnya dengan cepat, dan itu membutuhkan energi yang mencukupi dan dukungan nutrisi yang tepat. Di antara berbagai nutrisi yang ada, yang terpenting untuk mendukung fungsi dan perkembangan otak adalah sebagai berikut:
  1. Telur

    Anak-anak biasanya tak sulit menyantap telur; dibuat omelet atau orak-arik yang gurih, telur rebus, atau dicampur ke dengan masakan seperti sup, si Kecil tentu menyukainya. Telur baik untuk pertumbuhan otak karena kaya protein, juga kaya kolin, yaitu zat yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan fungsi otak.  Per minggu, rata-rata 5 butir telur cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

  2. Sayuran hijau

    Sayuran berdaun dan berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kangkung, sawi, dan kale kaya akan folat dan vitamin, yang dibutuhkan oleh otak. Bila si Kecil tak menyukainya, siasati saja dengan menyelipkannya di dalam omelet atau sandwich gulung, atau olah dalam bentuk smoothie yang segar.

  3. Produk olahan susu, terutama yogurt

    Yogurt adalah sumber protein dan vitamin B yang baik, yang dapat membantu menjaga kondisi dan mendukung pertumbuhan jaringan otak. Yogurt juga baik untuk fungsi pencernaan karena mengandung probiotik. Bekukan yogurt di dalam lemari es, si Kecil pasti senang menyantapnya seperti es krim. 

  4. Ikan

    Ikan sejak lama dianggap sebagai “makanan super” untuk otak, karena merupakan sumber vitamin D dan asam lemak omega 3. Pilih ikan yang berkualitas baik, seperti salmon, sarden, atau tuna. Sebaiknya berikan ikan segar, bukan dalam bentuk olahan ya, Mam. Untuk memaksimalkan manfaatnya, sajikan 2-3 kali menu berbahan ikan setiap minggu untuk anak-anak. 

  5. Buah berry

    Antioksidan dapat menjaga tubuh dan otak dari pengaruh radikal bebas yang dapat merusak sel-sel. Nutrisi ini banyak terkandung di dalam buah beri-berian, seperti strawberry, blueberry, juga arbei (raspberry). Selain itu, buah jenis ini juga kaya vitamin C yang baik untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Tambahkan buah-buahan ini dalam smoothie, milkshake, atau sereal sarapan anak-anak dalam porsi wajar, yaitu sekitar 1 sendok makan. 

Berbeda dengan orang dewasa, mungkin anak-anak perlu beradaptasi dalam menyantap makanan-makanan ini, terutama sayuran hijau. Perkenalkan secara bertahap, sedikit demi sedikit, sampai si Kecil bisa benar-benar bisa menikmati aneka “brain food” yang dibutuhkannya. Pastikan juga rasa sajiannya enak ya, Mam, agar si Kecil makin mudah menikmatinya. 
 
Sumber:
http://www.momjunction.com/articles/foods-boost-kids-brain-power_0075739/#gref
http://www.whattoexpect.com/toddler-nutrition/brain-food-for-kids.aspx
http://www.parenting.com/blogs/mom-congress/melissa-taylor/brain-foods-kids-and-adults
Penulis
DR Dr Rini Sekartini SpA K

Dokter Spesialis Anak Konsultan alumni Fakultas Kedokteran UI Jakarta dan saat ini praktek sebagai Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Hubungi Kami
Hubungi Kami Hubungi Kami. Layanan Bebas Pulsa Senin sampai Sabtu (08.00-17.00) 0800 1821 526.
Go to Top